
hari ini alby pulang lebih dulu daripada kyra, tadi siang kyra mengabari akan sedikit telat karena harus mengerjakan tugas bersama temannya.
"sudah mau jam 8, kyra sudah makan belum ya?, dari tadi chat juga belum di balas, pasti lagi sibuk banget" gumam alby yang sedari tadi tak berhenti melihat jam di dinding dan juga melihat ke pintu, berharap kyra segera pulang.
setelah menunggu sepuluh menit akhirnya pintu terbuka menampilkan kyra yang berjalan lesu seperti kehabisan tenaga.
"welcome home" ucap alby setelah menghampiri kyra, membuat kyra menampilkan senyum manisnya.
"ko lemes gini?, belum makan ya? " tanya alby yang di balas anggukan oleh kyra.
"kalo kakak?, sudah makan? " tanya kyra.
"belum, kan nunggu kamu biar makannya bisa bareng" jawab alby, lalu dia merentangkan tangannya.
"sini aku kasih energi aku buat kamu biar gak lemes lagi" ucap alby dan tanpa menunggu lama kyra langsung memeluk alby, mengisi kembali energinya yang telah terkuras habis karena tugas nya yang menumpuk.
"udah, makasih ya energinya" ucap kyra, pelukan alby yang nyaman mengembalikan energinya yang hilang.
"ya udah mau langsung makan atau mandi dulu?" tanya alby.
"mandi dulu aja, udah lengket banget soalnya" jawab kyra.
"oke, biar aku angetin dulu makanannya" ucap alby.
...****************...
"kyra, temen aku kan ngadain acara kumpul kumpul gitu di puncak, aku juga di ajak, kamu mau ikut gak? " tanya alby kepada kyra yang terlihat sangat lahap memakan makan malam nya.
"puncak? " tanya kyra dengan binar dimatanya, siapa juga yang tidak senang jika di ajak kesana?.
"iya, katanya ada juga temen aku yang bawa adiknya yang seumuran sama kamu" jawab alby.
"mau ikut, tapi nanti di sana kakak jangan jauh-jauh ya" pinta kyra.
"iya nggak, nanti aku temenin kamu terus" balas alby.
...****************...
tok tok tok
"masuk" jawab alby saat pintu ruangannya di ketuk.
__ADS_1
lalu seorang perempuan datang dengan beberapa berkas dan ipad di tangannya, perempuan itu adalah sekertaris alby.
"pak, ini berkas yang perlu di bawa untuk lusa, dan ini jadwal bapak selama satu minggu di Singapore" ucap Tiffany, lalu menyerahkan semua yang ada di tangannya ke atas meja alby.
"lusa?, Singapore? " tanya alby dengan wajah kebingungannya.
"iya, lusa ke Singapore, bapak lupa ya? " tanya Tiffany.
karena terlalu sibuk dengan acara kencannya, alby sampai melupakan hal penting tentang pekerjaannya, alby sama sekali tidak ingat jika dia harus pergi keluar negeri, jika sekretarisnya tidak mengingatkan, alby tidak akan ingat sama sekali.
"tapi minggu ini saya ada acara, bisa di re schedule gak? " tanya alby, berusaha mencari cara agar tetap bisa pergi bersama kyra minggu ini.
"maaf Pak tapi tidak bisa" jawab Tiffany.
"ya sudah kalau gitu" alby menyerah, bagaimanapun, pekerjaannya adalah tanggung jawab dia sendiri dan jika alby abai mungkin akan berdampak buruk baginya dan orang lain.
"kasian kyra, pasti dia sedih" gumam alby setelah Tiffany keluar dari ruangannya.
...****************...
keesokannya harinya setelah pulang bekerja alby langsung mem packing barang yang akan dia bawa, saat alby masih memasukkan pakaiannya ke dalam koper pintu masuk terbuka menandakan kyra sudah pulang, alby pun langsung keluar kamar untuk menyambut kyra.
