
"Aku rasa laki-laki ini tak sesederhana kelihatannya dan juga bagaimana mungkin dia memberikan liontin giok yang berharga itu pada nonaku ini dengan begitu saja" batin Momo yang juga melihat kearah liontin giok yang sedang diperhatikan oleh Maeli Su juga.
"Nona aku rasa sebaiknya kau segera menyimpannya saja jangan sampai ada orang lain yang melihatnya karena aku merasa liontin giok itu bukan sesederhana kelihatannya saja" ucap Momo yang berhasil menyadarkan Maeli Su dari tatapan kekagumannya pada liontin giok itu.
Dengan segera Maeli Su pun menyimpan liontin giok itu kedalaman ruang dimensi miliknya setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan Momo padanya.
Tak berselang lama pertandingan pun telah selesai dilaksanakan, hingga kini satu persatu dari para penonton meninggalkan tempat dimana pertandingan dilaksanakan begitu pula dengan Maeli Su dan para bawahannya.
Sesampainya ditempat penginapan yang mereka sewa Maeli Su pun mengumpulkan para bawahannya dan juga semua hewan kontraknya dengan tujuan untuk membahas pertandingan selanjutnya sebab dengan jumlah peserta yang semakin sedikit itu akan jauh lebih membahayakan diri.
"Maaf jika aku mengganggu waktu istirahat kalian, namun ada hal penting yang harus aku katakan mengenai pertandingan yang akan diadakan nantinya" ucap Maeli Su kepada semua yang sedang berada bersamanya.
Momo yang berada disana pun menatap Maeli Su dengan malas "Sudah katakan saja apa yang ingin kau katakan jangan terlalu lama karena aku ingin berendam dengan air surgawi" ucapnya dengan acuh tak acuh sembari merebahkan tubuhnya dipangkuan Maeli Su.
Para bawahan Maeli Su begitu kaget mendengar apa yang baru saja dikatakan Momo, sebab mereka tak pernah menyangka jika hewan kontrak milik nona mereka menjadikan air surgawi sebagai air untuk berendam padahal air surgawi itu sangatlah sulit didapatkan bukan hanya itu dengan khasiatnya yang begitu luar biasa mana mungkin ada orang yang akan menyia-nyiakan air surgawi itu hanya untuk di jadikan air berendam saja.
Berbeda dengan hewan kontrak milik Maeli Su dan juga milik Leo mereka bertiga pun hanya diam mendengarkan apa yang baru saja raja mereka katakan karena mereka tau jika raja mereka itu ingin membuat lautan penuh dengan air surgawi pun maka hal itu bukanlah hal yang tak mungkin.
__ADS_1
"Melihat peserta yang semakin sedikit aku rasa kalian harus lebih waspada karena pasti akan ada hal-hal yang akan terjadi diluar dugaan kita, maka dari itu masing-masing dari kalian haruslah memiliki pil penawar segala racun, satu tetes air surgawi untuk berjaga-jaga jika nanti kalian terkena sihir dari lawan kalian nantinya selain itu kalian juga harus memiliki pil penyembuh dan juga pil peningkat kekuatan" ucap Maeli Su.
Mereka semua pun paham kenapa nona mereka berkata seperti itu sebab semakin mendekati final masing-masing peserta sudah pasti akan mengeluarkan kartu as mereka untuk dapat memenangkan pertandingan itu dan bisa jadi kartu as milik lawan itu bukanlah dari keahliannya sendiri.
"Baik nona kami akan melakukan apa yang nona katakan" ucap mereka secara bersamaan dan kemudian mereka pun saling bertukar satu sama lain benda-benda yang telah dikatakan nonanya tadi, selain itu Maeli Su juga langsung memberikan para bawahannya masing-masing dua botol kecil yang mana disetiap botol itu berisi setetes air surgawi, Maeli Su sengaja memberikan satu tetes lebih kepada para bawahannya hal itu dilakukannya untuk berjaga-jaga jika nanti terjadi hal yang tak sesuai dengan perkiraan mereka.
"Lalu aku juga memanggil kalian para hewan kontrak ku karena aku ingin bertanya jika nanti ada salah satu dari lawan ku di babak selanjutnya yang menggunakan hewan kontrak maka aku akan bertarung dengan siapa? Tanya Maeli Su sembari menatap ke arah ketiga hewan kontraknya satu persatu.
