
"Nak, jangan lagi menjauhi ayah handa kau sama seperti kakak pertama mu sama-sama anak ayah handa dan juga maafkan kesalahan ayah handa karena ayah handa juga tak bisa menyelamatkan ibu mu saat melahirkan mu" ucap Ray Su dengan penuh kepedihan karena mengingat kembali goresan luka dihatinya karena dia telah kehilangan dua istrinya saat telah berhasil melahirkan anaknya.
Maeli Su dan Mira Su sangat terkejut mendengar penuturan dari ayah handanya "Ayah handa apa maksud ayah handa? Bukankah selir Zia Le adalah ibu kandung ku" tanya Mira Su dengan perasaan yang tak menentu sedangkan pikiran dikepalanya sendiri mulai mengingat semua adegan bagaimana perlakuan selir Zia Le kepadanya dan juga kepada Lira Su.
"Nak, maafkan ayah handa dia bukanlah ibu kandung mu, ayah handa mengatakan ini karena ayah handa rasa kau sudah cukup siap untuk mengetahui kebenaran ini, jujur ayah handa tak kuasa setiap kali kau menolak untuk menjumpai ayah handa, bahkan hadiah pemberian dari ayah handa pun tak ada yang kau terima semuanya langsung kau kembalikan" ucap Ray Su semakin sedih karena mengingat betapa buruknya dia hingga anak bungsunya tak ingin bersamanya atau pun menerima pemberiannya.
"Apa? Ayah handa sering meminta untuk bertemu secara khusus dengan ku, lalu kenapa ibunda bilang jika ayah handa tak pernah ingin melihat wajah ku, dan Kenapa semua hadiah yang diberikan ayah handa tidak pernah sampai padaku? Jangankan sampai aku saja tidak tau menau soal itu" batin Mira Su yang sedang berkecamuk.
"Ayah handa sepertinya ada kesalah pahaman disini" ucap Maeli Su yang sedari tadi memperhatikan tindakan dan ekspresi adik bungsunya itu.
"Salah paham seperti apa yang kau maksud nak?" tanya Ray Su karena tak mengerti apa yang dikatakan oleh anak pertamanya itu.
Melihat hal itu seketika Maeli Su menatap kearah Lira Su sembari tersenyum manis "Adik apakah kau dapat menceritakan yang sebenarnya kenapa kau tak ingin menemui ayah handa dan bahkan setiap barang yang diberikan ayah handa pun selalu kau kembalikan" tanya Maeli Su dengan sangat lembut karena dia ingin membuat adiknya sedikit lebih santai agar semua kejelasan terungkap.
__ADS_1
Namun di dalam pikirannya Maeli Su sudah mengerti apa yang terjadi, jika Mira Su bukan anak kandung dari selir Zia Le berarti selama ini selir Zia Le sengaja menggunakan Mira Su sebagai tameng dan sekaligus keuntungannya "Dasar rubah tua licik" batin Maeli Su yang sudah memahami kesalah pahaman yang ada.
Awalnya Mira Su sempat khawatir untuk menceritakan kebenarannya namun setelah melihat dukungan berkali-kali dari Maeli Su akhirnya Mira Su pun menceritakan semuanya kepada ayah handanya bahkan beberapa kali dia sempat meneteskan air matanya, karena selama ini dia mengira ayah handanya sangat membencinya sehingga tak pernah ingin menemuinya.
Ray Su yang melihat anak bungsunya menangis dengan seketika bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah anak bungsunya itu dan langsung memeluknya, mendapat perlakuan hangat seperti itu membuat Mira Su semakin menangis sangat kuat karena dia merasa sangat senang dan disatu sisi lagi dia merasa sangat lega atas semua kekhawatiran yang selama ini dia alami.
"Ayah handa jika selir Zia Le bukan ibu kandung ku kenapa dia bisa menjadi ibu ku?" tanya Mira Su yang masih penasaran.
Ray Su pun mulai menjelaskan kepada anak bungsunya itu jika nama ibu kandungnya bernama Dea Le yang merupakan adik dari selir Zia Le namun mereka berdua memiliki ibu yang berbeda.
Ray Su yang tau bagaimana perkembangan seorang anak tanpa ibundanya pun menyetujui permintaan dari selir Zia Le dan dia sangat berharap kepada selir Zia Le untuk menjaga dan merawat anak bungsunya itu dengan sangat baik, Ray Su pun berjanji sebagai gantinya dia juga akan melakukan hal yang sama pada putri selir Zia Le Lira Su yang sama sekali tak memiliki ikatan darah dengannya.
Namun sayang semakin Mira Su dewasa Ray Su semakin kehilangan anak bungsunya itu bahkan dia sama sekali tak memiliki kesempatan untuk berbicara khusus dengan anaknya itu dengan alasan anaknya itu tak ingin menemuinya.
__ADS_1
Mendengar semua cerita itu Mira Su pun kembali meneteskan air mata dan terus menerus meminta maaf kepada ayah handanya karena selama ini dia telah berprasangka buruk pada ayah handanya, Ray Su juga meminta maaf karena selama ini tidak langsung menemui Mira Su dikediamannya sehingga membuat kesalah pahaman di antara mereka pun terjadi.
"Ayah handa rasa sudah waktunya ayah handa mendepak dua manusia berhati busuk itu dari kediaman ini" ucap Ray Su yang kini sangat kesal akan sikap selir Zia Le dan juga putrinya.
"Ayah handa aku pribadi tidak masalah jika ayah handa ingin mengusir mereka apalagi mereka hanya akan membuat malu keluarga kita saja" ucap Mira Su yang kini sangat membenci kedua manusia durjana itu.
Maeli Su yang sedari tadi hanya mendengar dan memperhatikan saja pun kini ikut bersuara "Ayah handa jika boleh jangan usir mereka sekarang dari kediaman ini, sebelumnya kita beri dulu mereka pelajaran agar tak bersikap semena-mena kedepannya" ucap Maeli Su.
Ray Su pun tampak berpikir hingga kemudian dia menatap ke arah putri bungsunya itu seolah ingin meminta pendapat darinya, Mira Su yang paham dengan maksud ayah handanya itu segera berkata "Ayah Handa apa yang dikatakan kakak pertama benar, lebih baik kita beri mereka pelajaran lebih dahulu agar mereka bisa lebih menghargai orang lain".
Melihat putri bungsunya sependapat dengan putri sulungnya seketika Ray Su pun tersenyum "Baiklah ayah handa akan mengikuti keinginan kalian berdua" ucap Ray Su lembut dan menatap penuh bahagia kepada kedua anak gadisnya itu, karena pasalnya dia tidak pernah membayangkan jika hubungannya dengan kedua anak gadisnya itu akan membaik seperti saat ini.
Di tempat lain di kediaman selir Zia Le dia tengah tertawa dengan sangat senang, karena dia baru saja mendapatkan ide untuk menggunakan putri keduanya Mira Su agar anaknya Lira Su bisa terbebas dari pernikahan itu.
__ADS_1
"Kenapa aku harus pusing-pusing memikirkannya, aku kan punya Mira Su yang akan senang tiasa mendengar perkataan ku, aku akan membujuknya untuk membuat tuan besar membatalkan pernikahan itu, bukankah tuan besar sangat menyayanginya" ucap Lira Su dengan tawa penuh kemenangan.
Selir Zia Le tidak tau jika saat ini Ray Su telah mengetahui kebusukannya juga anaknya, bahkan Mira Su sendiri telah mengetahui kebenaran tentang dirinya dan dia pun kini akan bersikap dan berbuat sesuai dengan apa yang di katakan kakak pertamanya.