Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Kesepakatan


__ADS_3

"Anak ini benar-benar begitu sopan berbeda sekali dengan murid ku yang kurang ajar itu, aku harus segera menjadikannya murid ku" batin guru besar sembari menatap ke arah Nana dengan tersenyum lalu menatap ke arah muridnya dengan menghela napas berat.


"Kami datang bukan ingin bertemu dengan tetua agung tetapi kami datang kemari untuk bertemu dengan mu, apakah kau datang kemari karena ingin menjadi murid dari perguruan matahari ini" ucap guru besar tersebut dengan terus terang.


Nana yang mendengar perkataan itu pun tampak diam beberapa saat "Mohon maaf guru besar kedatangan ku kemari bukan untuk menjadi murid dari perguruan matahari namun aku dapat sampai ke tempat ini karena tetua agung menolongku di tengah hutan saat aku tengah tersesat" ucap Nana dengan penuh sopan.


"Tersesat? Kenapa kau dapat tersesat, selain itu bukankah seharusnya saat ini kau sedang berada di kekaisaran an yang terletak di benua ti karena berdasarkan berita yang tersebar hewan kontrak milik nona pertama keluarga Su telah menyerang kekaisaran itu" ucap guru besar tersebut sembari memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.


Seketika wajah guru besar berubah sangat serius "Apakah kau dan teman-teman mu telah di serang seseorang sehingga membuat kalian terpisah?" tanya guru besar tersebut dengan begitu penasaran.


Belum sempat Nana menjawab tetua agung telah lebih dahulu muncul di depan mereka sehingga mereka pun memberi hormat padanya "Masuklah mari kita bicarakan di dalam karena sepertinya tak pantas jika kita membicarakan hal yang penting di luar seperti ini" ucap tetua agung sembari membawa mereka semua keruang kerja miliknya dan tetua agung pun menyuruh para pelayanannya untuk menyiapkan teh dan juga cemilan.


"Apa yang sedang kalian bicarakan dan bagaimana bisa guru besar dari akademi matahari seperti mu mengenal gadis ini" ucap tetua tetua agung yang membuka suara.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari tetua agung guru besar pun dengan segera menceritakan bagaimana dia dapat mengenal Nana dan juga dia mengatakan jika dia ingin mengangkat Nana menjadi murid pribadinya karena Nana merupakan seorang ahli racun yang sangat berbakat.


Nana yang hanya mendengarkan apa saja yang dikatakan oleh guru besar akademi matahari itu pun menganga tak percaya karena dia tak pernah menyangka jika seorang guru besar yang juga merupakan kepala akademi matahari memintanya menjadi murid pribadi.


"Mohon maaf guru besar, untuk saat ini saya tak memiliki keinginan untuk menjadi murid dari akademi manapun karena saya telah memutuskan jika saya hanya akan mengikuti nona saya saja" ucap Nana dengan sopan dan perkataan Nana itu berhasil membuat guru besar kecewa namun tidak dengan murid senior yang merupakan murid pribadi guru besar itu dia pun tersenyum tipis sembari tertawa di dalam hati karena melihat penolakan yang telah diterima gurunya itu.


Tetua agung pun terdiam beberapa saat "Lalu guru besar tadi kau mengatakan jika hewan kontrak dari nona pertama keluarga Su telah menghancurkan kekaisaran an lantas kenapa anak ini tidak bersamanya" ucap tetua agung sembari menatap ke arah guru besar juga Nana secara bergantian.


"Aku merasa sangat lega sekarang karena sepertinya nona tidak mendapatkan luka yang serius sehingga nona bisa kembali menyerang orang-orang yang berada di balik penyerangan kami sebelumnya, aku juga harus segera melanjutkan perjalanan untuk kembali ke gua yang pernah nona katakan jangan sampai nona menunggu ku terlalu lama selain itu aku juga sangat yakin jika saat ini mereka bertiga juga tengah berusaha kembali ke gua itu meskipun mereka berada jauh dari gua itu sama seperti aku yang saat ini berada sangat jauh dengan gua itu" batin Nana sembari mengingat nonanya juga teman-temannya.


