
"Ah... Akhirnya selesai juga" ucap Lili dengan wajah bahagianya karena dua hari lagi dia akan dapat bertemu dengan tetua agung kekaisaran timur yang merupakan seorang ahli ramuan.
Selama beberapa minggu ini, Lili pun menghabiskan waktunya hanya untuk berlatih dan juga menghilangkan racun yang berada pada tubuh pangeran kedua dengan cara bertahap meskipun sebenarnya Lili dapat menghilangkan racun itu hanya dalam waktu dua hari saja namun dia tak mau melakukannya secepat itu karena jika dia mengobati pangeran kedua dengan begitu cepat maka Lili tak akan memiliki pekerjaan selama menunggu tetua agung keluar dari latihan tertutupnya.
"Pangeran, racun yang berada di tumbuh pangeran telah hilang sepenuhnya sehingga mulai hari ini dan seterusnya pangeran tidak perlu lagi menjalani pengobatan seperti sebelum-sebelumnya" ucap Lili sembari tersenyum lebar.
Pangeran kedua kekaisaran timur itu pun menganggukkan kepalanya "Terima kasih kak karena telah menghilangkan semua racun yang berada di tubuh ku ini andai saja kakak tak ada sudah pasti aku tak ada di dunia ini lagi" ucap pangeran kedua kekaisaran utara tersebut dengan wajah bahagianya.
Selama Lili melakukan pengobatan pada pangeran kedua kekaisaran utara itu, Lili dan pangeran pun menjadi akrab selain itu karena usia Lili yang lebih tua satu tahun dari pangeran kedua kekaisaran utara tersebut membuat pangeran kedua itu memanggil Lili dengan sebutan kakak seperti saat ini.
Awalnya Lili sempat menolak di panggil dengan sebutan kakak seperti itu karena dia merasa jika dirinya tak pantas mendapatkan panggilan seperti itu dari seorang pangeran namun karena desakan dari pangeran kedua kekaisaran utara juga permintaan langsung dari kaisar utara akhirnya Lili pun terbiasa dengan panggilan barunya itu, selain itu Lili pun telah dianggap anak oleh kaisar dan juga permaisuri kekaisaran utara tersebut.
***
Hari ini adalah hari yang dinanti-nantikan Lili karena pada hari ini tetua agung kekaisaran utara telah selesai dari pelatihan tertutupnya dan Lili dapat segera bertemu dengan tetua agung tersebut.
"Tok... Tok... Tok..."
Bunyi suara ketukan pintu sehingga Lili pun dengan segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah dimana suara itu berasal.
"Kak, ayo segera ikut dengan ku" ucap pangeran kedua sembari langsung menggenggam tangan Lili dengan kuatnya.
__ADS_1
Lili pun mengernyitkan keningnya melihat apa yang baru saja dilakukan pangeran kedua kekaisaran utara itu "Pangeran, kenapa kau begitu tergesa-gesa selain itu tolong lepaskan lebih dahulu genggaman tangan mu ini" ucap Lili dengan wajah yang tak dapat di artikan.
"Maaf kak, maafkan aku" ucap pangeran kedua kekaisaran utara tersebut sembari melepaskan genggaman tangannya dari tangan Lili "Aku ingin membawa kakak ke istana Ayahanda karena kakek ku yang merupakan tetua agung telah selesai melaksanakan pelatihan tertutup dan kini kakek sedang berada di istana Ayahanda" ucap pangeran kedua kekaisaran utara tersebut.
Lili yang mendengar berita itu pun tersenyum dengan senang "Kalau begitu mari kita segera pergi ke istana kaisar pangeran" ucap Lili sembari berjalan lebih dahulu dari pangeran kedua, pangeran kedua yang melihat Lili sudah berjalan lebih dahulu pun dengan segera mempercepat langkahnya.
"Hormat kami kaisar/Ayahanda" ucap Lili dan juga pangeran kedua kekaisaran utara secara bersama-sama.
Kaisar pun menganggukkan kepalanya, lalu dia pun menyuruh Lili juga pangeran kedua untuk segera duduk ke tempat yang telah disediakan.
"Apakah itu anak yang telah kau ceritakan tadi?" tanya tetua agung kepada kaisar kekaisaran utara setelah lebih dahulu menatap kearah Lili.
Mendengar pertanyaan dari tetua agung kaisar utara pun dengan segera menganggukkan kepalanya "Benar Ayahanda, dia adalah orang yang telah ku ceritakan tadi dan dia juga yang telah berhasil menyelamatkan pangeran kedua" ucap kaisar utara dengan begitu hormat.
Lili pun dengan segera membungkukkan badannya sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang kini telah menjadi gurunya "Terima kasih karena telah sudi menerima saya sebagai murid, saya akan selalu berusaha melakukan yang terbaik agar tidak mengecewakan guru" ucap Lili dengan penuh hormat.
