
Setelah cukup lama berbincang-bincang bersama ayah handa dan juga adik-adiknya Maeli Su pun memutuskan untuk kembali ke kediamannya sembari memeriksa keadaan Nana, karena berdasarkan perhitungannya setelah memberikan obat level tertinggi pada Nana seharusnya Nana sudah sadarkan diri saat ini.
"Seharusnya Nana telah sadarkan diri saat ini, aku juga harus segera membahas turnamen itu bersama dengan mereka semua" batin Maeli Su sembari melangkahkan kakinya menuju kediamannya bersama dengan dua pengawal nya yaitu Leo dan juga Alan.
Sesampainya dikediamannya Maeli Su pun segera menuju ke ruangan dimana Nana berada dan dia juga meminta Leo dan Alan untuk menunggunya di ruang tamu.
"Nana bagaimana keadaan mu saat ini" ucap Maeli Su yang telah berada di ruangan dimana Nana berada.
Mendengar suara nonanya seketika Nana pun menjawab "Keadaan ku sudah sangat membaik nona bahkan aku sendiri tak pernah merasakan tubuhku sebaik ini, nona aku mengucapkan terima kasih karena nona telah membantu ku melewati hidup dan mati serta telah memberikan kepada ku sebutir pil dengan kualitas tertinggi" ucap Nana dengan penuh penghormatan kepada nonanya itu.
Nana mengetahui hal tersebut dari Lili yang tak sengaja melihat nonanya memberikan pil yang tengah dihaluskan lalu di campur air kepada Nana, Lili mengetahui hal tersebut karena pada saat itu dia sempat kembali ke ruangan dimana Nana berada.
Karena merasa khawatir dia pun ingin tidur bersama Nana namun karena dia melihat Maeli Su memberikan pil kepada Nana seketika rasa khawatirnya pun menghilang di tambah lagi nonanya memberikan pil tingkat tertinggi yang bahkan orang di kekaisaran utara itu tak mungkin pernah melihatnya.
Mungkin hanya beberapa anggota keluarga kekaisaran atau pun beberapa petinggi yang pernah melihatnya, karena tingkat ahli ramuan tertinggi di kekaisaran itu adalah tingkat 5 dan hanya ada tiga orang saja yang berada di tingkat itu termasuk di dalamnya Lili yang merupakan orang termuda sedangkan kedua lainnya sudah mencapai usia yang terbilang tua,namun tak ada yang mengetahui hal itu sama sekali selain Maeli Su dan para bawahannya.
"Mohon maaf nona karena aku telah lancang memberi tahukan kepada Nana jika nona telah memberi pil tingkat tertinggi kepadanya, aku mengatakan hal tersebut karena aku tanpa sengaja melihat nona memberikan pil itu langsung kepada Nana dan juga Nana terus-terusan mendesak ku, jadi aku terpaksa mengatakan apa yang aku tau" jelas Lili yang melihat raut wajah heran pada nonanya akan apa yang dikatakan Nana.
Mendengar penjelasan dari Lili Maeli Su pun seketika tersenyum "Tidak perlu meminta maaf karena telah mengatakan hal tersebut, yang penting sekarang Nana telah sadarkan diri" ucap Maeli Su.
__ADS_1
Lili dan Nana pun merasa sangat bersyukur mendapatkan majikan sebaik Maeli Su mereka pun bertekad untuk menjadi semakin kuat agar pantas berada disisi Maeli Su.
Setelah berbincang-bincang kini Maeli Su beserta kedua pelayannya Lili dan juga Nana telah sampai di ruangan dimana Leo dan Alan berada.
Melihat keadaan Nana baik-baik saja seketika Leo dan Alan merasa sangat senang walau bagaimana pun Nana merupakan salah satu dari mereka bahkan mereka sudah menganggap Nana sebagai keluarga bukan hanya itu Leo sendiri pun memiliki perasaan khusus untuk Nana.
"Baiklah aku akan mulai berbicara hal penting kepada kalian dan juga karena keadaan Nana sudah membaik aku memutuskan untuk segera mengatakannya kepada lain" ucap Maeli Su yang membuka pembicaraan sedangkan para bawahannya mendengarkan dengan sesama apa yang akan dikatakan nona mereka itu.
