Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
takut


__ADS_3

kyra melajukan mobilnya menuju pemakaman sang ayah, namun sayangnya di pertengahan jalan mobil yang di kendarai nya tiba-tiba mesinnya mati, kyra sangat panik karena dia tidak mengerti apapun tentang mesin mobil.


"aduh gimana ini?" ucapnya panik ini pertama kalinya kyra membawa mobil dan mogok di tengah jalan seperti ini.


"apa karena udah lama gak di servis ya?" ucap kyra, entah kapan terakhir kali mobil nya di servis, mungkin itulah penyebab utama mobilnya mogok.


Akhirnya kyra memutuskan untuk menelpon bengkel dan meminta untuk menjemput mobilnya,


setelah menunggu beberapa menit akhirnya beberapa pegawai bengkel yang di telpon kyra datang dan membawa mobil kyra, setelah mobilnya di bawa pergi kyra memesan ojek online agar lebih cepat sampai ketempat tujuannya.


Sekitar pukul 6 kyra sampai di pemakaman sang ayah, kyra meletakkan bunga yang tadi sempat dia beli di atas makam ayahnya, kyra mengelus papan yang menuliskan nama ayahnya sambil tersenyum menyalurkan semua kerinduannya.


"Papa, maaf ya kyra udah jarang nengokin papa" Ucap kyra, dia baru tersadar jika sekarang sudah jarang menghampiri makam sang ayah, mungkin karena sekarang ada alby yang secara tidak langsung menjadi obat sedihnya.


"Makasih ya pa karena sudah menghadirkan kak alby di hidup kyra, ternyata pilihan papa memang yang terbaik, awalnya kyra pikir hidup kyra akan penuh kesakitan, kesepian dan tidak ada lagi yang namanya kebahagiaan, karena waktu awal kyra menikah alby tidak ada di sisi kyra, setelah kembali pun, dia menghindari kyra tapi entah kenapa setelah itu dia berubah menjadi lebih perhatian dan berperilaku baik, kyra bersyukur ada dia yang menjaga dan menemani kyra, selain kak alby ada juga orang tuanya yang menyayangi kyra membuat kyra merasa ada pengganti papa" Ucap kyra menceritakan semua perasaan yang dia rasakan.


"Tapi bukan berarti kyra lupain papa loh, selamanya papa akan menjadi yang paling istimewa" Ucap kyra segera mengoreksi ucapannya tadi takut jika sang ayah mendengar dan menjadi salah paham walaupun kyra tidak bisa melihat atau mendengar sang ayah lagi, tapi kyra ingin ayahnya tau bahwa cintanya sampai kapanpun tidak akan pernah berubah.


Hari sudah mulai gelap kyra buru buru berdiri hendak pulang, tak lupa dia juga berpamitan dan berjanji untuk sering sering mengunjungi ayahnya.


Angin malam mulai terasa dingin, suasana sepi mulai menghantarkan rasa takut, di tempat yang penuh makam, pohon beringin besar yang rimbun dan suara suara aneh mulai terdengar, kyra merinding sungguh, dia ingin segera pulang dan pergi dari sana, jalanan sepi, tidak ada seorang pun di sana.

__ADS_1


Jika masih siang dan terang kyra tentu saja berani, tapi lain halnya dengan sekarang, gelap, sendirian, kaki nya mulai gemetar, kyra segera membuka handphone nya dan mencoba memesan ojek online, namun percobaan pertama di cancel oleh pengemudinya dan baru saja kyra mencoba untuk kedua kalinya namun handphone nya tiba-tiba mati, baterai nya habis, pikiran kyra menjadi buntu, hanya satu yang dia pikirkan pergi dengan jalan kaki sampai ke jalan yang di lalui oleh kendaraan.


Namun keadaan seperti tak mengijinkan kyra untuk beranjak dari sana, karena hujan tiba-tiba turun dengan deras membuat kyra mau tidak mau kembali dan meneduh di bawah pohon beringin, pohonnya cukup untuk menahan derasnya hujan tapi tetap saja air hujan dapat dengan mudah membasahi tubuh kyra.