"Hai kak, udah lama pulangnya? " sapa kyra saat alby menghampirinya.
"kyra, habis kamu mandi langsung siap siap ya, kita makan di luar" ucap alby.
"oh oke, tunggu sebentar ya kak" ucap kyra.
"gak usah buru buru, lama juga aku tungguin" ucap alby dan kyra pun menganggukkan kepalanya.
pukul 7 malam akhirnya alby dan kyra sampai di sebuah restaurant seafood, alby memesan udang bakar kesukaan kyra, dan ikan untuknya dan beberapa menu tambahan lain.
"kyra" panggil alby di saat mereka sedang menikmati makan malam.
"iya? " jawab kyra.
__ADS_1
"aku mau minta maaf, acara minggu ini yang ke puncak harus di cancel, soalnya tiba-tiba aku ada kerjaan ke Singapore seminggu, is it ok? " ucap alby dengan tak enak hati.
kyra yang awalnya makan dengan lahap seketika berhenti saat mendengar penuturan alby, hatinya sedikit kecewa.
"ah gitu, iya gak papa" jawab kyra.
"tenang aja, habis aku pulang dari Singapore kita pergi liburan ke puncak, berdua, nginep juga biar di sananya bisa puas, ya? " alby mencoba memberikan penawaran agar kyra tidak terlalu merasa kecewa.
"tapi beneran ya nanti kita di sana nginep" pinta kyra.
"iya nanti kita nginep di sana" ucap alby.
"udah packing? " tanya kyra.
"udah ko" jawab alby.
"besok berangkat jam berapa?, mau aku anter ke airport?" tanya kyra.
"berangkat pagi, gak usah anter, kamu kan harus kuliah, aku sendiri aja eh tapi nanti ada sekertaris aku juga sih, jadi berdua" jawab alby dan entah kenapa hal itu membuat hati kyra menjadi resah.
"berdua aja? " tanya kyra.
"iya" jawab alby.
"sekertaris kamu perempuan? " tanya kyra membuat hatinya semakin tak karuan.
"iya, perempuan, kalau sebelumnya laki-laki cuma dia resign, kenapa? " tanya alby.
"ah nggak cuma asal tanya aja" jawab kyra dan kembali fokus ke makanannya, mencoba untuk mengalihkan pikirannya agar hatinya tak lagi resah.
...****************...
Pagi hari telah tiba, alby sudah siap berangkat, bahkan koper miliknya sudah dia taruh di dekat pintu, sedangkan kyra masih menggunakan piyamanya, kyra sudah bangun dari tadi tapi belum mau mandi karena takut tidak bisa menyaksikan alby saat akan pergi.
"aku berangkat dulu ya, kamu baik-baik di rumah, kalau takut di sini sendiri nginep di rumah mama aja ya" ucap alby.
"iya nanti aku ke rumah mama kalo takut di sini, kakak juga di sana baik-baik ya, jangan lupa kabarin juga" ucap kyra.
"pasti, kamu gak perlu khawatir, sesibuk apapun pasti akan selalu kabarin kamu" ucap alby lalu mendekat dan memeluk kyra dengan erat tak lupa alby juga mencium pucuk kepala kyra.
kyra yang berada dalam pelukan alby rasanya tak ingin melepaskan pelukan itu, apalagi saat mendapatkan ciuman lembut yang sekarang sudah menjadi bagian favoritnya setiap pagi, jika boleh kyra ingin mengurung alby di kamar agar tidak pergi kemanapun, tapi yang bisa kyra lakukan hanyalah melepaskan alby juga pelukan hangatnya.
__ADS_1
"bye, nanti aku kabarin kalo udah sampe airport" ucap alby lalu mengambil kopernya.
"bye" balas kyra, melambaikan tangannya dan tersenyum walaupun sebenarnya tak ingin tersenyum sama sekali.