
"Tidak perlu berbicara omong kosong lebih baik kita lihat saja hasilnya " ucap Lili masih dengan acuh tak acuh meskipun dia sudah mulai merasa sedikit kesal.
Mendengar perkataan Lili, orang perwakilan kekaisaran selatan pun tertawa "Kau benar ayo kita lihat saja hasil akhirnya, semoga beruntung buruk rupa" ucapnya kembali masih dengan sombongnya.
Setelah beberapa menit berlalu, kini mereka pun telah disibukkan dengan membuat pil yang telah ditentukan yaitu pil penyembuh luka bakar yang menjadi penilaian dari pil ini adalah tingkat pilnya sendiri selain itu juga seberapa cepat luka bakar itu pulih dan juga seberapa banyak luka yang dapat disembuhkan.
Tingkatan pil yang dihasilkan terdiri dari enam tingkatan yaitu pil tingkat dasar, pil tingkah bawah, pil tingkah menengah, pil tingkat tinggi, pil tingkat dewa , pil tingkat suci.
Lima belas menit telah berlalu kini Lili pun telah selesai membuat pil yang diminta, orang-orang yang melihat kecepatan Lili dalam membuat pil menjadi sangat heran karena biasanya seorang ahli ramuan memerlukan waktu setidaknya tiga puluh menit untuk membuat sebuah pil, sehingga mereka pun mengira jika pil yang dibuat oleh Lili gagal.
Berbeda dengan Lili, Lili merasa kecewa dengan waktu yang dibutuhkannya karena dia merasa waktu yang digunakannya terlalu lama selain itu dia pun hanya bisa menghasilkan pil tingkat tinggi saja "Sial sepertinya latihan ku masih kurang, setelah turnamen ini selesai aku harus berlatih lebih giat lagi" ucap Lili dengan penuh tekad sembari menanti peserta lomba yang lainnya selesai membuat pil obat mereka.
Waktu perlombaan pun masih tersisa lima belas menit lagi dari waktu yang telah ditetapkan yaitu selama empat puluh lima menit.
Lili terus diam, sama sekali tak melihat sekelilingnya karena dia kini tengah disibukkan oleh pemikirannya sendiri "Nona saja hanya memerlukan waktu tiga menit untuk membuat pil ini dan itu pun menghasilkan pil dengan tingkat suci, sedangkan aku benar-benar sangat mengecewakan" batin Lili sembari menarik napas dalam-dalam.
Waktu yang tersisa pun hanya tinggal lima menit setiap peserta lomba pun satu persatu telah selesai membuat pil yang ditentukan, semua orang yang menyaksikan para ahli ramuan membuat pil langsung dihadapan mereka pun terkagum-kagum tanpa henti karena sangat tidak mungkin menyaksikan hal yang begitu luar biasa ini di luar perlombaan seperti ini.
__ADS_1
Para guru besar mulai bangkit dari tempat duduk mereka dan berjalan kearah dimana para peserta berada, dengan sesama mereka pun melihat pil obat yang telah berhasil dibuat itu.
Ketika sampai di depan perwakilan kekaisaran selatan para guru besar itu pun sedikit takjub karena nona muda tersebut telah berhasil membuat pil tingkat bawah dengan waktu penyembuhan dua hari saja, sedangkan yang lainnya hanya tingkat dasar dan waktu penyembuhan lima hari, pemikiran mereka pun berubah hingga para guru besar itu sampai di depan Lili.
Mereka semua mengira jika pil yang dibuat oleh Lili gagal, sehingga dalam waktu lima belas menit Lili pun menyerah dan tidak lagi melanjutkan membuat pil yang mereka tentukan namun semua yang terjadi diluar dugaan mereka, setelah melihat pil itu kelima guru besar itu pun terkejut tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat.
Mereka pun memeriksa pil obat tersebut satu persatu untuk memastikan, karena pil obat dengan tingkat tinggi bukanlah pil yang dengan mudah dapat didapatkan selain itu hanya memerlukan waktu satu hari untuk penyembuhan lukanya.
Orang-orang pun menjadi riuh setelah melihat para guru besar mengecek pil obat itu secara bergantian sehingga membuat mereka berasumsi jika pil obat yang dihasilkan oleh Lili pastilah pil obat yang gagal.