Di tengah derasnya hujan dan rasa takut kyra hanya bisa menangis, tidak tahu lagi harus berbuat apa, harus minta tolong kepada siapa, takut, dingin, sungguh ini pertama kali dalam hidupnya kyra merasakan semua itu.


"Papa, hiks, tolong kyra, kyra mau pulang, kyra takut disini, siapa pun tolong" Ucap kyra pelan sambil terisak, bahkan berteriak pun dia tidak bisa.


"Kakak" Lirih kyra, mungkin sekarang dia berharap jika alby dapat menolongnya.


...****************...


Di apartemen, alby sungguh merasa cemas karena kyra belum juga pulang padahal sudah malam, di luar juga hujan deras, alby sudah mencoba menelfon kyra puluhan kali namun hasilnya sama saja tidak aktif.


alby tidak tau harus menghubungi siapa, dia tidak memiliki kontrak teman teman kyra, sebelumnya kyra juga tidak memberitahu dia jika ingin mampir ke suatu tempat membuat dia semakin khawatir.


duaaarrr


Kilatan cahaya di sertai petir yang menggelegar menambah rasa khawatir alby, tanpa pikir panjang dia langsung mengambil kunci mobil miliknya dan juga payung, sebelum membuka pintu dia kembali lagi untuk mengambil jaket dan mengganti kaosnya dengan sweater karena di luar akan terasa dingin.


Alby melajukan mobilnya, hanya satu tempat yang dia ketahui yang mungkin menjadi tempat dimana kyra berada, yaitu rumah milik ayah kyra, alby melajukan mobilnya dengan kecepatan hampir penuh tidak peduli jika sedang hujan deras yang mungkin saja bisa mengakibatkan kecelakaan, namun saat ini kekhawatirannya jauh lebih besar dari hujan yang saat ini sedang turun.

__ADS_1


Beruntung tidak terlalu banyak kendaraan di sepanjang perjalanan alby ke rumah kyra, mungkin karena hujan jadi tidak banyak orang yang pergi keluar.


Saat sampai di rumah kyra, alby langsung memencet bell berkali-kali sampai akhirnya wanita paruh baya datang menghampirinya.


"Bu maaf mengganggu, kyra nya ada? " Tanya alby langsung.


"Oh mba kyra sudah lama ngga kesini" Jawab wanita paruh baya itu yang tak lain adalah art di rumah kyra.


Khawatir bukan main saat mendengar jawaban dari art di hadapannya, alby tidak tahu lagi harus mencari kemana, dia tidak tahu apapun tentang kyra, saat ini alby hanya berharap kyra baik baik saja di manapun dia berada.


"kyra kalo pergi biasanya kemana aja ya?" Tanya alby lagi berharap akan mendapatkan sedikit pencerahan.


"Biasanya mba kyra paling main sama temen-temen nya" Jawab nya karena hanya itu yang dia tau.


"Kalo tempat lain?" Tanya alby lagi.


Art di hadapannya terlihat berfikir sejenak untuk mencari tahu kemana kyra pergi, karena kyra bukan perempuan yang suka pergi keluyuran jadi seharusnya tidak sulit untuk menemukan kyra.


"Ah iya mungkin mba kyra pergi ke makam ayahnya, soalnya biasanya mba kyra suka mampir kesini kalau habis dari sana" Jawabnya setelah ingat jika kyra beberapa kali datang ke rumah itu setelah pergi ke makam ayahnya.


Makam ayahnya kyra, benar juga kenapa alby tidak terpikirkan hal itu, sangat besar kemungkinan bahwa kyra ada di sana.

__ADS_1


"Boleh minta alamatnya? " Tanya alby.


Karena tak membawa buku dan pulpen alby memutuskan untuk menulisnya langsung di gugel map miliknya, setelah mendapatkan titik nya alby berterimakasih dan berpamitan untuk pergi.


__ADS_2