Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Tak ingin


__ADS_3

"Iya aku tau mengenai dekrit pernikahan itu, bukankah kau juga tau, lantas apa yang ingin kau katakan" tanya Ray Su yang sudah merasa bosan mendengar basabasi dari selir Zia Le.


"Tuan saya ingin memohon kepada tuan untuk membantu nona kedua membatalkan dekrit pernikahan tersebut" ucap selir Zia Le tanpa berani menatap langsung ke arah Ray Su.


Ray Su yang mendengar perkataan dari selir Zia Le itu pun dengan serta merta menatap tajam ke arahnya "Apakah kau tak mendengar jika dekrit itu tidak dapat di ganggu gugat? Kau saja tau kan bagaimana menderitanya anak pertama ku gara-gara dekrit pernikahan itu, lalu apa kau lihat aku dapat melakukan sesuatu untuk membatalkannya" jelas Ray Su dengan wajah yang mulai memerah karena menahan amarah.


"Tuan bukan seperti itu maksud ku, jika mengenai nona pertama tetap saja pernikahan itu pada akhirnya tidak dapat dilakukan karena para pangeran yang membatalkannya dan hal itu berbeda dengan nona kedua saat ini" ucap selir Zia Le yang mencoba mencari pembenaran untuk putrinya.


"Dasar wanita ular disaat seperti ini dia masih mencoba membanding-bandingkan aku dengan anaknya itu" batin Maeli Su yang mendengar semua pembicaraan mereka.


"Berbeda? Coba jelaskan apa yang kau maksud" ucap Ray Su dengan ketus.


Selir Zia Le pun mulai bingung cara menjelaskan perbedaannya "Jika dekrit pernikahan nona pertama pada dasarnya juga tidak dapat di rubah namun karena ada masalah pada wajah nona pertama saat itu sehingga membuat para pangeran meminta kepada kaisar membatalkan dekrit pernikahan tersebut sedangkan nona kedua tidak memiliki masalah seperti apa yang terjadi pada nona pertama sehingga tidak mungkin pangeran keempat akan meminta izin kepada kaisar untuk membatalkan dekrit pernikahannya " jelas selir Zia Le.


"Alasan apa yang membuat nona kedua tidak mau menerima dekrit pernikahan tersebut" tanya Ray Su.


Mendengar ayah handanya bertanya seperti itu membuat Lira Su dengan segera berkata "Ayah handa aku tidak ingin menikah dan menjadi selir dikediaman pangeran keempat".


Mendengar perkataan Lira Su berhasil membuat selir Zia Le kesal karena anaknya itu dengan bodohnya mengatakan hal tersebut kepada tuan besar yang merupakan suaminya.

__ADS_1


"Maaf tuan maksud dari nona kedua bukan seperti itu dia hanya tak ingin orang lain menganggap remeh kediaman keluarga Su hanya karena menerima pernikahan tersebut" jelas selir Zia Le.


"Selir Zia Le apa kau tak tau bagaimana buruknya reputasi nona kedua?" tanya Ray Su dengan suara mulai meninggi.


Selir Zia Le dan Lira Su pun seketika menciut karena mereka tak pernah menyangka jika reputasi buruk anaknya itu juga telah diketahui oleh tuan besar.


"Mohon maaf tuan besar, aku mengetahui reputasi buruk nona kedua tapi juga tidak mungkin karena itu kita akan menerima penghinaan dari keluarga lain jika kita masih tetap melaksanakan dekrit pernikahan tersebut" jawab selir Zia Le dengan penuh keyakinan.


"Kamu salah selir Zia Le, justru jika nona kedua tidak menikah dengan pangeran keempat kediaman keluarga Su ini akan lebih malu, jujur saja jika nona kedua tidak mau menikah hanya karena tidak suka menjadi selir menurut mu dengan reputasinya yang sangat buruk pangeran mana yang akan memintanya menjadi permaisuri, seharusnya dia bersyukur masih ada pangeran keempat yang ingin menjadikannya selir jika tidak dia pasti hanya akan menikahi laki-laki biasa yang tidak memiliki status tinggi" ucap Ray Su.


