Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Berhenti Disitu


__ADS_3

"Sepertinya ada orang lain yang datang ke gua ini juga selain kita, ayo kita segera masuk siapa tau nona ataupun teman-teman yang lainnya telah menunggu kedatangan kita di dalam" ucap Lili yang dengan segera memasuki gua itu yang juga diikuti dengan Nana.


Mereka yang berada di dalam gua itu pun dengan segera menatap ke arah pintu gua setelah mendengar suara pintu gua terbuka.


"Alan, Leo, apakah benar ini kalian akhirnya kita dapat bertemu kembali" ucap Lili dengan begitu senangnya karena telah berhasil bertemu dengan teman-temannya yang lain.


Alan serta Leo pun merasa sangat senang melihat kedua teman wanitanya telah berhasil tiba ditempat perjanjian, dengan segera mereka pun bertegur sapa dan saling menceritakan apa saja yang mereka alami selama satu tahun ini.


Sedangkan di tempat lain seorang wanita yang begitu cantik hingga dapat menyayingi dewi pun terbangun dari tidur panjangnya "Air, tolong beri aku air" ucap Maeli Su dengan suara yang begitu pelan.


Momo yang melihat Maeli Su telah sadarkan diri pun merasa sangat senang dan dengan segera memberikan apa yang diminta oleh kontraktornya itu "Minumlah air ini agar tubuh mu segera membaik" ucap Momo sembari memberikan segelas air surgawi.


"Terima kasih Momo" ucap Maeli Su sembari tersenyum lemah dan dengan segera meminum air yang telah diberikan kepadanya.


Beberapa saat kemudian tubuh Maeli Su pun dengan cepat segera membaik "Ah aku merasa seperti terlahir kembali bukankah ini hal yang sangat aneh dan seharusnya orang yang baru bangun dari pinsan akan merasa lemah" ucap Maeli Su sembari mengernyitkan dahinya.


"Nona, nona akhirnya kau sadar juga" ucap Mumu yang baru saja muncul di hadapan Maeli Su dan dengan segera mendekat ke arah Maeli Su.

__ADS_1


"Nona kami semua sangat mengkhawatirkan keadaan mu, karena luka yang kau terima pada saat itu begitu parah sehingga senior pun akhirnya menyalurkan energi spritualnya untuk mengobati luka nona dan karena hal itu nona tak sadarkan diri selama setahun lebih" sambung kembali Mumu sembari terus menerus menjelaskan semua kejadian yang mereka alami hingga saat ini.


Mendengar apa yang baru saja dijelaskan oleh Mumu, Maeli Su pun dengan segera mengucapkan terima kasih kepada ketiga hewan kontraknya itu karena telah menjaga dan melindungi dirinya hingga begitu lama sehingga Maeli Su pun segera memeluk ketiga hewan kontraknya itu secara bergantian sebagai ungkapan terima kasih darinya.


"Hei, hei, berhenti disitu, apa yang ingin kau lakukan" ucap Momo dengan keras ketika Maeli Su ingin memeluk dirinya setelah lebih dahulu memeluk kedua hewan kontrak lainnya.


Maeli Su pun tak menghiraukan ucapan Momo tersebut dengan segera dia pun memeluk Momo dengan penuh sayang "Terima kasih banyak Momo karena kau telah memberikan kesempatan hidup sekali lagi untukku" ucap Maeli Su yang kemudian langsung mengecup pipi Momo dengan begitu lembut.


Mendapatkan perlakuan seperti itu Momo pun kaget hingga tanpa sadar dia pun hanya duduk mematung dipangkuan Maeli Su, Mumu dan Mimi yang melihat senior mereka bertingkah seperti itu pun hanya dapat tertawa di dalam hati saja karena jika mereka tertawa secara terang-terangan sudah pasti akan ada hukuman yang mengerikan menanti mereka.


"Aku juga harus segera kembali ke kediaman keluarga Su karena ayahanda dan yang lainnya pasti sangat mengkhawatirkan keadaan ku, apalagi aku telah menghilang selama setahun lebih" sambung Maeli Su kembali.


