
"dan terakhir, kak Nalesh , makasih sudah jadi kakak yang sangat baik, perhatian, dan menjaga aku, aku sayang banget sama kakak" lily langsung memeluk sang kakak, hal yang paling lily syukuri dalam hidupnya adalah memiliki kakak yang baik dan perhatian di saat banyak orang di luar sana sering berantem dengan saudara sendiri.
suapan ketiga di terima dengan baik oleh kakaknya lily, "no need to say thank you lily, semua itu sudah seharusnya kakak lakukan, and i will always do it, protect you and give you lots of love" lalu Nalesh memeluk lily di ikuti oleh kedua orang tuanya, kini mereka berempat berpelukan dengan erat saling menyalurkan kasih sayang.
sungguh pemandangan yang indah, kyra tersenyum ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh temannya.
aku juga mungkin bisa merasakan kebahagiaan seperti itu jika saja mama sama papa masih di sini. batin kyra.
kyra ulang tahunnya kapan ya?, dia sekarang terlihat senang apakah nanti harus bikin acara seperti ini juga biar kyra bahagia saat ulang tahunnya?. alby bertanya-tanya sendiri dalam pikirannya.
"kamu keliatannya seneng banget, acaranya semenarik itu ya buat kamu?" tanya alby yang sangat penasaran.
"acaranya biasa aja, layaknya party pada umumnya, tapi liat kesana deh, cinta mereka membuat acara ini semakin hidup dan hangat hingga menghantarkan kebahagiaan kepada mereka yang melihatnya" kyra menunjuk ke depan ke arah keluarga lily yang sedang berpelukan.
setelah mendengar itu alby memikirkan beberapa ide untuk acara ulang tahun kyra, kalau dia tidak salah ingat jarak ulang tahun dia dan kyra hanya berbeda 2 bulan, dan ulang tahun alby tinggal 1 bulan lagi maka mungkin ulang tahun kyra 3 bulan lagi.
Tiba-tiba lily datang dengan sepiring kue menghampiri lalu menghampiri kyra dan fara.
"buat kalian berdua, thank you ya udah jadi temen baik gue, dan selalu ada saat suka dukanya gue, sayang kalian" ucap lily lalu memeluk kyra dan fara lalu setelahnya menyuapi kyra dan fara secara bergantian.
setelah itu semua tamu dapat menikmati cake dan juga cupcake yang sudah di sediakan, semuanya kembali duduk namun ada juga beberapa yang masih berlalu lalang mengambil makanan ataupun minuman.
pukul 9 lewat para tamu satu persatu berpamitan pulang, hingga kini hanya tersisa kerabat lily, fara, kyra dan juga alby.
"gue pulang duluan ya, takut kena marah kalo terlalu malem" fara berpamitan kepada lily.
__ADS_1
"oke thank you ya udah dateng, hati-hati juga di jalan" ucap lily lalu fara berpamitan kepada kedua orang tua lily, setelah itu barulah dia berpamitan kepada kyra dan pulang lebih dahulu.
"kamu masih mau di sini?" tanya alby, hari sudah malam tapi alby tidak ingin memaksa kyra untuk pergi jika kyra masih menikmati berada di sana.
"kayanya pulang aja udah malem" jawab kyra setelah dia melihat jam di handphone miliknya.
"ya udah ayo pamitan dulu" ucap alby.
setelah berpamitan alby dan kyra langsung pergi ke luar menuju parkiran namun belum sampai di parkiran alby mendadak ingin ke toilet.
"kyra tunggu di sini sebentar ya, aku mau ke toilet dulu" ucap alby lalu setelah itu dia bergegas pergi.
kini kyra berdiri menunggu alby di depan pintu masuk restaurant, namun tiba-tiba dua pria datang entah dari mana, namun bau alkohol tercium sangat menyengat dari keduanya, kyra langsung takut apalagi saat kedua pria itu datang mendekat.
"Hai cantik ko sendirian?, ikut kita aja yuk" ucap salah satu pria tadi.
kyra yang tangannya tiba-tiba di ambil tentu terkejut dan juga takut, "lepas" pekik kyra, dengan sekuat tenaga kyra mencoba melepaskan tangannya namun tenaga pria itu terlalu kuat.
"tolong" kyra berteriak mencoba meminta bantuan tapi di sana sangatlah sepi, kyra tidak yakin apakah teriakannya bisa sampai ke dalam restaurant atau tidak.
"cantik jangan berisik, mending kita langsung pergi aja" ucap si pria membuat kyra sangat ketakutan, namun tiba-tiba.
bugh
satu pukulan keras membuat si pria langsung terjatuh, pukulan itu berasal dari alby yang baru saja kembali dari toilet.
__ADS_1
"kyra are you okay?, dia sakitin kamu?" tanya alby khawatir, dia langsung mengecek tubuh kyra takut jika kyra terluka.
"lo siapa dateng main pukul, kalo mau gabung bilang aja baik baik" ucap pria yang tidak terkena pukulan lalu dia membantu temannya untuk berdiri.
"harusnya saya yang tanya!, kalian siapa sampai berani menyentuh milik saya!!,, sekali lagi kalian berbicara yang tidak masuk akal apalagi berani menyentuh istri saya bukan hanya satu pukulan yang kalian dapatkan, tapi akan saya buat hancur badan kalian" ancam alby penuh amarah.
"pergi, kalian membuat istri saya ketakutan" usir alby saat melihat kyra yang gemetar ketakutan dan hampir menangis.
kedua pria asing itu pergi dengan perasaan kesal, niat mereka ingin mencari mangsa malah mendapat hadiah tonjokan di mukanya.
"kakak, takut" kyra langsung memeluk alby, akhirnya kyra bisa bernafas lega setelah pria itu pergi, namun tetap saja rasa takut itu masih tetap ada.
"it's okay kyra, i'm here, i wont let anything bad happen to you, sorry tadi aku telat" ucap alby lalu tangannya bergerak mengusap punggung kyra secara pelan guna membuat kyra lebih tenang.
"jangan takut lagi ya, kamu gak papa sekarang, kita pulang ya" ucap alby dan kyra pun mengangguk.
mereka berada di dalam mobil hendak pulang namun raut wajah kyra masih belum berubah sama sekali, sepertinya kyra sama sekali belum merasa tenang.
"kyra" panggil alby dengan nada yang sangat lembut.
"iya?" jawab kyra.
"sini, aku gak bisa peluk kamu tapi kamu bisa bersandar" ucap alby setelah membawa kepala kyra untuk bersandar di bahunya.
"kakak nyetirnya gak susah?" tanya kyra dia merasa tidak enak.
__ADS_1
"ngga ko, sini tangan kamu" pinta alby lalu menautkan tangannya dengan tangan kyra.
seolah di transfer sebuah energi kini kyra sudah merasa jauh lebih baik, ketakutan perlahan sirna di gantikan rasa aman dan nyaman.