Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Tenanglah


__ADS_3

"Sepertinya giliran ku akan segera tiba, aku benar-benar sudah tak sabar menantinya" ucap Nana di dalam hatinya sembari tengah menyaksikan perlombaan ahli sihir terakhir di babak ini.


Tak berselang lama tibalah giliran Nana, dengan segera Nana berjalan ketempat yang telah disediakan setelah lebih dahulu memberi hormat pada nonanya Maeli Su.


"Ketentuan lomba masih sama dengan yang sebelumnya namun racun yang ditebak berbeda tapi masih tetap ditingkat yang sama, kepada kalian para peserta silahkan lihat tujuh tumbuhan beracun yang kini berada dihadapan kalian masing-masing selain itu jangan lupa untuk membuat penawar racunnya" ucap kasim sebagai tanda perlombaan telah dimulai.


Nana pun dengan segera melihat tanaman racun itu, ketika dia melihat tanaman pertama dia pun dengan segera dapat mengetahui tanaman tersebut dan langsung membuat penawarnya, begitu juga dengan keenam tanaman racun lainnya karena ternyata ketujuh tanaman tersebut merupakan tanaman racun tingkat rendah yang tentu saja itu merupakan hal yang mudah untuk Nana.


Berbeda dengan Nana para peserta lain masih terus memperhatikan satu persatu tanaman racun tersebut dan ketika mereka menemukan ada tanaman racun yang mereka ketahui barulah mereka dengan segera membuat penawarnya.


Semua orang pun memperhatikan sepuluh peserta tersebut secara bergantian namun berbeda dengan para guru besar dari setiap akademi, kali ini mereka hanya fokus pada Nana yang kini telah selesai membuat penawar dari tiga tanaman racun hanya dalam waktu lima menit.


"Benar-benar sangat luar biasa aku belum pernah melihat pengetahuan serta keterampilan racun seperti itu" batin guru besar matahari yang merupakan ahli dalam bidang racun.


Bukan hanya guru besar akademi matahari saja yang terpukau namun juga keempat guru besar lainnya mereka pun mulai memikirkan berbagai macam cara dan penawaran untuk menarik Nana agar berada dipihak meraka masing-masing.


Selain itu kelima guru besar tersebut juga telah berencana mengajak dua orang lainnya yang belum berlomba untuk pergi ke akademi mereka karena mereka yakin jika kedua orang lainnya juga pasti tidak akan kalah hebatnya dengan Nana yang kini sedang ikut berlomba ataupun dengan kedua orang lainnya yang telah selesai mengikuti perlombaan.

__ADS_1


Waktu yang diberikan selama empat puluh lima menit, kini dua puluh menit telah berakhir dan Nana pun telah selesai membuat penawar untuk semua racun itu, lalu Nana pun lebih memilih duduk sembari menyerap mana dari pada sibuk memperhatikan peserta lainnya.


Selain Maeli Su dan para bawahannya yang lain, tak ada satu orang pun yang menyadari jika Nana tengah menyerap mana ditempat itu sebab mereka menggunakan tehnik yang diciptakan oleh Maeli Su sendiri, yang orang-orang lihat Nana hanya sedang duduk saja sehingga membuat banyak orang berspekulasi jika Nana telah selesai membuat penawar racun itu, ada juga yang berspekulasi jika Nana hanya membuat dua buah penawar racun bahkan ada juga yang mengatakan tak ada satu pun dari tanaman beracun tersebut yang diketahui oleh Nana sehingga dia pun duduk menanti kekalahannya.


Beberapa peserta lain pun mencuri-curi pandang ke arahnya, Nana yang mengetahui hal itu sama sekali tak merasa terganggu dia hanya fokus dengan apa yang dilakukannya hingga tak terasa tubuh Nana pun mulai bergejolak sebagai tanda jika Nana akan segera menerobos tingkat dari mytic bintang satu ke mytic bintang dua.


Maeli Su yang menyadari adanya keadaan yang tidak biasa pada tubuh Nana pun dengan segera berteriak "Oleander minum dua pil yang pernah kuberikan padamu, jangan melawannya cukup serap semuanya", Maeli Su sengaja memanggil Nana dengan sebutan Oleander agar tak ada orang yang mengetahui siapa Nana sebenarnya, karena jika sampai ada orang yang mengetahui jika yang kini tengah berlomba adalah Nana pelayan dari Nona pertama keluarga Su maka dapat dipastikan penyamaran mereka semua pun akan segera terbongkar.


Semua orang pun menatap kearah Maeli Su namun Maeli Su sama sekali tak menanggapinya, disisi lain Nana yang mendengar apa yang dikatakan nonanya dengan serta merta mengeluarkan dua pil yang pernah diberikan nonanya dan dia pun dengan segera menelannya.