"Ini benar-benar luar biasa sudah begitu lama aku tidak melihat pil dengan kualitas tinggi seperti ini selain di tempat penyimpanan pil akademi, nona benar-benar orang yang berbakat" ucap guru besar akademi matahari yang tentu saja dengan serta merta disepakati oleh keempat guru besar lainnya yang berasal dari akademi yang berbeda-beda.
"Apa? Itu tidak mungkin, pasti para guru besar telah salah menilainya" ucap seseorang dari perwakilan kekaisaran selatan.
Mendengar kata-kata itu para guru besar pun menatapnya sinis "Apakah kau kira kami disini bermain-main dalam menentukan penilaian? Aku rasa kau telah belajar tentang tingkatan pil maka kau lihatlah sendiri pil ini" ucap guru besar akademi matahari dengan begitu mengintimidasi lalu para guru besar pun berlalu dan kembali ketempat mereka semula setelah lebih dahulu memberitahukan kepada kasim yang menjadi pembawa acara siapa yang telah memenangkan babak tersebut.
Orang perwakilan kekaisaran selatan itu pun dengan segera berjalan ke arah Lili dan dengan sangat teliti melihat pil obat yang telah berhasil dibuat Lili, dia pun menjadi terkejut hingga tanpa sadar terjatuh kelantai karena melihat pil obat milik Lili itu.
__ADS_1
Melihat hal itu Lili pun hanya menatap kearah orang tersebut dengan acuh tak acuh "Jangan terlalu sombong nona bisa jadi kesombongan itulah yang akan menelan mu" ucap Lili dengan dinginnya.
"Yang berhasil maju ke babak selanjutnya yaitu peserta dengan nomor undian dua puluh tujuh dengan menghasilkan pil penyembuh luka bakar tingkat tinggi" ucap kasim tersebut dengan kuat dan penuh semangat.
Semua orang pun bersorak sangat meriah, bahkan para kaisar pun menjadi sangat penasaran dengan orang yang berada di jubah tersebut, mereka pun berencana akan menjadikan ahli ramuan tersebut sebagai ahli ramuan diistana kekaisaran mereka nanti.
Selain itu para guru besar pun tengah menyusun rencana meraka masing-masing untuk mendapatkan Lili sebagai murid di akademi mereka karena mereka juga saling mengetahui jika perebutan murid antara mereka akan segera terjadi bahkan bukan hanya antara meraka namun juga antara kekaisaran.
Setelah beberapa waktu perlombaan hari itu pun telah selesai dilaksanakan, semua orang pun kembali ke kediaman mereka masing-masing berbeda dengan Maeli Su dan para bawahannya mereka memilih menyewa satu penginapan untuk tempat tinggal mereka sementara selama turnamen diadakan.
"Nona, maafkan aku dalam waktu selama itu aku hanya berhasil membuat pil tingkat tinggi saja" ucap Lili dengan sendu.
Mendengar hal itu Maeli Su pun segera menggeleng-gelengkan kepalanya "Lili jangan berkata seperti itu, aku sangat bangga dengan mu, apa kau tau yang tadi kau lakukan itu sangatlah luar biasa bahkan para guru besar itu pun sangat kagum padamu, aku yakin jika mulai saat ini kau akan diperebutkan oleh mereka bahkan juga oleh orang-orang kekaisaran" ucap Maeli Su dengan senyum bahagianya.
"Terima kasih nona karena nona telah memberikan aku semangat baru, selain itu nona aku sama sekali tidak tertarik masuk akademi ataupun masuk ke istana jika ditempat itu tidak ada nona, aku hanya ingin berada ditempat dimana nona berada" ucap Lili dengan begitu tulus.
"Kami juga nona" ucap para bawahan Maeli Su yang lain secara bersama-sama dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Maeli Su pun tersentuh dengan apa yang para bawahannya katakan "Baiklah jika itu yang kalian inginkan, sekarang segera beristirahatlah karena besok Alan dan Nana akan bertanding" ucap Maeli Su, mendengar perkataan Maeli Su itu mereka berempat pun dengan segera menganggukkan kepala dan meminta-minta izin untuk kembali kekamar mereka masing-masing.