Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Sepanjang Perjalanan


__ADS_3

Hari ini adalah hari ketujuh pernikahan antara Lira Su dan pangeran keempat, disetiap hari ketujuh pernikahan para pengantin akan pulang ke kediaman wanita untuk sebulan penuh setelah itu barulah para pengantin baru itu boleh meninggalkan kediaman wanita serta tinggal di tempat pengantin laki-lakinya.


Sepanjang pagi Lira Su sangat senang dia dengan semangat menyiapkan segala sesuatu yang di perlukannya, bahkan dia pun tak segan-segan membawa berbagai macam kain juga perhiasan untuk ibundanya selir Zia Le.


"Aku akan memberikan semua ini kepada ibunda di hadapan nyonya rumah dan juga yang lainnya agar mereka lebih menghormati ibunda selain itu aku juga akan membuat perhitungan dengan sampah si buruk rupa itu agar dia bersujud dan memohon ampun pada ku" ucap Lira Su sembari duduk dan memperhatikan para pelayan juga para dayang yang tengah mengemasi barang bawaannya.


Sedangkan di kediaman pangeran keempat dia merasa sangat senang karena sebulan kedepan dia dapat melihat langsung Maeli Su bahkan bukan hanya sekedar melihat dia juga dapat berbicara dan mencuri hatinya sehingga Maeli Su mau menjadi permaisurinya.


"Aku akan membawakan nona pertama keluarga Su sepasang anting serta gelang ini, aku sangat yakin jika dia akan menyukainya di tambah lagi keduanya merupakan benda yang sulit didapatkan" ucap pangeran keempat yang tengah menatap penuh arti terhadap perhiasan yang berada di depannya.


Beberapa waktu berlalu kini pangeran keempat dan juga selir Lira Su telah selesai menyiapkan keperluan mereka masing-masing, mereka pun memutuskan untuk segera berangkat ke kediaman keluarga Su.


Sepanjang perjalanan mereka berdua tampak sangat bahagia dengan pemikiran mereka masing-masing.


Di tempat lain, Maeli Su memutuskan untuk segera pergi ke hutan bersama para bawahannya dengan tujuan mengasah sekaligus meningkatkan kembali kemampuan mereka dan dia juga ingin melihat langsung perkembangan para bawahannya itu.


Maeli Su tau jika hari ini adiknya Lira Su akan kembali ke kediaman keluarga Su bersama dengan pangeran keempat, namun Maeli Su sama sekali tak menghiraukan hal itu karena menurutnya acara penyambutan Lira Su dan pangeran keempat bukanlah hal penting di tambah lagi selama berada di kediaman keluarga Su, Maeli Su memiliki posisi tertinggi setelah ayah handanya Ray Su sehingga dia tak perlu repot-repot menyambut kedatangan mereka dan hal itu terjadi karena Maeli Su merupakan satu-satunya anak dari nyonya rumah sesungguhnya.

__ADS_1


Kali ini Maeli Su dan para bawahannya memutuskan pergi dengan menunggang kuda, karena dengan cara seperti itu mereka akan lebih leluasa melewati jalan utama dan juga akan jauh lebih cepat sampai ketempat yang akan mereka tuju.


Sepanjang perjalanan mereka berlima menjadi pusat perhatian di sepanjang jalan namun sama sekali tak ada yang berani menghentikan perjalanan mereka karena di kekaisaran utara tersebut tidak boleh mengganggu orang yang menunggang kuda sebab dapat membahayakan banyak pihak.


Sesampainya di hutan mereka pun segera turun dari kuda masing-masing dan langsung mengikat kudanya, setelah itu mereka pun mulai mengikuti Maeli Su yang masuk lebih dalam ke hutan itu.


Tak ada sedikit pun rasa gelisah atau pun takut di hati mereka, malah mereka semua merasa sangat bersemangat dan bahkan sangat percaya diri.