Dua pil yang diminum Nana merupakan pil yang dapat memperlambat proses penaikan tingkat hingga delapan jam dan sama sekali tak memiliki efek samping, sedangkan yang satunya lagi adalah pil yang berfungsi mengacaukan aura Nana untuk sementara waktu agar orang-orang tak dapat merasakan aura tingkatan Nana yang asli sehingga mereka pun hanya mengira jika Nana mengalami masalah kecil dalam pengontrolan mana saja sehingga membutuhkan dua pil tersebut.


Istilah dua pil di dalam benua tengah sudah termasuk hal umum karena bagi orang-orang yang memiliki masalah dengan pengontrolan mana mereka pasti akan selalu mengkonsumsi dua pil untuk menjaga kestabilan mana mereka, sehingga orang-orang beranggapan jika Nana hanya tak bisa mengontrol mananya saja namun tidak dengan kelima guru besar dan juga kaisar Hong mereka merasa tidaklah sesederhana itu.


Kini tubuh Nana pun kembali normal seperti tak terjadi apa-apa sama persis seperti orang yang meminum dua pil untuk melancarkan pengontrolan mana sehingga membuat orang-orang disana pun tak terlalu membahas hal itu lagi.


"Benar-benar sangat menarik, sepertinya orang itu memiliki tingkatan lebih tinggi dariku bahkan dengan kemampuan naga milikku saja aku masih tidak bisa melihat tingkatan kultifasinya apalagi hal lainnya" batin kaisar Hong yang menatap kearah Maeli Su dengan penuh rasa penasaran.

__ADS_1


Tak berselang lama ujian pun telah selesai dan kini tibalah waktunya para guru besar memberikan penilaian, lalu mereka pun sepakat untuk menguji langsung racun dan penawar racun milik Nana, kesepakatan seperti ini baru pertama kali terjadi diantara kelima guru besar tersebut.


Para guru besar pun mulai memberikan penilaian kepada para peserta lainnya satu persatu hingga tanpa sadar kini tibalah saatnya Nana yang menerima penilaian.


Semua guru besar takjub karena Nana berhasil mengetahui nama ketujuh tanaman beracun tersebut dan juga berhasil membuat semua penawar racunnya, para guru besar tersebut pun memanggil dua kasim yang bertugas sebagai pembawa acara untuk ikut serta menguji tanaman obat tersebut begitu pula dengan penawarnya.


Para kasim pun tak dapat menolak perintah para guru besar tersebut sehingga kedua kasim itu pun siap tidak siap harus ikut memakan tanaman beracun itu, setelah beberapa saat munculah efek dari tanaman racun tersebut setelah itu mereka bertujuh pun segera meminum penawar racun yang dibuat oleh Nana dan dalam beberapa menit efek racun itu pun hilang sepenuhnya.


Semua orang pun menjadi sangat heboh dan terkagum-kagum akan kemampuan Nana, bahkan beberapa orang telah memiliki rencana untuk meminta bantuan pada Nana untuk mengobati saudara maupun rekan mereka yang sempat terkena racun meskipun dengan cara paksa sekalipun.


Tak berselang lama para peserta yang berhasil lolos ke babak selanjutnya pun di umumkan oleh seorang kasim dengan suara lantang "Yang lolos ke babak selanjutnya adalah peserta dengan nomor undian dua puluh, tujuh belas dan delapan belas".


"wah sayang sekali ya tuan ini sudah hari keempat namun orang dari kekaisaran mu yang maju ke babak selanjutnya hanya enam orang saja aku khawatir kau akan segera kalah tuan sebaiknya segeralah pikirkan bagaimana caranya kau menyanggupi permintaan ku" ucap mentari kekaisaran selatan kepada Ray Su yang kebetulan hari itu berada tak jauh darinya.


Mendengar perkataan tersebut Ray Su pun menjadi kesal namun dia tak mau menunjukkannya "Tenanglah tuan bukankah masih ada perlombaan yang tersisa lantas kenapa harus begitu terburu-buru" ucap Ray Su sembari meninggalkan tempat tersebut dan berniat akan segera kembali kekediamannya, namun disepanjang perjalanan dia pun mulai kepikiran dengan putri kesayangannya Maeli Su yang tak kunjung keluar dari latihan tertutupnya hingga membuat Ray Su menjadi begitu khawatir.


Disisi lain mentri kekaisaran selatan tertawa dengan begitu lantang karena dia merasa jika kali ini dia yang akan menjadi pemenangnya.

__ADS_1


__ADS_2