"Bagaimana jika dengan ku saja nona" ucap Mimi dengan serta merta.
Mendengar suara yang tak asing dari telinganya Momo pun dengan rasa malas membuka matanya "Jangan menganggap dirimu sendiri terlalu tinggi kuda bodoh, seharusnya kau sadar jika saat ini kekuatan mu itu hanya bisa kau gunakan untuk berlarian tak tentu arah saja" ucap Momo dengan acuh tak acuh sedangkan Mimi yang mendengarkan perkataan Momo pun hanya dapat menundukkan kepalanya saja.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan Mumu para bawahan Maeli Su pun kembali terkejut karena mereka tak menyangka jika nona mereka kembali menjalin kontrak dengan salah satu hewan dewa lagi.
"Aku rasa apa yang dikatakan Mumu benar, Mimi menjadi agak lemah karena dia sedang dalam masa penyembuhan akibat racun ular python yang diterimanya, andai saja aku tak bertemu dengannya dihutan saat itu bisa jadi Mimi sudah tidak ada saat ini" ucap Maeli Su menengahi.
"Baiklah-baiklah, jika kalian tau dia masih dalam masa penyembuhan sudah jelas jika dia tak mungkin menemani nona bertanding nanti, kalu begitu ada yang ingin aku tanyakan nona, apakah kau ingin menang dengan waktu yang singkat ?" tanya Momo sembari menatap lekat kearah Maeli Su.
__ADS_1
Mendapat tatapan lekat seperti itu, Maeli Su merasa semakin gemas melihat keimutan Momo yang merupakan seekor kelinci hingga tanpa sadar dia pun memeluk Momo dengan kuat dan menciumnya pelan.
Mendapat perlakuan tiba-tiba dari nonanya seperti itu Momo pun membatu karena syok dengan apa yang baru saja dia alami dan selama dia menjadi hewan kontrak dari seseorang baru kali ini ada yang berani melakukan hal seperti itu padanya.
"Hei apa yang kau lakukan, apakah kau sudah bosan hidup" ucap Momo dengan seketika ketika dia telah sadar dari keterkejutannya.
Maeli Su pun hanya menggelengkan kepalanya "Maaf aku tak sengaja melakukannya, tadi aku hanya merasa kau begitu menggemaskan hingga tanpa sadar aku melakukan hal seperti itu" ucap Masih Su dengan penuh penyesalan walaupun jauh dilubuk hatinya dia sangat menyukai tindakannya tadi.
"Oya, mengenai apa yang ditanyakan Momo tadi jujur saja siapa yang tidak ingin dapat memenangkan pertandingan dalam waktu singkat bahkan aku sendiri juga menginginkannya" sambung Maeli Su kembali dengan tujuan untuk mengganti topik pembicaraan namun dia dengan penuh keyakinan mengatakan ap yang baru saja dia katakan.
Momo yang melihat Maeli Su berkata seperti itu dengan penuh keyakinan dia pun menatap kearah Maeli Su kembali "Baiklah kalau begitu biarkan aku yang menemani mu bertanding aku pasti akan membuat hewan-hewan bodoh itu merasakan hidup segan mati tak mau" ucap Momo sembari tertawa jahat sembari membayangkan hal-hal apa saja nantinya akan dia lakukan dan melihat hal itu berhasil membuat para hewan kontrak lainnya bergidik ngeri.
"Oh tidak tidak, sepertinya aku telah membuat kesalahan bagaimana mungkin aku melupakan hal penting ini, jika dia yang menemani ku bertanding sudah pasti akan ada hal yang tak terduga akan terjadi, aku harus bisa membuat dia tak ingin ikut bertanding, jujur saja aku merasa kasian dengan hewan-hewan kontrak lainnya" batin Maeli Su.
***
Hai.. Para readers yang selalu setia nungguin kelanjutan cerita ini, sebelumnya EL mau minta maaf karena tidak dapat update untuk beberapa hari sebab hp EL sedang ada masalah, mohon jangan bosan untuk tetap tungguin kelanjutan ceritanya ya readers 😊
__ADS_1
Salam sayang dari EL💜