Tetua agung kekaisaran utara pun merasa senang karena dia telah mendapatkan seorang murid yang berbakat selain itu murid barunya itu juga merupakan orang yang tak sombong dan juga tau cara menghormati orang lain.
"Kalau begitu mulai hari ini kau akan ikut aku ketempat dimana kau akan menerima pelatihan dariku, selain itu kau tidak akan bisa kembali ke tempat ini sebelum pelatihan mu selesai, bagaimana apakah kau masih tetap ingin melanjutkan pelatihan mu atau kau lebih memilih berhenti saja" ucap tetua agung kekaisaran utara tersebut dengan tegas karena dia tak ingin membuang-buang waktu dan tenaga untuk orang yang hanya akan melakukan pelatihan setengah-setengah saja.
Mendengar perkataan dari tetua agung kekaisaran utara tersebut Lili pun menjadi semakin bersemangat "Saya bersedia melakukan pelatihan guru selain itu saya juga akan berjanji akan menyelesaikan pelatihannya tanpa ada yang tertinggal satu pun" ucap Lili dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Mendengar perkataan Lili tetua agung kekaisaran utara pun tersenyum tipis "Baiklah kalau begitu, mari kita segera pergi menuju tempat yang akan kita gunakan untuk pelatihan mu nantinya" ucap tetua agung tersebut yang langsung berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Lili pun dengan segera menyusul langkah tetua agung tersebut setelah lebih dahulu berpamitan kepada seluruh anggota keluarga kekaisaran utara yang sedang berada di ruangan itu.
***
"Akhirnya pewarisan ini pun telah selesai, aku harus segera kembali ke gua rahasia itu karena aku yakin nona juga yang lainnya pasti akan menunggu ku di tempat itu" ucap Alan di dalam hatinya sembari memejamkan matanya karena hari sudah malam, Alan pun telah berencana berpamitan pada gurunya besok dan segera menuju ketempat perjanjian mereka.
Di tempat lain di sebuah gua yang berada di dalam air terjun yaitu tempat dimana Maeli Su berada "Ah, kenapa kepala ku begitu sakit" ucap Maeli Su yang mulai membuka matanya sembari memegangi kepalanya yang sakit, belum sempat Maeli Su membuka matanya lebar, Maeli Su pun sudah kembali tak sadarkan diri.
"Senior apa yang terjadi kenapa nona kembali tak sadarkan diri" ucap Mumu dengan begitu khawatir.
Momo yang juga melihat Maeli Su sempat sadarkan diri pun dengan segera berkata "Tenanglah tidak akan terjadi apa-apa dengannya, dia kembali tak sadarkan diri karena tubuhnya masih belum selesai menyerap energiku sepenuhnya" ucap Momo dengan santainya.
Mumu dan Mimi yang mendengar perkataan yang baru saja dikatakan Momo pun merasa sangat lega, setelah itu mereka pun kembali melanjutkan latihan mereka sembari melindungi Maeli Su.
Di tempat lain di kekaisaran barat kaisar Hong baru saja selesai dari latihan tertutup yang dilakukannya dan kini dia telah berada di tingkat Agung yang merupakan tingkat tertinggi bagi seorang kultivasi, untuk mencapai tingkat tersebut kaisar Hong mengorbankan begitu banyak hal.
"Apakah aku dapat segera menemukannya, andai saja aku lebih dahulu mencapai tingkat agung pasti aku tak akan kehilangan dirinya seperti saat ini" ucap kaisar Hong di dalam hatinya sembari terus menerus memikirkan Maeli Su.
Hilangnya Maeli Su berhasil membuat kaisar Hong kehilangan arah bahkan kini kaisar Hong menjadi lebih dingin dan juga semakin kejam, bahkan dia tak segan-segan menghilangkan nyawa seseorang jika tak mendengarkan perkataannya sehingga membuat semua mentri bergidik ngeri ketika harus bertemu dengan kaisar Hong di dalam rapat kekaisaran ataupun karena hal lainnya.
__ADS_1
Sedangkan di kediaman Su sendiri semenjak hilangnya nona pertama keluarga mereka yaitu Maeli Su membuat kediaman itu berubah drastis, mereka menutup diri dari orang-orang sekitar bahkan Ray Su yang merupakan seorang jenderal tertinggi pun mengundurkan diri dari jabatannya itu namun kaisar timur tak menerima pengunduran dirinya, sebagai gantinya kaisar pun memberikan waktu dua tahun untuk Ray Su mencari langsung putrinya serta membebaskannya dari tugas kekaisaran dan semua mentri juga menyetujui keputusan kaisar timur tersebut karena mereka tak ingin kehilangan seorang jenderal perang tertinggi seperti Ray Su.