
kyra tidak bisa tidur karena tadi sore ketiduran, perutnya terasa lapar padahal tadi dia sudah makan malam, akhirnya kyra memutuskan untuk pergi ke dapur dan mencari makanan di sana.
kyra membuka kulkas berharap ada sesuatu di sana yang bisa mengisi perutnya, dan kyra melihat ada sebuah box berisi makanan.
"ini makanannya dia atau dia pesenin buat aku? " ucap nya pelan.
kyra mengecek tong sampah dan tenyata ada box makanan yang sama di sana, kyra menjadi yakin sekarang jika makanan yang ada di kulkas itu miliknya.
"berarti aku tadi gak salah denger, hehe makasih ya, tenang aja sekarang makanannya gak terbuang percuma" ucap kyra senang karena mendapatkan makanan, lalu kyra menghangatkan makanannya menggunakan microwave.
...****************...
pagi hari alby hendak memasak untuk sarapan namun ternyata kulkasnya kosong, sama sekali tidak ada bahan makanan, bahkan kemasan instan pun tidak ada.
"harus belanja nih" gumam alby sambil menutup lemari penyimpanan yang biasa dia gunakan untuk menyimpan makanan instan.
alby berjalan ke arah kamar kyra, dia ingin mengajak kyra untuk sarapan di luar dan juga belanja bahan makanan.
tok tok tok
alby mengetuk pintu kamar kyra, walaupun tadi dia sempat ragu karena takut mengganggu kyra karena ini adalah weekend.
"buka aja pintunya gak di kunci" ucap kyra dari dalam kamar.
akhirnya alby membuka pintu kamar kyra, dapat alby lihat jika kyra baru saja terbangun, rambutnya yang berantakan dan mata yang terlihat sangat berat untuk di buka, kyra duduk untuk mengumpulkan seluruh nyawanya.
" maaf karena aku kamu jadi kebangun ya, kalo masih ngantuk tidur lagi aja gak papa" ucap alby, dia merasa tidak enak karena sudah membangunkan kyra.
"gak papa ko, emang sudah waktunya buat bangun, tapi aku ini bukan pemalas loh ya, aku baru bangun karena tadi malem gak bisa tidur" ucap kyra dia tidak mau jika di cap sebagai pemalas.
tanpa di sadari alby menyunggingkan senyumnya melihat tingkah kyra, namun senyumnya terpaksa berhenti karena kyra kembali membuka suara.
"ada apa pagi pagi kesini?" tanya kyra kepada alby.
"mau ngajak kamu buat sarapan di luar soalnya di kulkas udah gak ada makanan, terus sekalian mau ke supermarket juga buat belanja" jawab alby.
"oke deh, kalo gitu aku mandi dulu ya" ucap kyra semangat karena akan menghirup udara segar.
__ADS_1
"oke, aku juga mau ganti baju" ucap alby lalu dia kembali ke kamarnya
...****************...
alby dan kyra sudah berada di sebuah restoran yang cukup terkenal, restoran yang bernuansa Eropa dari nama, menu, hingga dekorasi tempatnya.
"kamu mau pesan apa?" tanya alby, mereka berdua bingung harus memilih makanan yang seperti apa.
"aku bingung, kamu ada ide gak?" tanya kyra, entah sudah berapa kali kyra membolak balik menu yang dia pegang namun dia tidak menemukan makanan yang menarik baginya.
"Mm aku juga gak tau harus pilih yang mana" Jawab alby yang sama bingung nya.
"sandwich?, croissant?, or toast? " Tanya alby, yang akhirnya pilihan jatuh di toast dan croissant, tak lupa juga memesan coffee sebagai minumannya.
setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya pesanan mereka datang, terlihat begitu cantik dan harum.
"kamu suka?" tanya alby.
"suka, ini enak" jawab kyra yang masih menikmati makanannya.
setelah selesai makan mereka tidak langsung pergi, kyra dan alby berniat untuk bersantai sejenak sambil menghabiskan coffee mereka.
"iya?" tanya kyra dengan pandangan mata yang terfokus kepada alby.