Momo pun menganggukkan kepalanya dengan segera "Baiklah jika itu yang kau mau, tetapi sebelum kita pergi kau harus melihat lebih dahulu perubahan dirimu saat ini" ucap Momo sembari mengeluarkan cermin dari ruang dimensi dan meletakkannya dihadapan Maeli Su.


"Kenapa aku harus bercermin lebih dahulu, apakah ada bekas luka di wajah ku atau jangan-jangan kini aku memiliki wajah yang begitu menyeramkan" ucap Maeli Su dengan wajah yang sangat menggemaskan.


Momo pun berdecak kesal melihat Maeli Su yang bersikap seperti itu "Hei berhentilah bersikap konyol seperti itu lebih baik kau segera lihat saja wajah mu itu" ucap Momo dengan nada yang begitu acuh sedangkan Mumu serta Mimi merasa sangat gemas melihat tingkah orang yang telah melakukan kontrak dengan mereka itu.

__ADS_1


"Dasar kelinci yang berhati dingin, apa salahnya sih aku mengatakan hal seperti itu, baiklah baik aku akan segera melihat wajah ku, lagian jika pun wajah ku menjadi sangat jelek aku hanya perlu mengobatinya saja seperti dulu" ucap Maeli Su dengan santainya sembari menatap lurus ke cermin.


Maeli Su pun terdiam mematung sangat lama hingga dia pun tersadar ketika Momo berdehem dengan kuat "Ah, maafkan aku karena sempat terpukau, wajar saja aku terpukau dengan wajah dan penampilan ku saat ini, jika begini aku yakin para dewi pun akan merasa cemburu padaku" ucap Maeli Su dengan penuh percaya diri.


"Berhentilah bersikap konyol" ucap Momo yang sudah sangat jengah melihat Maeli Su memuji dirinya sendiri "Lebih baik kita segera kembali ke gua itu, karena akan ada banyak sekali kejutan" ucap Momo kembali dengan acuh tak acuh.


Maeli Su yang mendengar hal itu pun dengan segera menganggukkan kepalanya "Baiklah aku sangat setuju kalau begitu ayo kita mulai perjalanan kita, karena aku yakin pasti kita berada sangat jauh dari tempat itu" ucap Maeli Su sembari melihat-lihat sekelilingnya yang hanya merupakan dinding gua saja di tambah lagi terdengar suara air yang mengalir.


"Gunakan saja teleportasi maka kita akan lebih cepat sampai ke tempat itu, selain itu mulai saat ini tidak akan ada manusia yang dapat mengalahkan mu karena hanya kau manusia yang menerima energi seperitual ku dan kekuatan seperti mu itu hanya ada satu di muka bumi ini" ucap Momo dengan sombong sembari menekan kuat kata "Energi seperitual ku".


Mendengar perkataan Momo tersebut Maeli Su pun menjadi sangat senang hingga dia pun kembali memeluk Momo dengan begitu kuat dan dia juga berkali-kali mengecup pipi Momo secara bergantian.


"Hei lepaskan aku, cepat lepaskan jika tidak maka aku akan mengambil kembali energi ku itu dari tubuh mu" ucap Momo yang kemudian langsung menghilang dari hadapan Maeli Su dan kembali keruang dimensi dengan wajah yang memerah.


Mimi dan Mumu yang melihat hal itu pun dengan seketika tertawa "Senior benar-benar sangat mampu" ucap Mumu yang kemudian juga ikut menghilang, tak berselang lama Mimi pun ikut menghilang setelah mengatakan "Nona segeralah berteleportasi ke tempat itu, aku juga akan kembali keruang dimensi untuk melanjutkan pelatihan ku selain itu kami juga akan selalu melindungi nona".


Setelah ketiga hewan kontraknya pergi Maeli Su pun dengan segera menggunakan kemampuan barunya itu dan hanya dalam satu kali kedipan mata kini ia telah berada di depan gua yang menjadi tempat mereka bertemu.

__ADS_1


__ADS_2