
kyra memejamkan matanya berusaha untuk tertidur agar rasa pusingnya bisa segera menghilang dan juga demamnya segera turun, namun sekeras apapun kyra mencoba dia tidak bisa tertidur, entah kenapa dia tidak merasa nyaman, walaupun pusing kyra membuka matanya secara perlahan.
pandangannya langsung tertuju kepada alby yang sibuk dengan laptop yang ada di pangkuannya,, kasian kak alby pasti tidak nyaman bekerja dengan posisi seperti itu, ini karena aku sakit jadi malah nyusahin, tapi entah kenapa aku malah senang, setelah melihat kak alby kenapa aku tiba-tiba merasa nyaman?. kyra kebingungan sendiri dengan pernyataan yang ada di pikirannya.
kyra jadi teringat pelukan hangat alby kemarin malam dan juga pagi tadi yang membuatnya merasa sangat nyaman, bolehkah aku merasakan pelukan itu lagi?. batin kyra dia ragu untuk bertanya ataupun meminta, tapi entah kenapa saat ini dia sangat ingin merasakan kenyamanan seperti pagi tadi, seperti kenyamanan yang dulu dia dapatkan dari sang ayah.
"kak" panggil kyra yang akhirnya mencoba untuk memberanikan diri.
"eh kamu belum tidur?, kamu mau apa?, ada yang sakit?, atau kakak ganggu kamu?" tanya alby tanpa henti dia takut jika suara ketikannya mengganggu tidur kyra.
"kakak gak ganggu ko" jawab kyra.
"aku cuma gak bisa tidur, kalo mau minta peluk boleh gak?" tanya kyra yang kini suara nya menjadi pelan karena malu.
"tapi kerjaan aku masih banyak" jawab alby, bukannya tidak mau tapi dia juga memiliki tanggung jawab atas pekerjaannya yang dia tinggalkan tadi saat menjaga kyra.
"kakak kerjain di sini aja, tapi temenin aku jangan kemana mana" ucap kyra, hilang sudah rasa malunya di gantikan manja yang biasanya dia tunjukkan kepada ayahnya.
"tapi nanti jadi ganggu kamu loh" ucap alby masih belum menyetujui keinginan kyra.
"gak ganggu ko, lagian aku kalo udah tidur kebal sama suara apapun" ucap kyra yang menatap alby penuh harap mencoba meyakinkan alby untuk menuruti keinginannya.
"ya udah oke, tapi kamu harus tidur ya" akhirnya alby menuruti kyra, dia tidak bisa menolak jika kyra sudah menunjukkan wajah seperti itu.
alby berjalan dan akhirnya duduk tepat di samping kyra, saat itu juga kyra melingkarkan tangannya di perut alby, rasa nyaman dapat kyra rasakan.
"kamu biasanya suka kaya gini ya?" tanya alby sambil membenarkan beberapa rambut yang menghalangi wajah kyra.
__ADS_1
"iya, biasanya kalo sakit selalu di peluk papa, sebenarnya setiap hari aku selalu peluk papa sih" jawab kyra membuat kyra kembali mengingat sang ayah membuat rasa rindu kembali hinggap.
"kamu pasti kehilangan banget ya" ucap alby yang sudah jelas jawabannya adalah iya.
"kalo kamu kangen papa kamu atau pengen pelukan sekarang ada aku, aku bisa ko kasih kamu pelukan" ucap alby membuat kyra mendongak ke atas untuk menatap mata alby.
"kakak sendiri yang bilang loh ya, aku bakal sering minta peluk mulai sekarang" ucap kyra, dia sama sekali tidak berpikir untuk menolak karena pelukan hangat alby memang membuat rasa rindu kyra sedikit berkurang.
"sudah, sekarang kamu tidur" titah alby lalu mengelus kepala kyra dengan lembut, membantu kyra agar lebih cepat tertidur.
...****************...
pukul 2 siang kyra terbangun dan masih dengan posisi yang sama kyra menjadi tidak enak hati, apakah alby sudah makan siang?, apakah punggungnya pegal?, apakah kyra menganggu pekerjaannya?.. pertanyaan pertanyaan keluar di pikiran kyra lalu dengan cepat kyra melepaskan pelukannya dan mundur sedikit memberi jarak antara dirinya dan alby.
