
setelah kyra berhasil memberhentikan tangisnya akhirnya dengan perlahan kyra melepaskan tangannya yang melingkar erat di pinggang alby.
"sudah lebih tenang?" tanya alby sambil mengusap sisa air mata di pipi kyra.
"aku ambil minum dulu, kamu mau apa?, teh hangat?, susu?, hot Choco? " tanya alby menyebutkan semua minuman yang disukai oleh kyra.
"mau ice cream aja" jawab kyra dengan sedikit terisak.
"ya udah aku ambil dulu" ucap alby lalu hendak pergi tapi di tahan oleh kyra.
"nanti aja, aku mau mandi dulu" ucap kyra, dia malu karena sepertinya penampilannya sekarang sangat berantakan.
"oke, aku tunggu ya" ucap alby lalu kyra pergi ke kamarnya.
setelah 30 menit lamanya akhirnya kyra keluar dari kamarnya dan berjalan menghampiri alby yang sedang menunggunya di ruang tamu.
"oh udah selesai ya, sini duduk" alby menepuk pelan tempat kosong di sampingnya.
"oh iya ice cream, tunggu sebentar ya" ucap alby lalu pergi ke dapur dan mengambil ice cream yang tadi dia beli.
tak lama kemudian alby datang dengan membawa 1cup ice cream ukuran sedang dengan rasa cotton candy dengan dua sendok di tangannya.
"wah my favorit" ucap kyra dengan senyum lebar di wajahnya.
"i know it" balas alby lalu membantu kyra untuk membuka cup ice cream tersebut.
"you wanna watch something? " tanya alby saat keduanya sudah mulai menikmati ice cream tadi.
"yes please" jawab kyra yang bahkan sepertinya dia lupa untuk bercerita kepada alby tentang mengapa dia menangis tadi.
__ADS_1
"oke, let's watch this, i know this will make you feel better" ucap alby lalu mengklik sebuah video idola kesukaan kyra di yutube.
"ko kakak bisa tau this make me feel better?" tanya kyra karena dia merasa tidak pernah bercerita kepada alby tentang idolanya.
"karena aku sering liat kamu suka nonton mereka kalo butuh semangat ngerjain tugas, kamu juga sering dengerin lagu mereka, dan kamu selalu terlihat happy jika melihat sesuatu yang berhubungan dengan mereka, bahkan wallpaper di handphone kamu foto mereka" jelas alby yang tentu saja membuat kyra terkejut, kyra tidak menyangka jika selama ini alby memperhatikan dirinya.
"waw aku gak tau kalo ternyata kakak memperhatikan aku" ucap kyra yang membuat alby diam seketika.
jadi tanpa aku sadari aku memperhatikan dia?. batin alby.
sepertinya waktu yang mereka lalui bersama membuat keduanya paham akan kebiasaan masing-masing tanpa mereka sadari.
karena tontonan favorit kyra dan juga fakta bahwa ternyata alby selama ini memperhatikan kyra membuat dia merasa senang seketika, bahkan sepertinya kyra lupa untuk bercerita kepada alby tentang alasan mengapa dia menangis tadi.
ice cream sudah habis, video yang di tonton kyra sudah selesai, namun rasa penasaran di hati alby belum usai, tapi alby ragu untuk bertanya, takut jika kyra belum mau bercerita, takut jika seandainya alby malah kembali membuat kyra merasa sedih.
tanya atau jangan?, tanya atau jangan? .. alby terus mengulang pertanyaan tersebut dalam kepalanya.
aduh bajunya jadi kotor. batin kyra.
"kak" panggil kyra, walaupun tadi sempat larut dalam pikirannya alby tetap menjawab seolah dia sedang tidak memikirkan apapun.
"iya kenapa? " tanya alby.
"itu maaf, tadi aku nangis, jadinya baju kakak kotor" ucap kyra dengan perasaan bersalah.
"oh ini, gak papa kyra kan bisa di cuci, kamu mau nangis kapanpun mau ngotorin baju aku sebanyak apapun gak papa, selama itu bisa membuat perasaan kamu lebih baik" ucap alby dengan senyum lembutnya yang selalu dapat membawa kehangatan di hati kyra.
"kamu juga tau kan kalo kamu bisa share apapun masalah kamu" ucap alby lagi yang membuat kyra mengangguk dan tanpa ragu menceritakan semua hal yang terjadi hari ini tanpa terkecuali.
__ADS_1
setelah kyra selesai menceritakan semuanya tangan alby langsung terulur untuk membawa tubuh kyra kedalam dekapannya, memberikan semangat bagi kyra yang sekarang terlihat sedih.
sedihnya kyra adalah karena dia yang tidak bisa berbuat apa-apa padahal tau apa yang di lakukan celine tidaklah benar, tapi kyra juga harus memikirkan temannya yang lain, kyra sedih karena harus menutup mata dan berlaku seolah semua baik baik saja.
"jadi itu yang bikin kamu nangis?" tanya alby sambil mengelus belakang kepala kyra.
kyra menggelengkan kepalanya, "bukan karena itu" ucap kyra.
"tadi aku jadi inget papa, pelukan kakak nyaman kaya pelukan papa, semua ucapan kakak menenangkan persis seperti yang selalu papa lakukan, sekarang juga sama, rasanya nyaman" kyra menjelaskan tanpa melepaskan pelukannya.
"kyra, aku senang kalau ternyata apa yang aku lakukan bisa membuat kamu nyaman dan merasa lebih baik, tapi aku gak suka kamu nangis, aku gak mau kamu sedih, kalau kamu nangis karena bahagia baru aku gak papa, kasih tau aku ya kalau ada yang bikin kamu sedih, biar aku bisa bantu kamu buat mengusir rasa sedih itu" lagi lagi alby membuat kyra merasa terharu.
"oh iya kayaknya aku bisa bantu tentang teman kamu itu" ucap alby yang membuat kyra terkejut juga penasaran sehingga melepaskan pelukannya.
"caranya?" tanya kyra dengan sangat penasaran.
"aku, mmm bukan lebih tepatnya papa adalah donatur tetap di kampus kamu dan udah lumayan lama, dan sekarang aku yang lanjutin, jadi aku bisa kumpulin donatur lain untuk membahas masalah ini" jawab alby.
"terus terus?" kyra ingin tau lebih.
"kemungkinannya teman kamu di drop out atau ayahnya yang rektor itu di berhentikan dari jabatannya, atau bahkan mungkin keduanya, tapi aku janji teman kamu yang lain gak akan terkena imbasnya" jawab alby yang sungguh sangat membuat kyra bahagia dan lega.
kyra kembali memeluk alby dengan senyum lebar di wajahnya, "makasih kak" ucap kyra.
"aku sekarang lega banget, temen aku yang lain gak perlu takut, aku gak tau gimana jadinya kalau gak ada kakak di sini" ucap kyra, akhirnya dia tidak lagi perlu berperang dengan hatinya.
"sekarang kamu gak usah pikirin soal ini lagi ya, besok aku kabarin kabar baiknya"
"kamu bisa terus mengandalkan aku, aku akan lakukan apapun untuk membantu kamu" ucap alby.
__ADS_1
"makasih ya kak" balas kyra.