
Minggu ini Kyra dan Alby pergi kencan ke sebuah kota yang memiliki banyak destinasi wisata, walaupun jaraknya tidak dekat Alby tetap menuruti permintaan kira untuk pergi ke sana, butuh waktu setidaknya 2 jam untuk pergi kesana, itu pun jika tidak terkena macet, untunglah mereka berangkat pagi jadi tidak terkena macet.
"kyra stop dulu, jangan gerak ya" ucap Alby, saat melihat posisi kyra sangat pas untuk diabadikan dengan kamera.
kyra terlihat sangat cantik walaupun wajahnya tidak terlihat, dress berwarna biru membuatnya terlihat sangat anggun, bunga yang berada di sekelilingnya membuat kyra semakin terlihat sangat cantik, setidaknya seperti itulah pandangan alby terhadap kyra saat ini.
"pretty" puji Alby saat melihat gambar yang tadi dia ambil.
"Ya kan!, tempatnya emang cantik banget, gak nyesel deh bela-belain ke sini Walaupun jauh" ucap kyra yang mengira bahwa Alby memuji pemandangan indah di sana.
"Kamu" ucap Alby membuat kyra menoleh dengan wajah kebingungannya.
"Hah?!" kyra menatap Alby menuntut penjelasan.
"kamu yang cantik, tempatnya juga cantik, tapi kamu lebih cantik" jelas Alby, membuat wajah kebingungan kyra kini menjadi merah padam karena mendapat pujian secara mendadak.
"Kok muka kamu merah?, panas ya? " tanya Alby, lalu dia langsung melepaskan kemeja yang dia pakai dan alby berikan kepada kira untuk menutupi kepalanya.
"Iya panas, panas banget, kita cari tempat yang teduh yuk" kyra bersyukur alby berpikir bahwa kyra sedang kepanasan, walaupun sebenarnya bukan itu alasan wajahnya menjadi merah.
...****************...
Minggu selanjutnya mereka pergi ke pantai, menurut yang Alby baca di internet melihat sunset adalah salah satu yang biasa dilakukan pasangan ketika kencan, maka dari itu alby memilih pantai untuk mereka pergi minggu ini.
bunga yang di genggam kyra adalah pemberian dari alby, saat di perjalanan alby melihat seorang anak yang berjualan bunga, karena kasihan dan juga karena katanya saat kencan harus memberikan sesuatu seperti bunga, maka dari itu alby memutuskan untuk membeli dan memberikannya kepada kyra.
keduanya tampak menikmati bermain di pantai, saling bercanda, berlarian di atas pasir, bahkan mereka mencoba beberapa kali saling mengukir nama di atas pasir, walaupun setelah selesai selalu di hancurkan oleh ombak, tapi itu tak membuat mereka sedih, malah semakin semangat untuk membuat yang baru.
__ADS_1
karena terlalu menikmati kebersamaan, mereka sampai tidak menyadari bahwa waktu susah sore dan matahari sudah mulai turun dan membuat warna indah di langit.
"kyra udahan yuk mainnya, kita nikmatin sunset nya dulu" ucap alby lalu dia mengambil jaket yang tadi dia lepas dan meletakkannya di atas pasir sebagai alas untuknya dan kyra duduk.
"So beautiful, Aku harap bisa berhentiin waktu biar bisa lihat sunset lebih lama" ucap kyra yang masih menatap kagum indahnya matahari terbenam.
"Karena kita gak bisa lakuin itu, sebagai gantinya gimana kalau kita sering-sering pergi ke pantai buat lihat sunset? " alby memberikan opsi lain.
"yeey, thank you kak" ucap kyra yang terlihat sangat senang sehingga memeluk alby dengan erat.
"eh kak, ini udah mau malem, apa kita nginep di penginapan deket sini aja ya?, kakak juga pasti cape banget kalau langsung pulang sekarang" ucap kyra, karena jarak pantai ke rumahnya cukup jauh.