Setelah mendengar apa yang dikatakan Nana mereka yang berada di ruangan itu pun terdiam beberapa saat "Nak jika mendengar apa yang baru saja kau katakan aku rasa kau harus cepat meningkatkan kekuatan mu sesegera mungkin karena jika tidak saat terjadi penyerangan yang sama bukankah hal yang sama seperti yang kau alami saat ini akan terjadi kembali" ucap tetua agung dengan penuh pertimbangan sembari mengingat anaknya juga menantu beserta cucunya yang mati pada saat penyerangan terjadi.


"Tetua Agung sepertinya apa yang kau katakan benar jika aku menemui nona masih dalam keadaan seperti saat ini pasti aku hanya akan menjadi beban untuk nona" ucap Nana setelah lama memikirkan ucapan dari tetua agung.

__ADS_1


"Jika kau benar-benar ingin meningkatkan kekuatan mu, maka berlatih di tempat ini dengan ku, aku akan menurunkan semua ilmu ku padamu" ucap tetua agung dengan santainya dan membuat guru besar juga muridnya ternganga tak percaya karena baru kali ini tetua agung menerima murid kembali setelah keluarganya mati akibat penyerangan dari pembunuh bayaran.


Nana pun berfikir beberapa saat "Baiklah mulai saat ini aku akan belajar dengan giat dan akan menjadi murid dari guru, selain itu aku juga meminta satu hal, aku harap guru mau menutupi keberadaan ku di perguruan ini karena jika ada orang lain yang mengetahui keberadaan ku pasti mereka akan datang kemari dan akan menghambat pelatihan ku nantinya" ucap Nana sembari menundukkan kepalanya sebagai bentuk penghormatannya kepada gurunya.


"Ah, tidak mungkin, ini tidak mungkin bagaimana bisa orang yang aku inginkan malah menjadi murid tetua agung, ah aku benar-benar sial" ucap guru besar di dalam hatinya karena dia tak akan mungkin menyela keputusan dari tetua agung yang merupakan orang yang sangat dihormati di perguruan matahari itu.


Sedangkan muridnya pun tersenyum dengan sangat senang "Hahahaha, akhirnya guru benar-benar kehilangan apa yang paling dia inginkan, guru, guru, kan dari awal sudah ku katakan jika guru terlalu senang di awal maka akhirnya akan seperti saat ini" batin murid senior tersebut.


"Baiklah jika begitu, mulai sekarang dan beberapa bulan kedepan kau akan berlatih dengan ku, kau baru dapat meninggalkan akademi matahari ini hanya setelah pelatihan mu selesai, selain itu guru besar juga muridnya tidak akan mungkin membocorkan keberadaan mu tanpa seizinku" ucap tetua agung tersebut.


Percakapan pun masih berlangsung beberapa saat hingga akhirnya guru besar pun meminta izin untuk kembali ke ruangannya karena masih banyak pekerjaan yang tengah menantinya, setelah mendapatkan izin guru besar pun keluar dari kediaman tetua agung dengan wajah yang sangat menyeramkan hingga muridnya yang kini tengah bersamanya pun tak berani mengucapkan satu kata pun padahal awalnya dia berencana ingin mengejek gurunya itu.


Di tempat lain di kekaisaran utara kini Lili telah sampai di istana kekaisaran utara dan dia pun telah bertemu dengan kaisar dari kekaisaran itu selain itu dia juga telah mengetahui jika Mimi yang merupakan salah satu hewan kontrak milik nonanya menyerang kekaisaran an sehingga dia pun merasa sedikit lega karena dia mengira nonanya pasti dalam keadaan baik-baik saja, dia pun membuat dua kesepakatan dengan kaisar, yang pertama keberadaannya di kekaisaran utara tersebut harus di sembunyikan dan yang kedua dia ingin menjadi murid dari tetua agung dari kekaisaran utara tersebut, mendengar persyaratan yang diajukan Lili kaisar utara pun segera menyetujuinya.

__ADS_1


__ADS_2