Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
bukan marah tapi khawatir


__ADS_3

alby berhasil mempercepat pekerjaannya, di hari ke lima alby terbebas dari pekerjaannya dan bisa berpergian kemanapun dengan kyra.






alby dan kyra menghabiskan waktu bersama dengan pergi ke beberapa tempat dan itu sangat menyenangkan.


tapi sayangnya mereka harus segera pulang ke Indonesia, alby yang harus kembali bekerja dan kyra yang juga harus kembali kuliah.


"oleh-oleh buat mama aku aja yang bawa, soalnya nanti papa ke kantor" ucap alby sambil merapikan jas nya.


"oke, yang ini ya" kyra menyerahkan dua paper bag kepada alby.


Setelah mengambil paper bag yang di tunjuk kyra, alby mendekat ke arah kyra dan seperti biasa alby mencium kening kyra sebelum dia berangkat.


"see you" ucap alby lalu pergi.


...****************...


Kyra menghampiri kedua temannya dengan wajah riang, memberikan paper bag berisi oleh-oleh kepada lily dan fara.


"bahagia banget, habis honeymoon ya? " fara tertawa setelah menggoda kyra.


"date lebih cocok sih daripada honeymoon" koreksi kyra.


"yang terbaik ajalah buat kalian" ucap lily.


"thanks" kyra tersenyum manis, namun obrolan mereka terpaksa terhenti karena dosen sudah memasuki kelas.


setelah kelas selesai kyra dan teman-temannya makan siang di kantin sambil mengobrol tentang beberapa hal.


"eh kalian udah mutusin tempat buat magang?" tanya kyra.


"kalo gue paling di kantor kakak gue aja, dia yang suruh, katanya biar bisa jagain sekaligus bisa ngajarin gue beberapa hal" jawab lily.

__ADS_1


"enaknya punya kakak yang super perhatian dan sayang banget sama adeknya, coba gue kalo kerja bareng yang ada habis gue di suruh-suruh terus" balas fara, dia dan kakaknya memang jarang sekali akur.


"kyra, gue magang bareng lo aja ya" pinta fara dan kyra pun mengiyakan berdua lebih baik daripada sendiri pikir kyra.


"lo mau magang di tempat lo atau di tempat suami lo? " tanya lily.


"di tempat kak alby, biar gue juga tau tentang perhotelan dan lainnya" jawab kyra.


...****************...


di malam hari kyra dan alby tak lagi menonton film, tetapi merakit lego yang sebelumnya di berikan oleh adira sebagai hadiah ulang tahun alby, kyra menonton alby yang serius memasang setiap detail kecil dari lego tersebut, kadang kyra juga membantu alby untuk menemukan potongan lego yang sulit di temukan.



di rumah mama mertuanya terdapat beberapa lego yang di pajang, begitu juga di kamar alby, bukan hanya lego tapi ada mainan lain seperti gundam dan lain sebagainya, sedangkan di rumahnya saat ini juga terdapat beberapa pajangan mainan.



butuh waktu berhari-hari untuk alby menyelesaikan rakitan legonya, rasa puas menghampiri saat dia menempelkan potongan lego terakhirnya.



kyra sebelumnya belum pernah merakit lego yang lumayan sulit, namun kali ini kyra mengamati setiap proses yang terjadi, dari awalnya lego tak berbentuk yang berserakan hingga kini menjadi sebuah miniatur yang luar biasa.


"kamu suka? " tanya alby.


"Mmm suka banget" jawab kyra.


"lain kali kita beli dan bikin lagi ya kalau kamu suka" ucap alby sambil mengelus pelan rambut kyra.


"oke" jawab kyra terlihat santai padahal hatinya sedang terombang-ambing.


rambut yang di elus tapi yang berantakan hati, batin kyra yang sangat ingin menjerit tapi harus tetap santai.


"ini mau taruh dimana? " tanya kyra.


"di rak sana aja tapi nanti beberapa aku pindahin dulu, biar yang ini bisa di taruh di atas sana" jawab alby lalu dia mulai mengambil beberapa mainan untuk di pindahkan.


