
Cukup lama mereka mencari namun sama sekali tak menemukan apa pun hal itu terjadi karena mereka tidak bisa mendengar apa yang didengar oleh Maeli Su.
Melihat para bawahannya tak kunjung menemukan apa-apa, Maeli Su pun dengan segera memfokuskan pendengarannya sembari mengikuti arah suara rintihan itu, tak berselang lama dia pun melihat ada semak-semak yang terlalu tinggi dan dibalik semak-semak itu ada sebuah ruang yang tak terlalu besar, karena suara rintihan yang didengarnya semakin jelas dia pun dengan segera melangkahkan kakinya ke balik semak-semak itu agar dia bisa melihat siapakah yang berada di baliknya.
"Tolong, tolong, ku mohon tolong aku" ucap Caca Hong lirih sembari menatap ke arah Maeli Su dengan sendu.
Maeli Su pun dengan segera menuju ke arah Caca Hong "Tenanglah jangan khawatir aku pasti akan berusaha membantu mu" ucap Maeli Su yang sedang berusaha menguatkan Caca Hong.
Maeli Su dengan segera memeriksa keadaan Caca Hong dia pun menjadi sangat prihatin kepadanya "Sungguh malang gadis manis ini, bagaimana bisa diusianya yang begitu muda telah mengalami hal seperti ini" ucap Maeli Su di dalam hatinya.
"Kau memiliki keberuntungan yang begitu bagus hingga dapat bertemu dengan ku" ucap Maeli Su dengan senyuman yang begitu tulus hingga membuat Caca Hong pun ikut tersenyum tipis meskipun dalam keadaan yang begitu memilukan.
Maeli Su pun dengan segera mengangkat tubuh Caca Hong dan langsung mencari tempat yang lebih aman agar dia dapat lebih leluasa menyembuhkan Caca Hong.
Ketika tengah mengangkat Caca Hong keluar dari semak-semak itu, para bawahannya pun melihat apa yang dilakukan nona mereka itu, dengan segera mereka meminta kepada Maeli Su untuk membiarkan salah satu dari mereka saja yang mengangkat tubuh Caca Hong "Tidak apa-apa biar aku saja" ucap Maeli Su sembari terus berjalan ke arah hutan yang tak jauh dari tempat mereka berada saat itu.
"Nona benar-benar sangat baik hati, meskipun nona memiliki begitu banyak kemampuan sama sekali tak membuat nona sombong dan angkuh seperti nona-nona muda dari keluarga bangsawan lainnya" ucap para bawahan Maeli Su di dalam hati mereka masing-masing.
Setelah mendapatkan tempat yang tepat untuk melakukan penyembuhan, Maeli Su dengan segera menurunkan tubuh Caca Hong dan membaringkannya di samping sebuah pohon yang rindang.
__ADS_1
"Lili tolong periksa keadaan wanita ini dan lakukan pengobatan dengan segera" ucap Maeli Su kepada Lili bawahannya yang juga memiliki kemampuan dibidang pengobatan selain itu dia juga ingin melihat kemampuan bawahannya.
Mendengar nonanya berkata demikian Lili pun dengan segera berkata "Baik nona saya akan segera melakukan perintah nona", Lili dengan segera berjalan ke arah wanita itu dan dengan segera memeriksa keadaan wanita itu.
"Nona berdasarkan pemeriksaan saya wanita ini terkena racun dingin dan juga ada titik meridiannya yang terluka, dengan bantuan Nana aku dapat membuat racun dingin yang berada di tubuhnya menghilang namun aku belum mampu untuk menyembuhkan titik meridiannya yang terluka, aku hanya dapat membuat pil untuk menghentikan penyebaran lukanya saja" ucap Lili dengan penuh rasa bersalah karena dia tak dapat menyembuhkan wanita yang kini berada dihadapannya dengan sempurna.
Melihat Lili yang dipenuhi rasa bersalah Maeli Su pun berkata "Bukan salah kau Lili jika kau belum mampu mengobati titik meridian yang terluka itu, karena memang diseluruh benua tengah ini belum tentu ada yang bisa melakukannya".
