Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Akhir Dari Penantian


__ADS_3

"Sepertinya kita harus segera kembali ke kediaman keluarga Su, aku tak ingin adik laki-laki ku satu-satunya itu melakukan tindakan bodoh seperti itu" ucap Maeli Su sembari memakai jubahnya yang baru saja dia keluarkan dari ruang dimensi miliknya.


Melihat hal itu para bawahannya pun dengan segera berlari ke kamar mereka masing-masing untuk mengambil jubah milik mereka, setelah mereka menemukan jubah itu mereka pun dengan segera memakainya dan langsung berlari ke arah Maeli Su sembari menundukkan kepala "Kami siap mengikuti perintah nona" ucap mereka berempat secara bersama-sama.


Setelah itu Maeli Su bersama keempat bawahannya pun berjalan keluar dari gua itu, setelah sampai di luar gua Maeli Su pun menggunakan kekuatan teleportasinya untuk membawa mereka semua langsung ke tempat tinggal Maeli Su yang berada di kediaman kelaurga Su, dengan sekejap mata mereka pun kini telah berada di rumah yang dulu mereka tempati.


"Sama sekali tak ada yang berubah dari tempat ini, ayahanda benar-benar merawat tempat ini dengan sangat baik" ucap Maeli Su sembari melihat keseluruh ruangan di rumah itu.


Setelah melihat kediamannya, Maeli Su pun menggunkan kekuatannya kembali untuk berteleportasi ke kediaman utama keluarga Su yaitu tempat dimana tuan besar keluarga Su yang merupakan ayahandanya berada.


Sesampainya di dalam kediaman utama, Maeli Su pun dengan segera berjalan ke ruang kerja ayahandanya yang diikuti oleh para bawahannya, setelah sampai di ruangan itu Maeli Su pun dengan segera membuka pintunya sembari menatap ke arah dimana meja kerja ayahandanya berada, Maeli Su pun tersenyum senang karena dia melihat ayahandanya sedang tertidur pulas di meja kerjanya.


Maeli Su pun berjalan ke arah dimana ayahandanya berada dia pun dengan segera mengeluarkan kain dari ruang dimensinya dan menyelimuti tubuh ayahandanya itu, sedangkan para bawahannya hanya menanti di depan pintu ruangan saja.


Ray Su pun terbangun karena merasakan ada seseorang disampingnya, perlahan Ray Su pun membuka matanya namun kemudian dia pun menngusap matanya beberapa kali untuk memastikan apakah yang dilihatnya sungguhan atau pun hanya ilusi saja.

__ADS_1


Melihat hal itu Maeli Su pun dengan segera memeluk ayahandanya "Ayahanda aku sangat merindukan mu" ucap Maeli Su sembari meneteskan air matanya.


"Putri ku, putri ku telah kembali, ayahanda juga sangat merindukan mu" ucap Ray Su yang juga memeluk Maeli Su dengan sangat erat hingga tanpa ia sadari air matanya pun menetes begitu banyak.


Maeli Su pun dengan segera mengusap air mata yang ada di pipi ayahandanya "Ayahanda maafkan putri mu ini karena telah membuat ayahanda khawatir" ucap Maeli Su sembari menundukkan kepalanya yang diikuti dengan raut wajah bersalah.


"Tidak nak, jangan pernah berkata seperti itu seharusnya ayahandalah yang meminta maaf kepada mu karena telah gagal melindungi dirimu" ucap Ray Su sembari menatap haru ke arah putri tercintanya itu.


"Maaf kan ayahanda, ayahanda yakin kamu pasti telah melewati masa-masa yang sulit, mulai hari ini dan seterusnya ayahanda janji akan menjaga mu dengan lebih baik lagi" ucap Ray Su.


Bryn Su yang mendengar hal itu pun dengan segera berjalan ke kediaman utama untuk memastikan apakah itu benar-benar orang yang selama ini ia nantikan "Aku harap ini adalah akhir dari penantian" ucap Bryn Su di dalam hatinya.


Tanpa mereka sadari ada orang lain juga yang mendengar berita itu, dengan segera orang itu pun kembali ke tuannya dan melaporkan berita yang baru saja dia dapatkan "Aku harap tuan senang mendengar berita ini" ucapnya sembari tersenyum senang.


Tak berselang lama Bryn Su pun telah tiba di ruang kerja ayahandanya yang diikuti oleh bawahannya tadi, melihat Bryn Su tiba para bawahan Maeli Su pun dengan segera menundukkan kepala "kami memberi hormat pada tuan muda" ucap mereka berempat secara bersama-sama.

__ADS_1


Bryn Su pun hanya menganggukkan kepalanya dan langsung masuk ke dalam ruangan itu "Kakak" ucap Bryn Su sembari berlari kearah Maeli Su dan dengan cepat memeluk kakaknya itu hingga tanpa sadar air matanya pun menetes.


"Kak, kakak baik-baik sajakan? Apa ada yang terluka" ucap Bryn Su sembari memeriksa kakaknya.


Mendapatkan perlakuan seperti itu Maeli Su pun tersenyum lalu Maeli Su pun dengan cepat menjitak kepala adiknya itu "Bryn kenapa kau ingin membatalkan pernikahan mu dengan putri nara, apakah kau bodoh? kau sendiri kan tau jika tak ada orang yang akan mencintai mu setulus putri Nara" ucap Maeli Su dengan wajah kesalnya.


"Kakak, apakah kakak tau aku ini sangat mengkhawatirkan kakak, tapi kenapa kakak malah memarahi ku sih" ucap Bryn Su dengan wajah cemberut.


Melihat adik laki-lakinya cemberut Maeli Su pun tersenyum lembut " Maafkan kakak ya, kakak tau kamu sangat mengkhawatirkan kakak tapi kamu juga pasti tau kan kalau kakak sangat ingin melihat kamu bahagia, jadi kakak mohon jangan kirim surat pembatalan pernikahan itu ya dik" ucap Maeli Su sembari mengusap kepala adik laki-lakinya itu, Bryn Su pun tersenyum lebar sembari menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia setuju dengan apa yang baru saja dikatakan kakaknya.


Mereka bertiga pun saling bertukar cerita antara satu sama lain hingga kemudian Maeli Su meminta kepada ayahanda dan juga adik laki-lakinya itu untuk sementara waktu merahasiakan keberadaannya, Ray Su dan Bryn Su pun setuju dengan hal itu, selain itu Maeli Su juga meminta kepada ayahandanya juga adiknya itu untuk mulai membuka kembali pintu gerbang utama kediaman keluarga Su yang sudah setahun lebih di tutup semenjak hilangnya Maeli Su.


Ray Su pun setuju dengan apa yang dikatakan Maeli Su "Baiklah putri ku, ayahanda akan melakukan apa yang kau ingin kan, selain itu memang sudah saatnya gerbang utama keluarga kita di buka karena sekarang kau telah bersama kami kembali" ucap Ray Su sembaru tersenyum bahagia.


"Benar kak apa yang dikatakan ayahanda, tidak ada alasan lagi untuk kami menutup gerbang utama" ucap Bryn Su dengan senyum pula.

__ADS_1


__ADS_2