"Dua minggu dari sekarang akan diadakan turnamen benua tengah apakah kalian ingin ikut serta di dalam perlombaannya" tanya Maeli Su.
Seketika mereka berempat pun menjadi sangat bersemangat mendengar perkataan itu hingga tanpa sadar secara bersamaan mereka berkata "Kami akan ikut serta nona".
Mendengar jawaban dari mereka membuat Maeli Su pun tersenyum "Pada turnamen kali ini kalian bisa melihat dan memutuskan sendiri perlombaan apa yang ingin kalian ikuti" ucap Maeli Su sembari memberikan selembaran yang sempat dimintanya pada ayah handanya tadi.
"Nona aku ingin ikut serta dalam perlombaan ahli samonir" ucap Leo dengan penuh percaya diri.
"Sedangkan aku ingin ikut serta dalam perlombaan ahli Sihir nona" sambung Alan yang tak kalah percaya dirinya.
Maeli Su pun menganggukkan kepalanya "Baiklah jika kalian sudah yakin dengan apa yang kalian pilih, lalu bagaimana dengan kalian" tanya Maeli Su sembari melihat kearah Lili dan juga Nana.
__ADS_1
"Nona sebenarnya aku sangat ingin ikut serta dalam perlombaan ahli racun tapi aku merasa tak yakin dapat melakukannya" ucap Nana dengan resah.
"Apa yang menyebabkan kau tak yakin" tanya Maeli Su sembari menatap Nana lekat.
"Aku takut akan kalah dan membuat nona malu" jawab Nana sembari menundukkan kepalanya.
Mendengar jawaban Nana tersebut seketika Maeli Su pun tersenyum ke arah Nana "Jangan pernah takut kalah sebelum berjuang, aku tak akan malu jika kalian kalah setelah berjuang dengan sangat kuat, malahan aku akan merasa sangat bangga yang membuat aku malu itu jika kalian kalah sebelum berjuang" ucap Maeli sembari menatap para bawahannya satu persatu.
Mendengar ucapan dari Maeli Su seketika mereka berempat pun merasa terharu "Maaf kan aku nona karena telah berkata seperti tadi, aku sekarang sangat yakin akan mengikuti perlombaan ahli racun dan aku tidak peduli menang atau pun kalah yang aku pedulikan saat ini hanyalah aku harus mengeluarkan kemampuan terbaik ku" ucap Nana dengan semangat yang membara.
"Aku juga akan mengikuti perlombaan itu dengan mengeluarkan segala kemampuan ku dan juga aku telah memutuskan untuk ikut dalam perlombaan ahli ramuan" sambung Lili dengan penuh percaya diri.
"Baiklah, karena kalian telah memutuskan perlombaan apa yang akan kalian ikuti aku harap kalian akan melakukan yang terbaik" ucap Maeli Su.
Mereka semua pun menganggukkan kepala "Kami pasti akan melakukan yang terbaik nona" ucap mereka serentak dengan penuh semangat.
"Nona, apakah nona akan ikut serta dalam perlombaan kali ini" tanya Lili.
Maeli Su dengan segera menganggukkan kepalanya "Tentu saja aku juga akan ikut serta, mana mungkin aku akan melewatkan hal yang menyenangkan seperti ini" ucap Maeli Su sembari tersenyum.
__ADS_1
"Nona jika boleh kami tau, perlombaan apakah yang akan nona ikuti" tanya Alan dengan harapan agar nonanya tak mengikuti lomba yang sama dengan dirinya dan bukan hanya Alan yang berpikiran seperti itu yang lainnya juga berpikiran yang sama hingga tanpa sadar mereka semua pun kini menatap ke arah Maeli Su untuk menunggu jawaban yang keluar dari mulut nona mereka itu.
Maeli Su pun tertawa di dalam hati melihat kelakuan para bawahannya itu, Maeli Su menebak jika para bawahannya itu kini sedang penasaran sekaligus deg deg kan dengan jawaban apa yang akan dia katakan.