"Selain itu aku sangat bangga kepada mu karena aku tak pernah menyangka jika kini kau telah mampu mengobati penyakit yang langka seperti itu, bahkan kau juga telah dapat menghentikan penyebaran luka di titik meridiannya, segeralah obati penyakitnya itu dan jangan lupa lakukan yang terbaik ya" sambung Maeli Su kembali.
"Baik nona saya pasti akan melakukan yang terbaik" ucap Lili dengan penuh semangat.
Dengan segera Lili meminta Nana untuk membantunya menemukan beberapa tanaman racun yang nantinya digunakan dalam membuat ramuan obat itu.
Nana yang suka mengoleksi tanaman racun dengan cara mengeringkannya, kebetulan memiliki tanaman yang diminta Lili sehingga membuat Lili dapat dengan segera meracik ramuan dan sekaligus membuat beberapa pil obat untuk wanita itu.
Semua orang yang berada disana tengah memperhatikan Lili membuat ramuan penawarnya begitu pula Caca Hong, walau dalam kondisi seperti itu untuk dapat melihat Lili membuat ramuan Caca Hong dengan sekuat tenaganya berusaha menahan sakit, namun terkadang dia pun tak dapat menahannya.
"Akhirnya selesai juga" ucap Lili dengan wajah yang tak dapat diartikan karena dia belum melihat hasil dari ramuan itu.
__ADS_1
Semua orang yang berada disana pun merasa senang karena Lili telah berhasil membuat ramuannya begitupula dengan Maeli Su yang ikut tersenyum bahagia melihat keberhasilan bawahannya itu.
"Minumlah ramuan ini untuk menyembuhkan racun dingin yang ada ditubuh nona dan setelah itu telan juga pil ini agar titik meridian nona yang terluka tidak bertambah parah" ucap Lili dengan penuh sopan.
Mendengar perkataan Lili Caca Hong pun dengan segera meminum ramuan yang diberikan Lili, seketika tubuh Caca Hong merasakan gejolak yang sangat hebat hingga tanpa sadar Caca Hong berteriak kesakitan.
Semua orang pun menjadi khawatir melihat kejadian itu namun tidak dengan Maeli Su dan Lili karena mereka berdua tau jika hal itu merupakan efek dari ramuan yang tengah bekerja.
Setelah beberapa waktu Caca Hong pun memuntahkan sangat banyak darah yang berwarna hitam kental, dari darah tersebut keluarlah begitu banyak asap seperti es yang mencair.
"Badanku terasa lebih ringan dari pada sebelumnya, selain itu aku juga tak pernah merasa sebaik ini, terima kasih, terima kasih banyak karena telah membantu ku menyembuhkan racun ini" ucap Caca Hong dengan sangat senang.
"Aku sangat senang atas kesembuhan nona" ucap Lili dengan tulus dan tersenyum sangat ramah.
"Sebagai gantinya aku akan memberikan semua koin emas ini kepada mu" ucap Caca Hong sembari mengeluarkan dua kantong besar yang berisi koin emas dari cincin ruangnya.
Dengan segera Lili pun menggelengkan kepalanya "Maaf nona aku tak dapat menerima pemberian nona itu, aku hanya akan meminta bayaran kepada orang yang datang dan meminta aku untuk mengobatinya itu pun jika aku menyetujuinya" ucap Lili dengan ramah.
"Saya melakukan hal tersebut karena majikan saya meminta saya untuk memeriksa keadaan nona dan kebetulan saya bisa menyembuhkan penyakit nona sehingga majikan saya pun meminta saya mengobati penyakit nona" sambung Lili kembali.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan Lili, Caca Hong pun terkejut sembari berkata di dalam hatinya "Apa? bagaimana mungkin seorang pelayan memiliki kemampuan yang luar biasa seperti ini, bagaimana pun caranya aku ingin menempatkannya di sampingku meskipun akan mengangkatnya menjadi adikku sendiri".