
"Bagaimana keadaan adik ku? " tanya kaisar Hong kepada seorang tabib yang telah selesai memeriksa dan memberikan beberapa pil obat kepada Caca Hong.
"Menjawab pertanyaan kaisar, keadaan putri sudah lebih baik dari pada sebelumnya, namun tubuh putri telah terkena racun dingin dan racun itu termasuk salah satu racun yang sangat sulit disembuhkan bahkan aku sendiri pun tak dapat menyembuhkannya, namun aku telah memberikan pil untuk menghambat penyebaran racun kepada putri, dalam jangka waktu setahun ini kita harus bisa menemukan seorang tabib untuk menyembuhkan racun tersebut jika tidak putri akan ditelan kedinginan lalu mengurai seperti uap" ucap tabib tersebut sembari menjelaskan tentang racun dingin yang diterima putri itu.
Karena tak melihat ada jawaban dari kaisar Hong tabib tersebut pun dengan perasaan penuh khawatir berkata "Kaisar ada satu hal lagi yang harus kaisar ketahui"
"Katakanlah" ucap kaisar Hong dengan wajah seriusnya sembari matanya masih terus menatap lekat ke arah adiknya Caca Hong yang kini tengah terbaring lemah.
"Mohon ampun kaisar, untuk sementara waktu putri tidak akan bisa menggunakan kekuatannya karena ada satu titik meridiannya yang telah terluka jika putri masih terus memaksa menggunakan kekuatannya maka dapat dipastikan putri akan kehilangan seluruh kekuatannya bukan hanya itu saja bahkan putri juga akan mengalami kecacatan pada seluruh meridiannya dan jika itu terjadi akan sangat sulit sekali menemukan orang yang dapat mengobati putri" ucap tabib tersebut dengan sangat hati-hati karena dia tau apa yang baru saja dikatakannya sudah pasti akan membuat kaisar menjadi semakin bertambah marah namun mau tidak mau dia harus tetap mengatakannya.
Mendengar perkataan tabib tersebut seketika membuat kaisar Hong murka "Pengawal bayangan, aku perintahkan kepada kalian untuk menemukan siapa saja orang yang terlibat dalam penyerangan ini dan aku ingin kalian membawa mereka semua hidup-hidup kehadapanku" ucap kaisar Hong dengan lantang.
Para pengawal bayangan yang selalu berada disekitar kaisar pun dengan seketika menjalankan perintah dari tuannya.
Tak ada satupun orang yang mengetahui siapa dan dimana para pengawal bayangan kaisar Hong berada bukan hanya itu bahkan tak ada satu orang pun yang mengetahui jumlah mereka.
Pengawal bayang adalah pengawal tersembunyi milik kaisar Hong yang selalu berada di sekitar dirinya dan mereka hanya akan ditugaskan untuk hal-hal khusus saja, selain itu mereka hanya akan patuh kepada satu tuan saja yaitu kaisar Hong.
Selama ini semua orang hanya mendengar isu "Dimana pun pengawal bayangan turun tangan maka disitu akan ada kematian" hal tersebutlah yang membuat siapapun sangat takut menyinggung kaisar Hong.
__ADS_1
Pernah ada seorang pejabat kekaisaran sebelumnya dengan sangat arogannya menentang kenaikan tahta kaisar Hong bahkan dia dengan berani menghunuskan pedang ke arah kaisar Hong, namun hanya dengan seketika munculah beberapa orang berpakaian hitam yang langsung menyerang kearah pejabat tersebut secara bersamaan didepan seluruh orang yang berada ditempat itu dan dengan lantangnya mereka pun menyebut diri mereka sendiri sebagai pengawal bayangan.
Semenjak saat itu tak ada lagi pejabat yang berani secara terang-terangan menentang kekuasan kaisar Hong karena mereka tak ingin memiliki akhir yang sama seperti pejabat kekaisaran yang sebelumnya.
Tabib yang mendengar perintah kaisar Hong tersebut dengan serta merta berguduk ngeri karena dia juga termasuk orang yang tau bahkan ikut secara langsung menyaksikan bagaimana para pengawal bayangan milik kaisar Hong bertindak.
"Aku harap para pengacau itu segera menyerahkan dirinya sendiri kepada kaisar jika tidak aku sangat yakin mereka akan berakhir mengenaskan" batin tabih tersebut.
