
tok tok tok
setelah mengetuk pintu kamar dan menunggu beberapa saat namun tidak ada jawaban, alby memberanikan diri untuk meraih gagang pintu dan dengan hati hati alby buka perlahan pintunya.
"kyra" panggil alby pelan.
"masih tidur ya?" panggil alby lagi saat melihat kyra yang masih meringkuk di kasurnya.
"papa" gumam kyra dengan mata terpejam yang kini mengeluarkan buliran air mata.
"kyra, kamu kenapa?, ko nangis?" tanya alby yang terkejut saat melihat kyra tertidur tapi menangis, karena kyra tidak bereaksi apapun akhirnya alby mendekatkan dirinya kepada kyra.
betapa terkejutnya alby saat melihat wajah kyra yang pucat dengan suhu tubuh yang sangat panas.
"pasti karena semalem kehujanan ya makanya demam" ucap alby dia tidak tega melihat kyra yang tertidur dengan demam tinggi dan selalu menggumamkan ayahnya.
"semalem aku juga lupa buat ingetin kamu makan, malah langsung nyuruh kamu istirahat, maaf ya" ucap alby dia teringat jika kemarin malam kyra belum makan begitu juga dengan dirinya, karena ke khawatirannya kepada kyra alby jadi tidak merasakan lapar bahkan saat kyra sudah ketemu alby lupa bahwa mereka berdua belum makan.
"kehujanan terus di tambah lagi gak makan, pantes aja kamu sakit, maaf ya aku gak bisa jagain kamu dengan baik" alby merasa bersalah karena dirinya yang lalai menjaga kyra akhirnya membuat kyra terbaring lemas karena demam.
alby berdiri dan mengambil termometer untuk mengecek suhu tubuh kyra, tak lupa dia juga membawa sebuah wadah kecil beserta handuk untuk mengompres kyra.
alby terkejut saat melihat suhu tubuh kyra mencapai 39°, apa yang harus dia lakukan?, dia tidak pernah merawat seseorang sebelumnya, yang bisa di pikirkan alby sekarang hanyalah membawa kyra ke rumah sakit.
"kyra, bangun, kita ke rumah sakit yu" panggil alby dengan berat hati dia harus mengganggu tidur kyra, entah kyra sedang tidur atau tidak yang jelas kyra sama sekali tidak membuka matanya bahkan saat dia memanggil ayahnya.
"kyra" panggil alby lagi namun tidak di respon, alby berniat untuk menghubungi dokter saja lewat sebuah aplikasi, namun saat tangan alby yang sedang menyentuh lengan kyra di angkat tiba-tiba kyra memegang tangannya.
"jangan pergi" lirih nya tanpa membuka mata.
"iya iya aku gak pergi, aku cuma mau telpon dokter sebentar" jawab alby lalu berusaha melepaskan tangan kyra yang sedang memegang tangannya.
__ADS_1
"jangan lepas, peluk" pinta kyra yang masih terpejam.
alby terkejut dengan permintaan, apakah semua orang yang sedang sakit seperti ini?, tentu saja tidak, sepertinya setiap orang sakit memiliki kebiasaan yang berbeda.
"mau peluk" lirih kyra, diiringi air mata yang keluar membasahi bantal miliknya.
melihat kyra seperti itu alby menjadi tidak tega, akhirnya dia membaringkan tubuhnya di samping kyra dan memeluknya, sesekali mengelus kepalanya agar kyra lebih tenang dan berhenti menangis, dan benar saja tidak perlu waktu lama akhirnya kyra berhenti menangis dan tertidur dalama pelukan alby.
kalo ketularan sakit gimana?, pikir alby yang mungkin saja terjadi namun di detik berikutnya alby merasa tidak keberatan jika harus mengambil alih rasa sakit yang kyra rasakan sekarang.
perlahan alby melepaskan pelukannya dengan sangat hati-hati karena takut membangunkan kyra, setelah berhasil melepaskan kyra dari pelukannya alby segera beranjak dari tempat tidur dan pergi meninggalkan kyra, saat sudah berada di ruang tamu akhirnya alby membuka handphone miliknya dan menelpon dokter.
setelah beberapa menit berkonsultasi kepada dokter akhirnya alby mendapatkan resep obat yang langsung dia pesan saat itu juga, dia juga memesan bubur agar kyra lebih mudah untuk memakannya.
saat melihat jam di dinding alby terkejut karena sekarang sudah jam 9 dan tentu saja dia sudah memiliki beberapa panggilan tak terjawab dari asistennya, akhirnya alby mengirim pesan sebagai balasan.