Kini mereka telah tiba di bagian terdalam hutan, suasana disana sangatlah mencekam "Leo tempat ini sangatlah cocok untuk meningkatkan hewan spritual mu, kau harus bisa meningkatkan levelnya hingga level lima, dan kau juga harus bisa menerobos ke tingkat epic bintang tiga pada hari ini juga, gunakanlah pil ini untuk membantu mu melakukannya, selain itu gunakan juga kekuatan spritual mu untuk meningkatkan kemampuan hewan Kontrakmu" jelas Maeli Su.


"Alan, kau cukup fokus meningkatkan tingkat mu dengan cara menyerap energi spritual di tempat ini dan kau juga harus bisa mencapai epic tingkat satu dengan begitu kemampuan sihir mu juga akan meningkat pesat" ucap Maeli Su.


Mendengar perkataan nonanya itu dengan seketika Alan menuju tempat yang dimaksudkan dan dia pun segera duduk bersemedi untuk menyerap energi spritual yang berada di tempat itu.


"Sedangkan kalian berdua harus segera meningkatkan tingkatan kalian, untuk mu Lili kau harus bisa mencapai epic bintang dua dan juga kau harus bisa mencari bahan-bahan obat yang berada di tempat ini dan kemudian buatlah pil dengan kualitas tingkat empat" ucap Maeli Su.


"Dan kau Nana minumlah kedua pil ini, tapi sebelum meminumnya kau harus mengetahui jika kedua pil ini mampu membantumu meningkatkan pelatihanmu hingga mencapai tingkat epic bintang satu dalam waktu singkat sebagai gantinya kau harus banyak mencari tanaman racun dan menelan semuanya, selama kau melakukan itu tubuh mu akan merasa sangat tersiksa namun sebagai gantinya kemampuan mu akan meningkat menjadi ahli racun level empat, tubuh mu juga tidak akan terpengaruh lagi terhadap racun apapun, kau boleh memutuskan untuk menggunakan pil ini atau tidak pikirkanlah baik-baik" sambung Maeli Su lagi.

__ADS_1


Mendengar hal itu dengan segera Lili pergi mencari bahan-bahan obat yang berada di bagian hutan terdalam itu dan dia juga menyerap energi spritual yang ada di tempat itu untuk meningkatkan tingkatannya.


Sedangkan Nana sendiri tanpa berpikir panjang dengan segera mengambil dua pil yang berada di tangan nonanya itu, dan dengan segera dia pun menelan pil itu.


Bukannya dia tidak takut setelah mendengar penjelasan dari nonanya itu, namun tekad yang dimilikinya jauh lebih kuat untuk mematuhi apapun perintah nonanya karena dia sangat yakin dengan begitu dia tidak akan membebani nonanya lagi kedepannya.


Selama ini di antara mereka berempat dialah yang memiliki tingkatan terendah, sehingga ketika dia memiliki kesempatan untuk meningkat dengan pesat dia tak akan melewatkan kesempatan itu sedikit pun.


Kini Nana pun segera mencari tanaman beracun di sekitar tempat tersebut dan beruntungnya dia dengan sangat cepat telah menemukan beberapa tanaman beracun itu dengan segera dia pun mengambil tanaman itu dan langsung memakannya.


Seketika tubuhnya merasakan sakit yang sangat luar biasa bahkan kuku-kuku tangan dan kakinya pun membiru, dia benar-benar merasa sangat tersiksa namun dia sama sekali tak mengeluarkan air mata mau pun suaranya, karena dia tak ingin membuat nona dan teman-temannya mengkhawatirkannya.


Setelah para bawahannya pergi, Maeli Su pun berjalan lebih dalam lagi sembari menyerap energi spritual di tempat itu, ketika tengah asik berjalan dia pun terhenti karena menemukan tempat yang menurutnya sangatlah tidak asing.


"Kenapa tempat ini sangat mirip sekali seperti tempat yang dulu pernah aku datangi dikehidupan sebelumnya" batin Maeli Su.


Karena merasa familiar dengan tempat tersebut dia pun berusaha mencoba membuka pintu masuknya dengan menggunakan cara yang sama seperti saat dia dulu memasuki tempat yang pernah di datanginya itu.

__ADS_1


__ADS_2