Tabib pun kini telah keluar dari tempat dimana Caca Hong dirawat, di sepanjang perjalanan tabib tersebut berusaha mengingat-ingat kenalannya yang memiliki keahlian yang sama dengannya, hal tersebut dia lakukan karena dia sangat peduli dengan Caca Hong, ditambah lagi tabib tersebut merupakan salah satu orang terdekat Caca Hong.
Di tempat dimana Caca Hong di rawat "Kak maafkan aku karena tidak bisa ikut serta dalam turnamen benua tengah itu" ucap Caca Hong yang merasa bersalah sekaligus sangat malu pada kakaknya itu.
Mendengar perkataan kaisar Hong seketika Caca Hong pun memeluk kakaknya itu dengan sangat erat bahkan tanpa dia sadari air matanya pun ikut menetes, Caca Hong benar-benar merasa sangat bersyukur karena telah memiliki keluarga yang sangat mempedulikan dirinya seperti kaisar Hong.
***
Dua hari telah berlalu dari penyerangan yang dialami Caca Hong dan karena penyerangan itu Sa Long pun berhasil merebut tempat Caca Hong sebagai perwakilan turnamen benua tengah dalam perlombaan arena petarung.
"Hahahaha, ayahanda benar-benar luar biasa kini aku telah berhasil mengganti tempat wanita tak tahu diri itu" ucap Sa Long dengan sangat gembira di dalam hatinya setelah dia membaca surat pemberitahuan dari penanggung jawab turnamen di kekaisaran barat itu.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain di kekaisaran utara Maeli Su dan para bawahannya baru saja mendaftarkan diri mereka pada perlombaan yang ingin mereka ikuti, tempat pendaftaran untuk setiap perlombaan pun berbeda-beda hingga belum ada satu pun dari para bawahannya maupun adik-adiknya yang mengetahui Maeli Su akan mengikuti perlombaan apa.
Untuk kekaisaran utara mereka mendapatkan hak khusus sebagai tuan rumah dimana tak ada batasan untuk peserta dari wilayah mereka sehingga membuat kekaisaran utara tak perlu repot-repot mengadakan penyeleksian peserta lomba seperti di kekaisaran lainnya.
"Karena kita semua telah selesai mendaftarkan diri, lebih baik sekarng kita ke pasar untuk melihat-lihat siapa tau kita akan menemukan benda berharga" ucap Maeli Su yang kemudian berjalan dan diikuti oleh para bawahannya.
Kini mereka telah tiba ditempat yang ingin mereka datangi, di sepanjang mata memandang terlihatlah begitu banyak orang yang menawarkan bahan dagangannya sehingga lingkupan pasar pun menjadi beberapa kali lipat lebih luas dari hari-hari biasanya bahkan penjualnya pun berdatangan dari berbagai tempat.
Maeli Su sama sekali tak ingin menyia-nyiakan waktunya sedikit pun dengan gesit dia menuju ke tempat-tempat yang belum pernah ada sebelumnya, dia sangat berharap dapat menemukan sesuatu yang langka juga sangat berharga.
Setelah beberapa saat mereka berkeliling kini Maeli Su pun mengajak para bawahannya untuk mencari tempat makan karena memang sudah tiba waktunya untuk makan siang di tambah lagi perutnya pun sudah keroncongan, sesampainya ditempat makan mereka pun segera memesan makanan mereka masing-masing.
"Nona apakah ada benda khusus yang ingin kau cari" tanya Leo dengan penuh penasaran karena melihat nonanya itu tak kunjung membeli apapun.
Mendengar pertanyaan Leo tersebut Maeli Su pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari berkata "tidak ada, aku hanya melihat-lihat namun jika tertarik akan kubeli"
Melihat respon dari nonanya Leo pun kembali berkata "Nona jika begitu bolehkah aku pergi sebentar mencari perlengkapan untuk turnamen nantinya?"
"Pergilah dan ajak juga Alan, maaf karena aku melupakan hal sepenting itu" ucap Maeli Su dengan perasaan tidak enak.
__ADS_1
"Kalian berdua juga silahkan mencari apapun yang akan kalian butuhkan nantinya karena aku ingin berkeliling sendiri" ucap Maeli Su sembari menatap ke arah Lili dan juga Nana secara bergantian.