"eh kamu udah bangun?, gimana udah enakan?, masih pusing gak?, coba aku cek panas nya" ucap alby lalu langsung menempelkan tangan nya di dahi kyra, demamnya belum hilang tapi sudah lebih baik daripada tadi pagi.
"aku udah enakan ko, pusingnya juga cuma tinggal sedikit" jawab kyra.
"belum, aku takut kamu bangun kalo ninggalin kamu, tapi kamu bener loh pas tidur kamu kebal sama suara, sampe suara ketikan laptop yang deket banget sama kuping kamu aja kamu tidur nyenyak gak gerak sedikitpun, tapi kamu jangan ngerasa gak enak ya, kamu gak ganggu sama sekali ko" jelas alby sambil tersenyum yang membuat hati kyra seketika terasa damai.
"kamu mau makan apa?, biar aku pesan online" tanya alby lalu mengambil handphone miliknya.
"aku mau sop ayam aja" jawab kyra dan alby pun langsung memesan pesanan kyra.
"kamu mau mandi dulu? , biar aku anterin ke kamar mandi" tanya alby.
"iya badan aku lengket soalnya gak enak, tapi gak perlu di anterin aku bukan anak kecil" jawab kyra merasa di perlakuan seperti anak kecil, walaupun dia sakit tapi untuk ke kamar mandi seharusnya dia bisa pergi sendiri.
__ADS_1
kyra mencoba untuk berdiri dan melangkah namun rasa pusing tiba-tiba hinggap membuat kyra kehilangan keseimbangan badannya, untung saja alby dengan sigap menahan tangan dan badan kyra agar tidak terjatuh.
"tuh kan pasti pusing, makanya jangan ngeyel, ayo aku bantuin" ucap alby, dia tau pasti ini akan terjadi karena kyra sudah terlalu lama terbaring di tempat tidur.
alby membantu kyra untuk mengambil pakaian dan setelah itu baru ke kamar mandi, alby mendudukkan kyra di toilet duduk sedangkan dirinya mengatur suhu air untuk kyra mandi nanti.
"air nya sudah hangat, nanti kalo sudah selesai panggil aku aja jangan jalan sendiri nanti kamu jatuh" ucap alby setelah selesai mengatur suhu air lalu setelah itu pergi meninggalkan kyra.
kyra tersenyum hatinya bahagia, setelah sekian lama akhirnya kyra merasakan kasih sayang lagi, bahkan seperti dulu sang ayah juga tidak sampai seperti ini dalam memanjakannya.
setelah selesai kyra memanggil alby lagi sesuai dengan permintaan alby tadi, walaupun kyra sudah merasa lebih baik tapi entah kenapa di perlakuan seperti ini membuat kyra ingin merasakannya lagi dan lagi.
"makanannya masih sebentar lagi, kamu mau nunggu sambil apa?, nonton? " tanya alby berniat mengambilkan laptop milik kyra.
"ngga usah nanti malah ganggu kakak" jawab kyra lalu dia memilih untuk membuka handphone miliknya dan mengabari teman temannya yang sudah mengirimkan puluhan chat dan telpon menanyakan dirinya.
makanan datang namun kyra masih asik dengan ponselnya, dan alby membiarkan hal itu, segera setelah alby menyiapkan makanan dia datang dan duduk di samping kyra.
"aaa" ucap alby dan kyra pun menurut untuk membuka mulutnya.
lagi chat sama temen-temennya ya?. batin alby, tadi dia sedikit mengintip karena sangat penasaran hal apa yang membuat kyra tidak menyadari keberadaannya.
"eh—" kyra terkejut saat sadar dirinya mengunyah sesuatu namun terasa enak, kyra menduga jika alby menyuapi nya lagi dan benar saja saat kyra menoleh kepada alby kyra dapat melihat alby sedang menyiapkan suapan berikutnya.
aduh malu banget, sejak kapan?, ko aku bisa gak nyadar sih. rutuk kyra dalam hatinya.
"sudah kosong ya, ayo a lagi" ucap alby, seperti sedang mengasuh anak kecil.
__ADS_1
"kak maaf aku terlalu fokus ke handphone tadi, sini aku bisa makan sendiri ko" ucap kyra mencoba mengambil mangkuk yang ada di tangan alby.
alby tersenyum diiringi sedikit tawa dan berkata "udah telat, nih lihat tinggal satu sendok lagi, ayo a ini terakhir" hal itu sukses membuat wajah kyra memerah karena malu.