^^^alby^^^
reno(asisten)
baik Pak, akan segera saya kirimkan.
setelah itu alby mengambil laptop miliknya dan pergi ke kamar kyra lagi, alby juga mengambil wadah kecil dan juga handuk untuk mengompres kyra agar demamnya segera turun.
dengan gerakan yang hati-hati alby menempelkan handuk kecil itu ke dahi kyra, ingin rasanya alby membangunkan kyra untuk memakan buburnya yang baru saja datang namun alby tidak tega untuk membangunkan kyra, akhirnya alby memilih untuk menunggu sembari dia mengerjakan pekerjaannya.
Setelah kurang lebih setengah jam akhirnya kyra membuka sedikit matanya, pusing, itu lah yang kyra rasakan saat ini sehingga memilih untuk tiduran saja, namun kyra melihat seseorang yang duduk di sofa tak jauh dari tempat tidurnya.
kak alby? batin kyra dengan menyipitkan matanya agar bisa memastikan jika yang dia lihat itu nyata.
apa tadi juga kak alby?, orang yang aku pinta untuk memelukku, apa itu kak alby? bukan papa?.. tanya kyra dalam hatinya, tentu saja kyra tau jika orang yang sudah meninggal tidak akan pernah bisa kembali, namun tadi sesaat kyra melihat bayangan sang ayah saat dia sedang merasakan pusing yang teramat sangat menyakitkan kepalanya di tambah dengan suhu tubuhnya yang panas membuat dia berfikir bahwa sang ayah datang untuk melihatnya meski itu sebagai bayangan, ruh, ataupun imajinasinya, karena kyra sangat merindukan sang ayah membuat kyra tidak menginginkan sosok itu untuk pergi dan meminta untuk memeluknya hingga ia terlelap.
__ADS_1
alby yang ingin mengganti kompresan kita terkejut karena kyra tiba-tiba membuka matanya saat alby mengangkat handuk kecil yang tadi menempel di dahi kyra.
"eh kamu udah bangun?, pusing ya?, apa yang kamu rasain sekarang?" tanya alby lalu duduk di samping kyra yang masih terbaring di tempatnya.
"pusing sama lemes aja" jawab kyra.
"kalo gitu makan dulu ya, biar kamu ada tenaga" ucap alby.
"tapi aku lagi gak pengen makan apa apa" ucap kyra, mulutnya terasa sangat tidak enak sehingga dia tidak menginginkan untuk mengonsumsi apapun.
"kamu gak boleh gitu, walaupun gak mood makan kamu harus tetap makan walaupun sedikit, biar cepet sembuh" ucap alby dia mengerti jika kyra tidak ingin makan karena dia juga seperti itu jika sedang sakit.
"tadi aku udah beliin kamu bubur, mau ya, makan sedikit aja gak papa, biar bisa minum obat" bujuk alby, membuat kyra mau tidak mau menuruti perkataan alby.
setelah kyra mengiyakan ucapannya alby langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan bubur air minum dan juga obat lalu setelah itu kembali ke kamar kyra.
"nih minum dulu, kamu harus banyak minum biar cepet sembuh" ucap alby.
"aaaa" ucapnya saat sendok berisi bubur sudah siap untuk masuk ke dalam mulut kyra.
"aku bisa sendiri kak" ucap kyra, dia tidak ingin merepotkan alby.
"gak papa, aku suapin aja" ucap alby, sedangkan kyra yang tidak memiliki banyak tenaga untuk membalas perkataan alby hanya bisa menurut.
beberapa suapan berhasil masuk namun saat suapan ke enam kyra menolak karena sudah merasa kenyang.
"satu lagi ya, satu suap lagi aja, ini terakhir" bujuk alby namun dia mengambil satu sendok penuh untuk di berikan kepada kyra.
"kak itu kebanyakan" ucap kyra melihatnya saja sudah membuat perutnya terasa begah.
"ya udah iya di kurangin" ucap alby lalu dia memberikan suapan terakhir itu pada kyra, setelahnya alby juga memberikan obat penurun kepada kyra.
__ADS_1
"kamu istirahat lagi ya" ucap alby lalu dia mengganti selimut tebal kyra dengan selimut yang lebih tipis padahal dokter memberitahu untuk tidak memakai selimut ataupun baju terlalu tebal, namun alby takut kyra merasa risih jika tidur tanpa selimut sedangkan ada dia di dalam kamarnya.