
tanpa terasa waktu magang pun selesai, dan kini kyra, fara, dan karyawan lain sedang merayakannya dengan makan malam bersama, di sana juga ada alby dan Tiffany.
"selamat buat fara dan kyra karena telah menyelesaikan masa magang kalian" ucap alby.
"terimakasih pak" jawab kyra dan fara.
"yah, habis ini traktiran makanan sama coffee bakal berkurang dong, soalnya kyra udah gak ada" ucap salah satu karyawan tanpa ragu, membuat kyra memasang wajah bingung.
"eh?, gimana? " kyra bertanya karena tak mengerti, apakah dia sudah ketauan?, pikir kyra.
"iya istrinya bos kan sudah gak kerja jadi pasti kita jarang dapet makanan lagi" jawab karyawan yang tadi.
"eeeh?, kalian udah tau? " tanya kyra yang sekarang terkejut bukan main.
"aduh kamu lucu deh" ucap salah satu karyawan lain.
"masa selama berbulan-bulan kamu sering ngilang pas jam kerja gak ada yang curiga, mana di samperin sekertaris bos terus, kadang bos nya sendiri yang nyamperin, belum lagi pulang pergi bareng terus, mana mungkin kita gak ada yang tau" jawaban dari salah satu karyawan membuat kyra mengerti.
iya juga, sudah sejelas itu mana mungkin tidak ada yang tau, pikir kyra.
tapi jujur aja sekarang kyra malu banget, rasanya seperti sudah terpergok melakukan sesuatu, aduh kyra mau pulang aja sekarang.
"sudah, sudah, soal itu gak usah di bahas, kalau kalian mau makan atau minum nanti bilang Tiffany aja" ucap alby, dia mengerti sekarang kyra sangat malu dan canggung makanya dia gerak cepat untuk mengalihkan pembicaraan.
"hehe makasih pak" ucap karyawan tadi.
setelah makan malam selesai semuanya kembali pulang ke rumah masing-masing, kyra juga sekarang sudah duduk manis di dalam mobil.
"kakak sudah tau ya?, kalau orang-orang kantor tau tentang kita? " tanya kyra kepada alby dengan nada merajuk.
"baru tau tadi, tapi aku udah menduga kalau mereka akan tau tentang kita cepat atau lambat, makanya tadi aku gak kaget waktu mereka tau tentang kita" jawab alby apa adanya.
"bisa-bisanya aku berpikir bahwa gak ada yang curiga tentang kita" kyra merutuki kebodohannya.
"haha udah bahas itu nya, sekarang kita mau kemana?, langsung pulang?" tanya alby.
__ADS_1
"iya langsung pulang aja" jawab kyra.
...****************...
kembali ke rutinitasnya menjadi mahasiswa, kini kyra sedang sibuk mengerjakan tugas bersama dengan lily dan fara, kebetulan mereka mendapat kerja kelompok bersama.
"aduh capek banget, tugas gak selesai-selesai, nambah terus tiap hari" keluh fara.
"huaa waktunya bisa di percepatan aja ngga?, langsung lulus gitu biar enak gak usah pusing" ucap fara.
"lo si iya gak pusing, kyra tuh kasian kalo kita tiba-tiba lulus" ucap lily, mengingatkan fara yang sepertinya lupa akan masalah kyra.
"oh iya, ya udah deh gak papa, tugas numpuk juga gak papa" fara mengalah, daripada temannya tersiksa.
"ngomong-ngomong soal itu, hubungan kalian masih belum ada kemajuan ya?" tanya fara, kini suasananya menjadi hening.
"mungkin memang belum waktunya, tapi tenang aja gue masih ada waktu, nanti kalau gue bingung soal skripsinya gue gak bakal maksain buat lulus tepat waktu, kalau kak alby nerima cinta gue baru gue semangat ngerjain skripsinya" ucap kyra, mengundang tawa kedua temannya.
"bisa aja lo" ucap fara.
"gue sih free terus kalo gak lagi sibuk nugas" jawab fara, dia paling mentok main ya ke mall.
"kalo gue mau ke rumah mamanya alby sih, mau minta di ajarin bikin kue" jawab kyra.
"kue buatannya enak banget loh, kalian harus cobain" ucap kyra.
"kita ikut boleh gak? " pinta fara dengan tatapan penuh harap nya.
"iya, gue juga mau nyobain, mau liat juga gimana cara bikin kue" lily ikut memohon kepada kyra.
akhirnya kyra menyetujui kedua temannya untuk ikut, kyra juga meminta ijin kepada mama mertuanya, dan untungnya mama mertuanya mempersilahkan dengan senang hati.
...****************...
hari sabtu kyra menjemput kedua temannya untuk berangkat ke rumah mertuanya, setelah menjemput kedua temannya kyra langsung menancapkan gas untuk pergi ke rumah mertuanya.
__ADS_1
sesampainya di sana ketiganya langsung di sambut penuh kehangatan, seperti bertemu dengan ibu ke dua karena mamanya alby sangat ramah dan baik.
"kalian sudah makan?, mau minum sesuatu? " tawar adira kepada ketiganya.
"kita sudah makan tante, saya minum air putih aja" ucap fara begitupun dengan lily.
"Hai kyra" sapa Bima yang baru saja datang dari arah taman belakang.
"loh alby mana?, gak ikut? " tanya Bima heran, biasanya alby tak pernah absen mengantar kyra kesana.
"lagi ke kantor pa, tadi ada kerjaan mendadak, katanya gak lama ko" jawab kyra.
"ya sudah kalau gitu, papa ke sana dulu ya, mau ngasih makan ikan" ucap Bima lalu pergi menuju aquarium kecil miliknya.
"kalian mau langsung bikin kuenya sekarang?" tanya adira.
"boleh tante" jawab lily dan fara dengan semangat.
orang tua lily memang baik dan penuh kasih sayang, tapi tak pernah membiarkan dia menyentuh dapur, katanya nanti luka lah, nanti kena minyak lah, dan lain-lain.
sedangkan orang tua fara, sama sekali tidak perduli akan putra dan putrinya, asalkan masih ada asisten rumah tangga orang tuanya akan merasa tenang, jadi fara sangat antusias sekali soal belajar membuat kue ini, apalagi ternyata ibunya alby sangat baik, berkali-kali lipat lebih baik daripada ibunya sendiri.
boleh angkat aku jadi anak gak. batin fara, saat mengamati adira yang menjelaskan dengan lembut dan ramah tata cara membuat kue dan bahan apa saja yang di perlukan.
"nah ini siapa yang mau coba mengaduk ini? " tanya adira.
"aku mau, aku mau" fara mengangkat tangannya tinggi.
"nah aduk pelan kaya gini ya" ucap adira, mencontohkan cara nya terlebih dahulu.
"ma ini segini cukup belum? " tanya kyra, menunjukkan adonan di dalam mangkok yang sudah dia mixer.
"cukup sayang, wah udah makin pinter ya sekarang" puji adira, kemampuan memasak kyra sekarang sudah berkembang, bukan hanya memasak membuat kue seperti sekarang pun kyra sudah bisa melakukannya dengan lebih baik.
setelah itu semua sibuk melakukan tugasnya masing-masing, lelah namun menyenangkan, jika semua mertua seperti ini mungkin banyak orang yang tidak akan takut menikah.
__ADS_1