
"Aku telah mencapai tingkat legend bintang dua air pelangi ini benar-benar memiliki khasiat yang sangat luar biasa" ucap Maeli Su dengan terus memuji air pelangi tanpa dia sadari tato setangkai mawar yang berada dikeningnya telah berubah menjadi sangat berkilau seperti warna permata begitupun setiap tanda mawar yang ada di barang-barang miliknya.
"Berhentilah memuji air yang sudah tak memiliki khasiat apapun lagi, lebih baik kau berlatih dengan sangat giat karena sekarang kekuatanku telah kembali sepenuhnya dan jangan sampai badan mu tak mampu menahan kekuatan yang aku punya" Jelas Momo dengan tegas.
Maeli Su pun menatap ke arah Momo dengan sangat lekat dia pun dengan mudah dapat melihat perubahan yang sangat besar di dalam diri Momo hingga dia sendiri pun kini tak mampu mengukur kekuatan yang dimiliki Momo.
"Sial, aku harus segera mencapai tahap agung jika tidak aku akan terluka sangat parah jika Momo mengeluarkan kemampuannya" batin Maeli Su.
Dengan segera mereka bertiga pun keluar dari pemandian itu dan segera keluar dari tempat itu karena tak ada lagi yang berharga dari tempat tersebut.
Sesampainya di luar Maeli Su segera mencari tempat untuk berlatih dia pun sengaja meminum pil tingkat tertinggi miliknya agar dia dapat segera mencapai tingkat legend bintang tiga.
Di tempat lain Leo telah berhasil mencapai samonir tingkat lima melebihi apa yang diinginkan nonanya dan bahkan kini dia juga telah berada di tingkat epic bintang tiga, karena telah selesai dia pun kembali ketempat semula untuk menunggu nonanya dan juga teman-temannya yang lain sembari menyerap aura spritual di tempat tersebut.
Sedangkan Alan sendiri kini tengah berusaha menahan gejolak yang ada di tubuhnya karena diluar dugaan dia telah mencapai tingkat epic bintang dua dan itu berarti dia telah berhasil naik dua tingkat dan karena hal tersebut dia harus berusaha menstabilkan energi yang ada di tubuhnya, dia pun segera meminum pil yang pernah diberikan oleh nonanya dulu".
Lili sendiri kini telah berhasil mengumpulkan banyak sekali tanaman obat-obatan bahkan beberapa dari tanaman tersebut sangatlah langka, dia pun telah berhasil naik tingkat menjadi epic bintang dua dan kini dia tengah berusaha membuat pil tingkat lima setelah sebelumnya dia berhasil membuat pil tingkat empat sesuai dengan apa yang diminta nonanya.
__ADS_1
"Arghhh" ucap Nana lirih, kini dia tengah berada di ujung kematian karena barusan dia telah memakan bunga yang memiliki racun yang sangat mematikan, dengan deraian air mata dia pun mencoba bertahan bahkan untuk menjaga kesadarannya dia pun terpaksa menggigit bibirnya hingga mengeluarkan darah.
Nana telah memakan ratusan tanaman beracun dan setiap tanaman beracun itu memiliki efek yang berbeda-beda bagi tubuhnya dan ini kali kedua dia merasakan betapa sakitnya berada di ujung kematian, dia hampir menyerah namun seketika dia teringat akan betapa sengsara dan menyedihkannya kehidupan yang telah dilewatinya selama ini, jika bukan karena pertolongan dari Maeli Su dia pasti tak akan pernah dapat menegakkan kepalanya seperti saat ini.
Mengingat hal itu seketika dia pun kembali menguatkan hatinya untuk terus bertahan menahan penderitaan yang kini menerpanya, cukup lama dia merasakan sakit itu hingga tiga puluh menit pun berlalu secara perlahan tubuhnya pun kembali membaik bahkan lebih kuat dari pada sebelumnya, dia sangat senang dan sangat bersyukur atas apa yang telah dilaluinya.
Berkat kejadian itu kini dia telah berada di tingkat lima ahli racun bahkan tingkatan pelatihannya pun telah meningkat sangat pesat dimana kini dia telah mencapai epic bintang satu.