"kak aku bantu pindahin ya? " kyra berinisiatif mengambil barang di bagian atas namun entah kenapa posisinya menjadi tidak seimbang.

__ADS_1


barang yang sudah kyra ambil jatuh ke bawah karena badannya tadi sempat tidak seimbang, dan sayangnya barang tersebut jatuh menimpa lego yang tadi baru selesai di rakit, tadi sebelum alby memindahkan barang lain ke kamar dia sempat memindahkan lego nya tepat di dekat lemari.


prrrrraaaaannngggg


pecahan kaca berhamburan, setengah lego nya hancur, rasanya kyra ingin menangis saja, dia tak enak kepada alby yang sudah susah payah menyelesaikan lego tersebut tapi dengan mudahnya di hancurkan oleh kyra.


alby berlari dengan terburu-buru dari kamarnya ke arah suara seperti pecahan beling, saat tiba di tempat dia merakit lego, alby di kejutkan dengan hamparan kaca yang sudah terpecah menjadi potongan kecil bahkan ada yang seperti serbuk, sedangkan kyra berdiri mematung di tengah-tengah pecahan kaca.


"kak, sorry" ucap kyra pelan, matanya sudah memerah berkaca-kaca.


"KYRA STOP" teriak alby saat melihat kyra mencoba bergerak.


"stop oke?!, jangan gerak, diem dulu di situ" ucap alby lalu pergi.


kyra tau bahwa dirinya salah karena telah membuat kekacauan, tapi saat mendengar alby berteriak hatinya menjadi sakit seperti teriris benda tajam.


gimana ini, kak alby kayanya marah banget, takut. batin kyra, air matanya sudah siap membasahi pipinya.


tak lama kemudian alby datang menggunakan sarung tangan anti gores, plastik sampah, dan juga sapu, alby langsung mengambil pecahan besar menggunakan tangannya yang sudah terbalut sarung tangan dan memasukkan pecahan tersebut ke dalam plastik, dan menyapu pecahan kecil sampai habis tak tersisa.


setelah memastikan aman alby melepaskan sarung tangannya dan mulai mendekati kyra yang terlihat sangat panik hingga akan menangis.


"kamu gak papa kan? " tanya alby melihat ke seluruh badan kyra untuk memastikan kyra tidak terluka.


"sorry, bukannya bantuin aku malah bikin kacau" bukannya menjawab pertanyaan alby kyra malah menangis sambil meminta maaf.


"hey hey, jangan nangis" alby panik karena kyra menangis, namun alby tetap mencoba untuk menenangkan kyra dengan membawa kyra kedalam pelukannya.


"maaf, legonya jadi hancur, kacanya pecah, mainan yang lain juga jadi rusak, maaf" ucap kyra dalam pelukan alby.


"it's okay kyra, jangan nangis, gak papa, mau legonya hancur, mainannya, kacanya atau raknya sekalipun gak papa yang penting kamu gak kenapa-kenapa, yang penting kamu gak luka" ucap alby sambil mengelus pelan punggung kyra agar kyra merasa lebih baik.


"tapi tadi kakak teriak, kakak marah kan?, gak papa ko kalo marah, aku bisa ngerti" ucap kyra pelan tapi masih dapat alby dengar.


"kamu pasti kaget ya tadi?, sorry ya aku tadi teriak, tapi bukan karena marah, itu karena aku khawatir sama kamu, aku takut kamu luka kalau kamu gerak" jelas alby.


"aku sama sekali gak marah, tadi aku kelewat panik makanya sampe gak sadar teriak, maaf ya, harusnya tadi aku gak teriak" ucap alby.


"kamu jangan nangis lagi ya, aku gak marah, legonya hancur gak papa, kita bisa bikin lagi, mainannya rusak bisa beli lagi, asalkan kamu gak terluka aku gak akan marah" ucap alby, isakan kyra mulai mengecil tanda sudah tidak lagi menangis, namun sepertinya masih enggan untuk melepaskan pelukan.

__ADS_1


__ADS_2