"maaf karena sebelumnya aku menghindari kamu, karena jujur saja aku belum siap untuk menikah karena aku terlalu terbiasa sendirian" ucap alby.
" it's ok, aku ngerti ko" jawab kyra sangat singkat.
"pernikahan ini terlalu mendadak, dan mungkin kita sama sama merasa kurang nyaman atau canggung, tapi kita tidak bisa seperti ini terus karena setiap hari kita akan bertemu, jadi jika kamu tidak nyaman melihat aku sebagai suami, kamu bisa mulai dengan melihat aku sebagai seorang kakak" ucap alby, hanya itu yang bisa dia lakukan untuk mengurangi kecanggungan diantara mereka berdua.
"lalu setelah itu? " tanya kyra.
"setelah itu kita biarkan waktu yang menjawab" jawab alby, alby tidak mau mengatakan sesuatu yang nantinya tidak biasa dia tepati.
apa pilihan yang bisa kyra pilihan selain menyetujui semua ucapan alby?, mau tidak mau suka tidak suka kyra menerima nya.
"oke kalo gitu kak alby" ucap kyra, lebih baik seperti ini dari pada dia terus terusan canggung, mulai sekarang kyra akan menganggap alby sebagai kakaknya.
__ADS_1
"kamu mau aku panggil adek? " tanya alby supaya panggilannya menjadi serasi.
"gak mau, panggil nama aja" jawab kyra, dia akan merasa geli jika di panggil adek, dia sudah bukan anak kecil lagi dan merasa tidak pantas di panggil adek.
"oke kalo gitu, ayo kita belanja" ajak alby lalu berdiri.
"ayo" kyra memasukkan barang barangnya ke dalam tas selempang miliknya lalu setelah itu pergi menuju mobil alby.
...****************...
pukul 11 siang akhirnya mereka sampai di apartemen dengan membawa beberapa kantong yang berisi belanjaan.
"makan siang kita pesen online aja ya" ucap alby, karena dia tidak tau harus masak apa dan lagi rasanya sekarang dia mau istirahat.
"oke" jawab kyra yang masih sibuk menaruh belanjaan ke dalam lemari dan kulkas.
"oh iya, disini gak ada ART terus siapa yang bersih bersih?" tanya kyra.
"oh ada ko, tapi datengnya seminggu sekali, kayanya besok baru dateng, kamu kalo ada baju kotor taro aja di belakang biar besok di cuciin sekalian" jawab alby.
"baju kotor punya aku udah aku cuci ko, punya kamu juga, udah aku cuciin sekalian tapi kayanya masih ada yang belum di cuci sih" ucap kyra yang membuat alby terdiam sebentar, alby berhenti merapikan belanjaannya dan melihat ke arah kyra..
"baju aku?, maksud kamu, kaos, kemeja, sama setelan jas kerja aku?" tanya alby berharap kyra tidak mencuci dengan menyatukan semuanya.
"iya, karena ada di belakang jadi aku satuin aja sekalian sama baju aku biar hemat waktu dan hemat sabun" ucap kyra merasa bangga karena dirinya bisa mengatur waktu dan tidak boros.
astaga... batin alby ingin rasanya dia teriak namun tidak mungkin.
"kenapa kamu satuin?, harusnya kemeja sama jas punya aku di cuci terpisah gak pakai mesin cuci" ucap alby membuat senyum bangga di wajah kyra seketika luntur.
"maaf" lirih kyra menatap alby dengan wajah yang menampakkan bahwa dirinya merasa bersalah dan menyesal.
melihat wajah kyra yang seperti itu membuat alby tidak jadi marah, bagaimana dia bisa marah jika kyra membuat wajah seperti kucing yang minta di kasihani.
"ya sudah gak papa, kalo rusak bisa beli lagi" ucap alby menampilkan sedikit senyum di bibirnya agar mood kyra menjadi lebih baik.
"lain kali jangan di ulangi ya, atau biarin aja ART yang nyuci" ucap alby lagi sambil menepuk pelan kepala kyra.
__ADS_1
kyra mengangguk mengiyakan, lalu mereka kembali pada aktivitas masing-masing, dan setelah itu mereka memutuskan untuk menonton sebuah film sambil menunggu makan siang datang.