"gak usah nginep, kita pulang aja, biar cape nya sekalian, terus besok istirahat deh seharian" jawab alby, sebenarnya memang cape namun pulang sekarang lebih baik dari pada harus menginap.
jika harus tidur berdua satu kamar lagi alby tidak yakin dia bisa menahan diri, cukup beberapa waktu yang lalu saja alby menahan diri.
...****************...
"masuk" jawab alby tanpa mengalihkan pandangan dari laptop di depannya.
"sibuk nih kayanya, sibuk kerja sama sibuk pacaran" ledek devan, yang baru saja masuk kedalam ruangan alby.
"salam dulu lah atau basa-basi apa gitu, ini dateng dateng malah ngeledekin" ucap alby, walaupun mengomentari perilaku temannya itu alby sama sekali tidak marah ataupun tersinggung.
"ngomong-ngomong ada apa?, tumben kesini pas jam kerja?, emang di restaurant gak sibuk? " tanya alby yang kini ikut duduk bersama devan di sofa.
"ada yang mau gue omongin, di restaurant ada bokap jadi bisa gue tinggal bentar" jawab devan.
"eh tapi kayaknya acara kencan lo berjalan lancar ya?" tanya devan saat melihat raut wajah alby yang terlihat segar dan bersinar, seperti sedang memancarkan kebahagiaan.
__ADS_1
"ko lo bisa tau? " tanya alby bingung, pasalnya alby tidak menceritakan bagaimana kencannya, alby hanya memberitahu kemana dia dan kyra akan pergi.
"semua orang yang liat muka lo ini pasti tau tanpa lo jelasin" jawab devan.
"oh ya tadi lo mau ngomong apa? " tanya alby, mengalihkan pembicaraannya.
"gue kesini tuh karena lo sama sekali gak respon group chat" ucap devan.
"mau gue telpon gak lo angkat, chat juga di anggurin, chat dari group apalagi, makanya mau gak mau ya gue samperin kesini" ucap devan.
"ya sorry, chat di group sampe ratusan gitu bahas apa aja si emangnya?, jadi bikin gue males buat buka group chat" jawab alby, itu memang alasan sebenarnya, kalau perihal tidak membalas chat devan itu karena alby lupa atau karena chat nya tenggelam.
"makanya muncul dong kalo lagi rame gitu jangan malah ngilang, jadi gak tau kan apa yang lagi di bahas" ucap devan, dia tau alasan alby tidak membuka group chat, itu karena alby malas men scroll chat dari yang lain untuk tau apa yang sedang di bahas, dan alasannya lainnya adalah alby berpikir bahwa hal yang di bahas adalah lelucon.
"ya oke, kapan-kapan gue muncul, jadi apa yang di bahas?, sampe bikin lo kesini" tanya alby penasaran.
"si mario, katanya villa dia yang di puncak udah jadi, terus dia ngundang kita semua buat liburan bareng, seru-seruan gitu, nah semua orang pada oke mau kesana tinggal lo doang, jadi gue kesini mau nanya,lo mau ikut gak? " jawab devan.
"puncak ya, di sana tempatnya bagus kan ya" ucap alby.
"iya bagus, cocok deh buat kalian yang mau pacaran, apalagi udara di sana dingin" devan menggoda alby.
"terus hubungannya apa sam udara dingin? " tanya alby yang tidak mengerti.
"hadeh, gini nih kalau hidup cuma tau kerja" ucap devan dengan malas.
"cari aja lah di internet apa hubungan dingin sama orang pacaran" ucap devan karena malas menjelaskan kepada alby.
"oke, nanti gue tanya kyra dulu dia mau ikut atau nggak, kasian soalnya nanti dia gak punya temen" ucap alby, karena semua teman alby itu umurnya di atas kyra jadi alby takut nanti kyra tidak nyaman.
"Ada ko yang seumuran kyra, adiknya fero, katanya mau ikut, bisa tuh jadi temen kyra, lagian cewek tuh suka tau kalo kita ajak buat kumpul bareng temen kita" ucap devan.
__ADS_1
"oke deh nanti malem gue kabarin lagi" jawab alby.