
keesokan harinya kyra mengunjungi makam sang ayah, membawa bunga sebagai buah tangan, sesampainya di sana kyra langsung mengelus batu nisan sang ayah.
"hai pa, udah lama ya kyra gak kesini, maafin kyra" ucap kyra kini dia mulai menabur kan bunga yang di bawanya.
"papa di sana baik-baik aja kan?"
"enak gak pa di sana? kalo enak kyra ikut dong" ucap kyra di iringi tawa kecil.
"kyra cuma becanda aja pa, papa jangan marah ya" ucap kyra, dia berbicara seolah sedang mengobrol bersama seseorang yang bisa menjawabnya.
"kyra selama ini seneng ko, semua baik juga, walaupun kadang capek, tapi kemarin ada yang membuat kyra menjadi sedih dan merasa kehilangan semangat" ucap kyra.
"duh harusnya aku gak bilang ya, nanti papa khawatir" kyra teringat jika mungkin saja nanti papanya menjadi tidak tenang karena dirinya mengeluh.
"tapi bukannya kalau sudah meninggal jadi tau semuanya ya?, duh kyra bingung pa, tapi kalau kyra gak cerita sama papa, kyra mau cerita sama siapa lagi? " ucap kyra hanya di sini lah sekarang tempat paling nyaman bagi kyra untuk berkeluh kesan tanpa ada yang menginterupsi.
"boleh ya pa kyra cerita?, cuma cerita aja ko, sedihnya gak bakal lama-lama, setelah ini kyra akan mencoba mencari cara agar bisa kembali bahagia, dengan atau tanpa orang lain" ucap kyra lalu setelah itu kyra mulai menceritakan semuanya, bahkan kyra menangis lagi di sana.
setelah puas bercerita dan menangis, kini hatinya terasa sedikit lebih lega, kyra melihat jam di handphonenya dan sudah waktunya untuk pulang.
__ADS_1
"pa, kyra pulang dulu ya, kapan kapan kyra kesini lagi" pamitnya lalu pergi meninggalkan malam sang ayah.
...****************...
"kyra, pasti lo sakit hati banget ya? " ucap fara lalu memeluk kyra untuk memberikan semangat.
ya kyra saat ini sedang berada di rumah fara, lily juga ada di sana, kyra sudah menceritakan tentang semalam kepada teman-temannya.
"it must be hard for you" ucap lily dan dia ikut memeluk kyra memberikan kekuatannya.
"huaaa kenapa dia sok sokan baik dan perhatian kalau akhirnya bakal ninggalin, kenapa dia membuat orang lain jatuh cinta kalau akhirnya mau di ceraikan" kyra yang tersakiti namun fara yang meraung, turut merasakan sakit yang di rasakan kyra.
"gue udah gak papa, makasih ya kalian mau dengerin gue, dan hibur gue" ucap kyra.
"mungkin" jawab kyra tersenyum hambar.
"apa gue gak usah ngajuin skripsi dulu ya?, biar wisudanya lebih lambat" ucap kyra, di hatinya yang paling dalam kyra tidak ingin berpisah dengan alby.
"kalau mau perjuangin cinta lo masih bisa ko, lo masih punya waktu sebelum wisuda, kalau lo mau coba dulu aja daripada menyesal karena gak mencoba sama sekali" lily memberi saran karena melihat kyra yang sepertinya berat hati jika harus berpisah dengan alby.
__ADS_1
"kyra, sekarang pikir hal lain dulu aja ya, soal ini pikirin pelan pelan aja, gue tau sekarang pikiran lo lagi bercabang, memikirkan ini dan itu, gimana kalo gini gimana kalo gitu" ucap fara, dia tak tega setelah melihat kyra yang sepertinya bimbang, tak rela jika harus kehilangan alby.
"pelan pelan aja, sampai nanti lo tau mana yang terbaik, jangan maksain sekarang, nanti lo tersiksa sendirian" lanjut fara dan kyra pun mengangguk.
benar kata fara, di pikirkan sekarang bukan lah solusi yang baik, karena terlalu banyak hal yang ada di pikirannya sekarang, dan itu membuat kyra tidak bisa berpikir dengan tenang.
akhirnya kyra memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama fara dan lily, bersenang-senang, membahas hal yang menyenangkan, dan itu lumayan membuat perhatian kyra teralihkan.
kyra juga sudah meminta ijin kepada alby untuk menginap lagi di rumah fara, karena kyra masih belum mau untuk bertemu alby, dia belum bisa bertemu alby, kyra masih bingung harus bersikap seperti apa, haruskah dia pura-pura tidak tau dan bersikap seperti biasanya?, haruskah dia marah?, haruskah dia menekan alby untuk bertanggung jawab atas perasaannya?, kyra masih belum tau, dia tidak mau bertindak gegabah dan malah menjadi egois, jadi untuk sekarang lebih baik kyra menghindari alby.
keesokan harinya, di kantor kyra menyibukkan dirinya, bahkan ketika Tiffany mendatanginya kyra dan meminta kyra untuk menemui alby, kyra selalu menolaknya dengan berbagai cara, padahal sebelumnya ini adalah salah satu hal yang paling kyra sukai saat bekerja, bertemu alby di ruangannya.
saat pulang bekerja kyra mengurung dirinya di kamar, bahkan ketika makan malam pun kyra tidak keluar untuk makan, membuat alby bertanya-tanya, ada apa dengan kyra?, apakah dia baik-baik aja?.
keesokan harinya kyra pergi bekerja pagi sekali lebih dulu dari alby, bahkan kyra tidak menyentuh sarapan yang sudah alby buatkan, hal itu membuat alby semakin penasaran, apakah dirinya melakukan kesalahan?, kenapa kyra seolah menghindarinya?.
Hari-hari berlalu seperti itu, bahkan saat weekend kyra kembali meminta ijin untuk pergi menginap, awalnya alby tidak mengijinkan, dia ingin menghabiskan waktu bersama kyra, apalagi minggu ini alby merasa dia susah berinteraksi dengan kyra, alby merasa dia dan kyra sekarang memiliki jarak makanya alby ingin pergi berdua untuk membangun lagi kedekatan di antara keduanya, tapi kyra memaksa, membuat alby tidak punya pilihan lain selain mengijinkan kyra untuk menginap.
tapi kyra berbohong dia tidak menginap di rumah fara, dia menginap di rumah lamanya, sendirian adalah yang terbaik untuk merenung.
__ADS_1
karena mereka bosan berada di rumah kyra memutuskan untuk pergi keluar, kyra jalan kaki untuk menghirup udara segar, kyra memberhentikan langkahnya di sebuah taman yang ramai karena ini adalah weekend jadi banyak orang yang datang ke taman.
setelah bosan menyendiri di taman kyra pergi dari sana, tak jauh dari taman ada sebuah cafe yang sepertinya belum terlalu ramai, kyra masuk ke dalam cafe tersebut dan memesan coffee juga camilan, lalu duduk di dekat jendela, di sana juga ada live music dan itu cukup menghibur kyra.