Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
apa kalau bukan pacar?


__ADS_3

Sejak saat itu Alby selalu pergi ke rumah kyra, walaupun hanya bisa berdiri di halaman rumah kyra, bahkan terkadang sambil mengobrol bersama satpam.


asisten rumah tangga yang waktu itu selalu memberitahu Alby tentang kondisi kyra, hari pertama kyra sama sekali tidak mau makan, namun sekeras apapun alby mencoba untuk masuk dirinya tetap dihalangi, Alby tidak bisa melakukan apapun.


Hari kedua, kyra makan walaupun sedikit, membuat alby sedikit lebih tenang dan sekarang adalah hari ketiga dan masih sama saja, alby rasanya bisa gila Jika seperti ini terus, dia bahkan tidak bisa fokus bekerja.


Kira-kira temannya tahu nggak ya?, batin Alby.


alby langsung menelpon Fara, namun ternyata Fara juga sama tidak tahu apa-apa, tapi Fara langsung bergegas ke sana setelah Alby memintanya untuk melihat langsung keadaan kyra.


...****************...


Setelah mendapatkan kabar dari Alby, fara langsung mengajak Lily untuk pergi ke rumah kyra, karena kyra hanya berpesan Alby saja yang tidak boleh masuk maka art-nya langsung mempersilahkan fara dan Lily untuk masuk dan pergi menemui kyra.


Saat Fara dan Lily membuka pintu kamar kyra hal yang pertama kali ditemukannya adalah kyra yang sedang meringkuk sambil memeluk foto ayahnya.


"kyra" Panggil Lily pelan takut mengganggu kyra.


Fara mengira kyra sedang tertidur namun ternyata tidak, kyra tidak tidur sama sekali bahkan sebenarnya kyra susah untuk tidur fara dan Lily segera menghampiri kyra yang sedang menangis dengan wajah yang sangat pucat.


"kyra, lo kenapa? sakit? " tanya Lily panik, fara juga tak kalah panik .


"kita ke rumah sakit ya" ucap Fara.


"Kak Alby, Kak Albu sudah punya pacar" ucap kyra, bibirnya tersenyum, tapi air matanya tak berhenti mengalir.

__ADS_1


mendengar itu tentu saja Fara dan Lily terkejut setengah mati, Lily dan Fara sangat tidak menyangka hal ini bisa terjadi namun dibanding mereka kyra pasti lebih terkejut.


"It's okay kyra, kita di sini, tenang ya" Fara memeluk kyra mencoba menenangkan.


Untuk beberapa saat Fara dan Lily masih mencoba untuk menenangkan kyra, dan lambat laun isakan kyra mulai pelan dan tertidur.


Lily dan Fara saling pandang lalu mengangguk seolah mengerti apa yang ada di pikiran masing-masing, lalu setelah itu mereka saling mengeluarkan handphone, membuka aplikasi chat dan mengetikkan sesuatu ke nomor yang sama.


Fara


Berhenti temuin kyra dan berhenti bersikap baik!!!


lily


Pesan terkirim, mereka berdua langsung mematikan handphonenya agar tidak mendapatkan spam chat dan telpon dari alby, sedangkan Alby terkejut saat mendapatkan chat tersebut, dia semakin bingung, alby semakin dibuat frustasi.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya kyra terbangun, Lily dengan sigap langsung memberikan air putih kepada kyra.


"pusing gak? "tanya Fara.


"pusing dikit, tapi nggak apa-apa, nanti juga enakan" jawab kyra, dia pusing akibat kurang tidur juga terlalu banyak menangis.


"kyra, makan dulu ya, tadi udah gue beliin ko makanannya" ucap Fara, tadi asisten rumah tangga kyra memberitahu kalau kyra seharian ini belum makan.


"oke, tapi gak usah banyak banyak, takut gak habis" jawab kyra, Fara langsung buru-buru mengambilkan makan untuk kyra.

__ADS_1


setelah makanan datang, kyra memakannya walaupun terlihat tidak nafsu, kedua temannya hanya diam memperhatikan, bahkan setelah kyra selesai makan pun, lily dan fara hanya diam, tidak bertanya tentang apapun, karena takut kyra merasa tak nyaman, atau kembali merasakan sakit.


"waktu habis nganterin kalian, gue mampir ke kantor kak alby, dan hal pertama yang gue liat dari balik pintu adalah dia yang sedang pelukan sama cewek, gue juga nunggu di sana sebentar buat memastikan prasangka gue bener atau salah" kyra mulai bercerita..


"dan ternyata prasangka gue bener, kak alby ngomongnya lembut banget, mereka bilang mereka saling kangen, dan si cewek sengaja dateng langsung ke kantor kak alby karena mau kasih surprise, bahkan langsung dari bandara gak pulang ke rumahnya dulu" lanjut kyra.


"semua saudaranya gue tau, karena memang gak banyak, karena di rumah mamanya ada banyak foto keluarga, keluarga besar juga ada makanya gue hafal banget, kalo sampe sedeket itu dan bukan keluarga sendiri terus apa kalau bukan pacar?!"


"mungkin ini kali ya alesan kak alby tanpa ragu mau bercerai sama gue?, kenapa gue harus lengah?, kenapa gue harus terbuai karena kebaikannya?, padahal ternyata dari awal sampe akhir dia cuma nganggep gue sebagai adek gak lebih" kyra membagi isi hati dan pikirannya.


"kita juga gak nyangka kalau akhirnya jadi kayak gini, padahal dia kelihatan tulus, dan kelihatan sayang sama lo, tapi ternyata,,, " fara tak sanggup melanjutkan ucapannya.


"lo kuat kyra, kita yakin lo pasti bisa laluin ini, jangan kecil hati ya, mungkin dia memang bukan takdir lo, tapi gue yakin kalau lo bangkit lo juga pasti akan bertemu seseorang yang jauh lebih baik daripada dia" ucap lily, mencoba menyemangati kyra.


"thank you ya, walaupun nggak menghilangkan lukanya tapi setidaknya karena ada kalian yang dengerin gue, sekarang hati gue terasa lega" ucap kyra.


"jangan sedih terus ya, jangan ngurung diri juga, jangan telat makan" ucap fara.


"besok, ayo kita pergi jalan-jalan" ajak fara lagi.


"lusa aja gimana?, besok gue ada urusan" ucap kyra.


"hah urusan apa? " tanya lily dan fara secara bersamaan.


"ke pengadilan, ngurus surat cerai" jawab kyra tanpa ragu, membuat kedua temannya terkejut tapi juga lega karena kyra sudah berani membuat keputusan.

__ADS_1


__ADS_2