Tak terlena dengan peningkatan yang kini telah di capainya dia pun segera mencari kembali tanaman beracun lain yang belum pernah dicobanya.
***
"Ayah handa dimana kakak pertama, apakah kakak pertama tidak ikut menyambut kedatangan kakak kedua dan pangeran keempat" tanya Mira Su dengan wajah penasaran karena sadari tadi tak melihat keberadaan kakak pertamanya itu padahal dia ingin menceritakan banyak hal kepada kakak pertamanya itu.
"Benar ayah handa kenapa kakak pertama tidak muncul-muncul hingga saat ini" sambung Eli Su.
Mendengar perkataan seperti itu selir Zia Le pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menjatuhkan Maeli Su "Aku rasa nona pertama tidak suka melihat betapa baiknya pangeran keempat memperlakukan anak ku dia pasti merasa sangat iri melihat kemesraan mereka berdua" ucap selir Zia Le.
__ADS_1
"Mana mungkin kakak pertama iri kepada kakak kedua, kakak pertama saja mendapat banyak lamaran untuk menjadi permaisuri sedangkan kakak kedua hanya menjadi seorang selir dikediaman pangeran keempat" ucap Bryn Su yang tak suka mendengar kakak pertamanya dijelek-jelekkan.
Mendengar perkataan Bryn Su seketika selir Zia Le kaget "Apa? lamaran untuk menjadi permaisuri bagaimana mungkin aku tidak mengetahui hal itu bukankah seharusnya dekrit kaisar akan keluar jika hal itu terjadi" batin selir Zia Le yang tidak dapat menerima perkataan dari Bryn Su dan dia juga lupa jika nona pertama keluarga Su Maeli Su bebas memilih pasangannya sendiri dan bahkan dekrit kekaisaran tak akan dapat mengikatnya.
"Sudah hentikan perdebatan kalian, Maeli sudah meminta izin padaku untuk tidak ikut serta dalam penyambutan kali ini karena dia telah memiliki janji dengan gurunya" kilah Ray Su yang tak ingin keributan terjadi ditambah lagi keributan itu berhubungan dengan putri kesayangannya.
"Aduh, ayah handa tiba-tiba perut ku sangat sakit sekali apakah aku boleh tidak mengikuti acara penyambutan ini" ucap Eli Su dengan wajah sangat menyedihkan.
Mendengar hal itu seketika semua mata pun tertuju kerahnya "Nak sepertinya perut mu sangatlah sakit hingga wajah mu menjadi sepucat itu" ucap Ray Su yang memperhatikan wajah anaknya.
"Ayah handa izinkan adik Mira Su mengantarkan dan sekaligus menemani ku di kediaman ku, karena tak mungkin aku akan tinggal sendirian jika ada sesuatu terjadi bagaimana aku akan mencari ayah handa, dan tak mungkin juga bagiku meminta para pelayan menjaga ku karena mereka semua pasti telah memilih tugas mereka masing-masing" ucap Eli Su semakin melemah.
Setelah menimbang apa yang dikatakan putri ketiganya itu Ray Su pun mengizinkan Eli Su kembali ke kediamannya bersama dengan Mira Su "Baiklah ayah handa akan mengizinkan kalian berdua untuk tidak ikut serta dalam acara penyambutan ini" ucap Ray Su.
"Terima kasih banyak ayah handa" ucap Eli Su.
"Beristirahatlah nak, dan segera lah minum pil untuk mengobati sakit perut mu itu dan jika terjadi sesuatu mintalah adik mu untuk mengabarkannya pada ayah handa, dan kau anak bungsu ku rawatlah kakak mu dengan baik" ucap Ray Su.
__ADS_1
"Baik ayah handa" ucap keduanya secara bersamaan dan mereka pun segera keluar dari tempat itu dimana sebelumnya Eli Su tersenyum penuh kemenangan ke arah Bryn Su karena dia dan adik bungsunya telah berhasil keluar dari tempat itu.
"Ah kalian curang sekali kenapa tidak sekalian mengajak ku, aku juga tidak ingin mengikuti acara penyambutan ini" batin Bryn Su yang menatap sendu kearah kedua adiknya itu.