
saat ini kyra duduk sendirian di kantin, dia datang terlalu awal bahkan kedua temannya pun belum ada yang datang.
"ini waktu kenapa jadi lama gini sih? " gumam kyra saat melihat jam di handphone miliknya.
kelasnya di mulai setengah jam lagi, dan kyra sudah duduk di sana lebih dari setengah jam, walaupun kyra duduk sambil membaca buku tapi dia sama sekali tidak fokus, apa yang ada di buku tersebut tidak masuk ke dalam otaknya, itu semua karena pikirannya yang sedang berkelana entah kemana, waktu terus berjalan, dan kyra di kejutkan oleh lily dan fara yang tiba-tiba duduk di hadapannya.
"astaga"
"kalian bikin kaget aja" ucap kyra dan hanya di balas tawa oleh kedua temannya itu.
"lagi kenapa sih dari tadi bengong aja? " tanya lily.
"haaaah" bukannya menjawab kyra malah menghela nafas panjang.
"kenapa?, lagi ada masalah ya? " tanya fara dengan raut wajahnya yang mulai khawatir.
"iya, lagi ada masalah" jawab kyra dan tentu saja membuat kedua temannya khawatir.
"masalah apa?, mau cerita sama kita? " tanya lily, takut jika ternyata masalah pribadi yang tidak bisa di ceritakan begitu saja.
"masalahnya kak alby pergi kerja ke Singapore selama satu minggu" jawaban kyra membuat ekspresi kedua temannya langsung berubah, yang tadinya khawatir menjadi datar.
"kirain masalah serius ternyata cuma di tinggal kerja" ucap fara.
"ini masalah serius tau" bagi kyra ini adalah masalah serius.
"belum sehari saja rasanya kaya udah sebulan, apalagi seminggu mungkin rasanya kaya pisah lebih dari setahun" ucap kyra membuat kedua temannya tersenyum penuh makna.
"ngebayangin nya aja udah gak sanggup, apalagi nanti di rumah sendirian, gue kenapa?, kenapa rasanya sepi gini ya?, kenapa rasanya ada yang kurang?, kenapa jadi kaya orang linglung gini yang apa apa gak fokus?" kyra mengutarakan isi hatinya dengan melihat ke atas langit, jujur saja kedua temannya yang ada di hadapannya pun sekarang seolah tidak ada.
__ADS_1
"kyra?, ky?" fara melambaikan tangannya tepat di depan wajah kyra untuk menyadarkan kyra dari lamunannya.
"hah?, eh iya?, kenapa? " tanya kyra yang sekarang sudah tak lagi melamun.
"lo yang kenapa, lagi ngobrol tiba-tiba liatin langit sambil ngelamun gitu, sampe gak dengerin kita " jawab fara.
"tapi serius deh, masa lo gak tau jawaban dari semua pertanyaan lo itu?" tanya fara, bahkan sepertinya anak sekolah pun tau alasan kyra merasakan itu semua, apa lagi jika bukan karena cinta.
kyra menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tidak mengerti tentang perasaannya, jika di sebut jatuh cinta maka kyra ragu, karena dulu saat pertama kali dia jatuh cinta yang dia rasakan adalah kebahagiaan, jantung yang berdebar, dan selalu mencari cara agar bisa bertemu tapi sekarang tidak ada kebahagiaan melainkan kesepian, tidak ada jantung yang berdebar, saat ini rasanya seperti berhenti berdetak, hanya satu h yang sama, yaitu harapan untuk segera bertemu.
"ini sih kayanya udah bukan jatuh cinta, tapi udah bener bener cinta, ya kan? " ucap fara dengan sangat yakin.
"gue setuju sih apa kata fara, udah kaya gini masa masih mau nyangkal? " lily ikut memberikan pendapatnya.
kyra hendak menjawab namun tidak jadi karena sudah waktunya untuk masuk kelas, di kelas pun tidak seperti biasanya, kali ini semua yang dosen ucapkan sana sekali tidak ada yang masuk di kepalanya, kyra sama sekali tidak mengerti materi kali ini karena pikirannya yang sedari tadi tidak fokus.
...****************...
sore menjelang malam kyra duduk di balkon dengan wajah yang lesu, itu semua karena dia tidak bisa fokus mengerjakan tugas, alhasil tugasnya sama sekali belum tersentuh.
kyra terus memandangi handphone miliknya menunggu kabar dari alby, terakhir kyra mendapatkan kabar yaitu saat album tiba di Singapore, setelah itu sampai saat ini kyra belum mendapatkan kabar lagi, dan itu membuatnya semakin resah.
"sibuk banget ya?, sampe gak sempet ngabarin?" gumam kyra.
di tengah kesepiannya tiba-tiba suara bel berbunyi, tanda seseorang datang, kyra pun berjalan ke pintu dengan penuh tanya, siapa yang datang?, mau apa?, dan lain sebagainya, pasalnya selama ini tidak pernah ada yang bertamu.
"loh mama? " kyra di kejutkan dengan keberadaan mama mertuanya, kyra langsung memeluk erat mama mertuanya itu.
"masuk ma" ucap kyra lalu keduanya masuk.
__ADS_1
"alby belum pulang ya? " tanya adira saat melihat ke sekitar dan terlihat sangat sepi.
"loh kak alby gak bilang?, kak alby hari ini berangkat ke Singapore baru pulang minggu besok" jawab kyra.
"dasar, pasti dia lupa ngasih tau mama" ucap adira.
"kak alby sering lupa gitu ya? " tanya kyra.
"sering banget, kalau udah sibuk gitu lupa segalanya" jawab adira.
"oh iya ini" adira menyerahkan paper bag berukuran besar yang sedari tadi dia pegang kepada kyra.
"apa ini ma? " tanya kyra.
"itu hadiah ulang tahun alby, ulang tahunnya kan besok makanya mama kesini hari ini, kalo besok takut telat" jawab adira.
"loh kak alby besok ulang tahun? " kyra baru menyadari jika dia tidak tau apa apa tentang alby.
"loh kamu juga lupa?, eh atau belum tau? " adira malah balik bertanya.
"aku gak tau kalau besok kak alby ulang tahun, aku gak punya persiapan apapun" ucap kyra, entah kenapa kini perasaannya menjadi sedih.
sedih karena dia tidak tau ulang tahun alby, sedih karena belum menyiapkan apapun, sedih karena ternyata kyra tidak tahu apapun tentang alby.
"jangan sedih gitu, alby juga gak banyak mau ko, mama biasanya juga gak kasih hadiah, tapi tadi kebetulan aja nemu ini pas mama pergi ke mall" adira mencoba menghibur kyra yang sekarang terlihat sangat sedih.
"dulu pas masih kecil alby suka banget sama lego, makanya mama beliin walaupun mama gak tau sekarang masih suka apa ngga, tapi pas liat ini tadi mama langsung inget alby jadi ya udah mama beliin aja" ucap adira.
"jadi kamu gak usah sedih, gak perlu pusing harus beliin apa juga, lagian mama yakin dia juga pasti lupa kalau besok dia ulang tahun, nanti aja kalau alby pulang mungkin kalian bisa menghabiskan waktu bersama buat merayakan ulang tahun alby, jadi gak usah kamu pikirin ya" ucap adira dan kyra pun mengangguk walaupun sebenarnya kyra masih mencoba memikirkan hal yang bisa di berikan sebagai hadiah ulang tahun alby.
__ADS_1