"Kau juga tau sendiri semenjak kejadian terakhir kali dengan pangeran pertama tidak pernah ada lagi lamaran yang datang ke kediaman ini untuk nona kedua dan ini adalah satu-satunya lamaran yang datang semenjak kejadian itu, jujur saja aku tak bisa membatalkan dekrit pernikahan itu, satu hal lagi ku harap kau tak membuat hubungan ku dan nona keempat menjauh" sambung Ray Su lagi dengan sangat tegas.


"Jika begitu dimana nona keempat berada saat ini, kenapa kali ini dia tidak ikut bersama kalian" tanya Ray Su yang berpura-pura tidak mengetahui keberadaan putri bungsunya itu.


Ini kesempatan yang bagus untuk membuat tuan besar memenuhi permintaan kami pikir selir Zia Le.


"Tuan besar, saat ini nona keempat tengah mengurung diri karena dia sangat merasa malu mendengar kakaknya nona kedua yang hanya dijadikan selir oleh pangeran keempat, bahkan karena hal itu nona keempat sudah tak makan beberapa hari" jawab selir Zia Le dengan wajah sendunya.


Maeli Su dan Mira Su pun saling menatap satu sama lain, karena mereka tak pernah menyangka jika selir Zia Le akan menggunakan cara rendahan seperti itu.

__ADS_1


"Selir Zia Le kau benar-benar wanita yang sangat berbisa hanya karena ambisi putri mu itu kau pun tak segan-segan mengorbankan diriku" batin Mira Su yang mulai marah atas kebenaran yang baru saja diketahuinya.


Maeli Su yang menyadari perubahan raut wajah adiknya itu dengan segera menggenggam tangan adiknya dengan lembut untuk menyalurkan semangat agar adiknya dapat lebih tenang.


Mira Su pun mulai dapat mengontrol emosinya dia pun tersenyum kearah kakak pertamanya sembari menggenggam kembali tangan kakak pertamanya itu.


Mendengar perkataan selir Zia Le membuat Ray Su semakin murka karenakan dengan seenaknya saja selir Zia Le menggunakan nama anaknya sendirinya untuk menekan dirinya, jujur saja jika Ray Su saat ini tak berbaikkan dengan anaknya Mira Su pasti dia akan dengan mudah mempercayai apa pun yang dikatakan selir Zia Le dan tentu saja dia akan sangat merasa bersalah pada anak bungsunya itu.


Namun semua tak sesuai dengan apa yang diharapkan selir Zia Le karena dia tak pernah tau jika tuan besar telah berhubungan baik dengan nona keempat dibelakangnya.


"Jika dia sibuk mengurung diri dan tak mau makan kenapa kau malah meninggalkannya sendiri seperti ini, seharusnya kau menjaganya dan memberikan pengertian kepadanya karena aku yakin dia pasti akan paham dengan umurnya saat ini" ucap Ray Su.


Selir Zia Le merasa kikuk karena pasalnya jawaban yang diterimanya tak sesuai dengan apa yang diinginkannya "Maafkan aku tuan besar, aku telah berusaha membujuknya beberapa kali namun tak berhasil dia malah mengatakan hanya akan makan ketika pembatalan dekrit pernikahan non kedua telah dilaksanakan" ucap selir Zia Le yang sama sekali tak ingin membuang-buang kesempatan sedikit pun.


"Mengenai pembatalan dekrit pernikahan aku sudah mengatakan kepada mu jika aku sama sekali tak bisa membantunya, jika nona kedua tetap bersikeras ingin dekrit pernikahan itu batal maka dia harus bisa membuat pangeran keempat membatalkannya sendiri, atau jika perlu rusak saja wajahnya agar pernikahan itu tak perlu terjadi sama seperti yang kalian berdua lakukan dulu pada nona pertama " ucap Ray Su.


Mendengar jawaban dari Ray Su seketika mereka pun membatu karena mereka tak pernah menduga jika Ray Su masih akan mengungkit apa yang mereka pernah lakukan kepada nona pertama bahkan mereka pun disarankan melakukan hal yang sama.


"Mengenai Mira Su biarkan saja di terus mengurung diri nanti dia juga akan keluar jika telah bosan dan jika dia masih tak mau makan maka biarkan saja, dia sudah besar dan pasti tau harus melakukan apa ketika lapar. Karena semuanya sudah jelas kalian berdua boleh keluar dari ruangan ini karena masih banyak sekali hal yang harus aku kerjakan" ucap Ray Su yang langsung pergi menuju ruang kerjanya dan meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2