
karena kepikiran besoknya si perempuan langsung mendatangi alby ke kantornya, beruntunglah alby sedang tidak ada meeting sehingga dia langsung bisa menemui alby.
"masuk aja mba" ucap Tiffany.
"makasih ya" si perempuan menjawab dengan senyum ramahnya lalu pergi ke ruangan alby.
"oh hai grace" sapa alby saat melihat si perempuan itu masuk.
alby berdiri dan menghampiri grace yang sudah duduk di sofa, dia ikut duduk di hadapan grace, sebelum itu alby juga mengambil minum untuk keduanya.
"al, kamu bilang kamu udah nikah kan? " tanya grace.
"iya, dan udah mau satu tahun" jawab alby.
"aku boleh liat fotonya gak?, selain foto wedding yang pernah kamu kasih ya" ucap grace.
"bentar ya" alby membuka galeri di handphone miliknya, mencari foto kyra dan menunjukannya kepada grace.
"ih ternyata beneran si aneh" ucap grace saat melihat foto kyra ternyata sama dengan orang dia anggap aneh kemarin.
"aneh dari mananya, belum ketemu aja udah berani ngatain, dia baik tau, cantik juga, dia gak aneh sama sekali" alby tidak terima kyra di sebut aneh.
"ya abis dia kemarin tiba-tiba datengin aku buat marah-marah dan nuduh gak jelas" ucap grace.
"untung aja leon tau dan percaya aku orangnya kaya gimana, coba kalo enggak mungkin sekarang aku sama dia lagi berantem karena salah paham" jelas grace namun alby masih belum paham.
__ADS_1
"gimana?, jadi kamu kemarin ketemu kyra?" tanya alby.
"iya kemaren ketemu di mall pas lagi mau makan malem, terus dia tiba-tiba nyamperin gitu buat ngobrol sesuatu, eh ternyata ngobrolnya itu dia malah nuduh aku selingkuhi kamu, awalnya aku gak nyadar dia lagi ngomongin tentang kamu, karena dia nyebut nama kamu itu pas terakhir sebelum dia pergi, cuma pas keinget nama kamu aku langsung mikir mungkin dia istri kamu" grace menjelaskan garis besarnya kepada alby.
"hah?, ko kyra bisa ngomong gitu, terlebih lagi ko kyra bisa tau kamu, kayanya aku belum pernah cerita tentang kita" alby menjadi kebingungan.
"lah kamu gimana sih, kalau kamu bingung aku apalagi, belum lagi aku segala kena tuduh selingkuh lagi" ucap grace.
"tapi kayanya aku pernah liat dia deh, dimana ya? " ucap grace, tiba-tiba dia merasa familiar dengan wajah kyra, grace mencoba mengingat-ingat apakah mereka pernah bertemu atau belum.
"ah iya!, aku pernah papasan sama dia di lift, pas waktu aku dateng ke sini itu loh" ucap grace saat teringat beberapa waktu mereka pernah ada di dalam lift yang sama.
"waktu kamu dateng?" tanya alby.
"JANGAN-JANGAN?!" keduanya memekik sambil menatap satu sama lain.
alby merapikan mejanya, menutup laptopnya, mengambil handphone dan kunci mobil miliknya, dia keluar begitu pun dengan grace, alby juga menitip pesan kepada Tiffany kalau dia akan keluar sebentar.
kyra,, kenapa aku bodoh banget sih, padahal hari itu Tiffany nanyain aku soal tupperware berisi kue yang tiba-tiba ada di mejanya, karena aku tau banget itu tupperware punya mama aku langsung mikir kalau itu dari mama, kenapa aku bodoh banget sampai melupakan fakta bahwa di hari itu kamu pergi ke rumah mama untuk belajar bikin kue, kyra maafin aku yang bodo ini, batin alby yang sekarang merasa tak karuan tapi juga ada sedikit rasa lega.
lega karena sepertinya alby tau alasan kenapa kyra menghindarinya, semoga kyra mau untuk bertemu dengannya.
tak butuh waktu lama kini alby sampai di rumah kyra, dan sayangnya seperti biasa, dia di stop oleh asisten rumah tangga kyra, alby tetap di larang untuk masuk.
"aduh jangan mas, mba kyra baru aja mendingan, udah gak ngurung diri lagi, dan mau makan seperti biasa, takutnya nanti kalau ketemu mas, mba kyra malah kaya kemarin-kemarin lagi, saya gak tega mas lihatnya kalau kaya kemarin" ucap art tersebut.
__ADS_1
"bu tapi sekarang ini penting, ini demi masa depan saya dan kyra, saya kesini mau meluruskan kesalahan pahaman" alby berusaha mencoba untuk membuat dirinya bisa masuk.
"maaf mas, tapi sebelum mba kyra sendiri yang mengijinkan mas untuk masuk, saya gak berani untuk membiarkan mas masuk apalagi sampai ketemu mba kyra" sang asisten rumah tangga tetap berpegang teguh pada pendiriannya.
saat alby masih mencoba berbagai cara dan berbagai alasan agar di ijinkan masuk, kyra turun, sepertinya kyra masih belum menyadari kehadiran alby.
untung saja alby melihat kyra yang sedang menuruni anak tangga, jadi dia memilih untuk diam agar tidak menimbulkan keributan yang mana mungkin akan membuat kyra lari menjauh darinya.
alby diam memandangi art yang lebih tua darinya, mencoba mencari celah agar alby bisa masuk, sedangkan art yang di tatap alby tanpa sepatah kata apapun mulai kebingungan.
"BU AWAS ADA KECOA" teriak alby seketika membuat asisten rumah tangga itu terkejut juga takut sehingga mundur beberapa langkah, tak hanya art kyra yang sudah berada di lantai bawah pun sama terkejutnya.
bukan karena kecoa, tapi karena alby yang sedang berdiri di ambang pintu.
melihat ada celah, alby langsung memanfaatkan itu untuk mendekati kyra, alby berlari mengejar kyra yang hendak kembali ke atas, beruntunglah alby memiliki kaki yang panjang sehingga bisa dengan cepat mengejar kyra.
"kyra tunggu!, kita perlu bicara" ucap alby sambil memegang tangan kyra agar kyra tak bisa kabur kemana pun.
"mas aduh, kenapa larinya kenceng banget sih, ayo pulang mas, mba kyra gak mau ketemu sama mas" ucap asisten rumah tangga yang baru saja datang setelah susah payah mengejar alby.
"bu, tolong, ijinkan saya untuk sekedar berbicara, masalah saya dan kyra ini tidak akan selesai jika selalu di hindari, kita perlu meluruskan semuanya" ucap alby, lalu kemudian dia menatap kyra, meminta bantuan dari kyra.
"kyra, tolong ya, aku janji gak akan lama, tapi tolong bicara dulu sama aku" alby memohon kepada kyra dengan tulus membuat kyra merasa tak enak jika menolak.
"sebentar aja, kita ngobrol di atas" ucap kyra, jika kyra sudah berkata seperti itu maka sang asisten rumah tangga bisa apa selain mengijinkan alby untuk berbicara dengan kyra.
__ADS_1
"thank you kyra" alby tersenyum penuh syukur karena kyra mau mengijinkannya untuk berbicara.