Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
kerja kelompok 2


__ADS_3

"udah gak ada kabar di tungguin dan ternyata malah skip?, yang bener aja?" tanya kyra dengan nada yang sedikit tidak bersahabat, dia marah.


"kalian juga kemana aja kenapa baru dateng?" tanya kyra yang masih kesal.


"k-kita tadi ada urusan dulu" ucap raya gugup karena mereka tidak pernah di hadapkan dengan kyra dengan mood yang seperti sekarang.


"kyra, tarik nafas dulu, lo harus tenang" Eliot bersuara untuk menengahi mereka.


"kalian kali ini gue maafin ya tapi ngga lain kali, apalagi kalau sampe kalian menyepelekan tugas dan berakhir merugikan kelompok kita, kalian harus memikirkan kita juga sebagai anggota kelompok lain yang menginginkan tugas ini cepat selesai, kita kerja kelompok bukan individual jadi jangan cuma mikirin diri sendiri " ucap Eliot dengan tegas.


kyra merasa sedikit tenang dan puas dengan apa yang di ucapkan oleh Eliot, memang orang seperti manda dan raya ini perlu di beri sedikit teguran keras agar dapat mengerti dan tidak lagi menyepelekan tugas mereka.


"iya iya maaf, lain kali gue usahain buat dateng? tepat waktu" ucap manda mau tidak mau dia harus menurut jika masih ingin mendapatkan nilai bagus apalagi di kelompoknya memiliki orang pintar seperti kyra dan Eliot.


"celine gimana?" tanya kyra.


"Nah kalo soal dia gue gak ikutan ya" ucap raya.


"paling nanti dia nyuruh salah satu dari kita buat ngerjain tugas bagian dia, imbalannya uang kalo nolak sama dengan bunuh diri karena pasti di ancam" celetuk manda yang sukses membuat kyra membulatkan matanya terkejut.


"loh ya gak bisa gitu dong, kan kita semua sudah ada bagiannya masing-masing" kyra menjawab ucapan manda.


"ya bisa aja kalo buat celine, dia kan anaknya rektor jadi mau apa aja bebas, kalo kita berani macem-macem malah kita yang kena" timpal raya membuat kyra semakin tak habis pikir.

__ADS_1


"tapi kan kita gak salah apa apa, coba aja kita lapor dulu sekalipun rektor harusnya bisa profesional dong" ucap kyra sungguh sekarang kyra sangat kesal, sejak kapan sebuah jabatan di pergunakan untuk kepentingan sendiri? pikirnya.


"kyra mungkin lo gak masalah karena punya banyak uang, tapi gue nggak, kalo gue bikin masalah beasiswa gue taruhannya" ucap Eliot dengan berat hati dia harus berpihak kepada celine walaupun apa yang di ucapkan kyra benar, tapi tetap saja saat ini dia sudah berada di tengah jalan dan hampir mencapai garis finish jadi Eliot tidak boleh membuat masalah yang bisa berdampak kepada masa depannya.


"doni waktu semester 3 kena drop out karena berani nentang celine, riko waktu semester 4 juga begitu karena berani menyebarkan berita tentang rektor kita yang selalu membela celine yang salah dengan jabatannya, nesya juga, masalahnya sama kayak kita sekarang ini masalah tugas" jelas raya, dan korban yang dia ucapkan itu belum semuanya masih ada beberapa lagi.


"jadi kyra, gue minta maaf hari ini dateng telat janji gak lagi, jadi masalah celine biarin aja ya, gue gak mau ada drama di masa masa akhir kuliah gue" ucap manda memohon.


lidah kyra kelu, ingin sekali dia pergi dan melaporkan tentang celine tapi bagaimana dengan teman temannya?, kyra tidak memiliki apapun untuk melindungi temannya.


"udah ya guys masalah ini gak usah di bahas lagi, sekarang fokus aja dulu sama tugas masing-masing, kita kumpul lagi lusa buat diskusi" ucap Eliot.


setelah percakapan terakhir kyra hanya diam menyimak manda dan raya yang terus menerus bertanya kepada Eliot tentang tugas mereka.


"udah ya paham?, gue mau balik nih udah mlm" ucap Eliot, dengan terpaksa manda dan raya mengangguk.


...****************...


kyra memarkirkan mobilnya di basement apartemen, lalu berjalan menuju lift saat sudah memasuki lift suara notifikasi pesan terdengar, kyra mengira itu adalah alby maka dari itu kyra segera mengambil handphonenya, namun setelah melihat pesan yang masuk malah membuat kyra semakin emosi, bukan dari alby melainkan celine.


...kelompok IV...


celine

__ADS_1


aduh tadi gue ketiduran, ada yang mau kerjain tugas gue gak?, tenang aja ada imbalannya ko.


lelah, marah, tapi kyra tidak bisa apa-apa, jika dia melawan yang kena imbasnya adalah temannya yang lain kyra merasa frustasi dengan dirinya sendiri yang hati dan pikirannya sedang bertolak belakang.


setelah beberapa saat akhirnya kyra sampai di depan apartemen, kyra mulai memencet tombol smart door lock dan pintu pun terbuka.


"aku pulang" ucap kyra lalu melepas sepatu miliknya.


kedatangan kyra tentu menyita atensi alby yang sedang bekerja di ruang tamu, alby berdiri dan langsung menghampiri orang yang sedari tadi dia tunggu.


"loh kyra kamu kenapa?, ko muka kamu ditekuk gini? " tanya alby, tidak biasanya wajah kyra seperti ini, bahkan jika lelah biasanya kyra masih bisa tersenyum tapi sekarang tidak ada senyum di wajah kyra.


alby yang seperti sekarang ini membuat kyra teringat sang ayah, selalu perhatian, selalu tau jika kyra sedang tidak dalam perasaan baik baik saja, jika itu ayahnya mungkin sekarang kyta sudah di peluk dengan erat hingga dia merasa lebih baik.


"kak boleh minta peluk gak? " bukannya menjawab pertanyaan alby kyra malah meminta sebuah pelukan.


tak perlu menunggu lama alby bawa tubuh kecil kyra kedalam pelukannya, tangan bergerak mengelus lembut punggung kyra untuk memberikan ketenangan karena alby tau kyra sedang tidak dalam kondisi yang baik.


"i'm here kyra, kamu bisa berbagi sama aku, bukan cuma pelukan yang akan aku kasih, aku bisa kasih semuanya untuk kamu kalau itu bisa membuat kamu merasa lebih baik" ucap alby, mendengar itu membuat kyra ingin menangis seketika.


hiks


terdengar isakan kecil yang berarti kyra sedang menangis, alby panik tapi dia lebih memilih membiarkan kyra menangis sepuasnya agar perasaannya lebih lega, yang dapat alby lakukan hanyalah memeluknya, mengusap punggung dan belakang kepala kyra sambil berbisik.

__ADS_1


it's okay, it will be okay..


kyra menangis bukan karena marah tentang tadi, bukan karena lelah juga tapi karena perhatian yang alby berikan, emosi kyra yang sedang tidak baik di luluhkan begitu saja dengan pelukan hangat, tidak berhenti di sana kata kata alby yang menunjukkan kasih sayangnya sukses membuat kyra merasa tak karuan hingga akhirnya menangis.


__ADS_2