
kini kyra dan alby sedang berada di kamar kya, duduk di sofa dengan bersebelahan, setelah beberapa saat terdiam alby pun membuka suara.
"kyra, aku mau minta maaf karena sudah buat kamu salah paham" ucap alby.
"perempuan yang kamu lihat kemarin dan yang kamu lihat beberapa waktu lalu itu temen aku" ucap alby namun sepertinya kyra tidak percaya, kyra malah memutar bola matanya malas.
"haha dia baru bilang ya?, aku kyra kakak kesini mau berterima kasih karena aku melihat pacar kakak itu selingkuh, eh ternyata malah mau cari alasan, pake temen segala lagi" kyra tak habis pikir, temen?, di kira dia anak kecil kali ya bisa di bujuk dan di bohongi gitu aja.
"kyra aku serius dia bukan pacar aku, dia itu temen aku , tapi iya aku juga mau berterimakasih sama kamu, karena kamu melabrak dia kemarin aku jadi tau kalau kamu salah paham" ucap alby, bahkan alby menekan kata 'pacar' dan 'temen'.
"salah paham?, aku liat kak, aku liat kakak pelukan sama dia, dan itu bukan cuma sebentar, kalian pelukan lama!, segala kakak mau jemput lagi, masa iya cuma temen tapi bela-belain dari bandara langsung dateng ke kantor cuma buat ngasih suprise?" kyra masih tetap dengan pemikirannya.
"aku jelasin ya, kamu dengerin baik-baik oke?" ucap alby, kyra tidak menjawab jadi alby menyimpulkan bahwa kyra setuju.
"aku, devan, dan dia, orang yang kamu bilang pacar aku, kita adalah sahabat sejak sekolah menengah atas, namanya grace sella winara, kita selalu bertiga sampai kita kuliah, makanya hubungan kita bisa deket, dia gak cuma deket sama aku ko, dia juga deket sama devan, kalo kamu gak percaya sama aku kamu boleh nanya ke devan" jelas alby.
"nah setelah lulus kuliah kita mulai jarang ketemu, sibuk dengan urusan masing-masing, aku sibuk belajar tentang perusahaan, devan sibuk ngurusin restaurant keluarganya, dan dia sibuk belajar di luar negeri, sekarang juga dia kerjanya di luar negeri, nah kebetulan dia itu mau lamaran makanya dia cuti kerja dan pulang ke indonesia,
pacarnya grace juga kerja di negeri yang sama dengan dia, tapi pacarnya baru dateng dua hari lalu, dia langsung nyamperin aku karena katanya kangen banget sama aku dan juga devan, mau langsung ke rumah orang tuanya tapi mereka sibuk dengan keluarganya masing-masing, makanya grace memilih untuk datengin aku dan setelah itu kita juga datengin devan" alby menjelaskan secara panjang lebar.
"jadi orang tua grace itu bercerai, karena papanya selingkuh, makanya grace benci banget perselingkuhan, dan kemarin kamu datengin dia bilang dia selingkuh jelas dia marah, dan langsung datengin aku tadi, tapi aku juga seneng kamu lakuin itu, karena kalau ngga aku gak akan tau kamu ternyata salah paham, terimakasih kyra, terimakasih udah bilang grace selingkuh, terimakasih sudah buat dia marah sampe datengin aku" ucap alby, mendengar penjelasan alby kyra menjadi merasa bersalah karena telah menuduh orang sembarangan, apalagi ternyata hal itu sensitif bagi orang tersebut.
__ADS_1
"jadi surprise yang di maksud itu, soal lamaran? " tanya kyra.
"iya, soal kedatangan dia juga, aku sama devan sama sekali gak tau" jawab alby.
"makasih sudah menjelaskan, tapi itu semua percuma, tidak akan mengubah apapun" ucap kyra, membuat muka alby seketika pucat, apakah tidak ada lagi kesempatan untuknya?, pikir alby.
"kenapa kyra?, kenapa gak akan bisa merubah apapun?, aku ada kesalahan lain ya?, atau kamu gak suka aku ya?, aku gak cocok buat kamu ya?" alby melontarkan banyak pertanyaan yang lewat begitu saja di pikirannya.
"bukan aku yang gak suka, bukan aku yang gak cocok, tapi itu kakak" jawab kyra sekarang kyra tak mampu melihat wajah alby.
penjelasan alby tadi tetap tidak akan merubah hasil akhir mereka, alby tetap akan menceraikan kyra setelah selesai wisuda sebagaimana perjanjian alby dengan ayahnya.
"ko kamu bisa bilang gitu, padahal aku gak pernah merasa nggak cocok sama kamu, gak pernah merasa gak suka sama kamu" ucap alby.
"hei, hei jangan nangis, siapa yang bilang kayak gitu sama kamu? " tanya alby panik, dia langsung membawa kyra kedalam dekapannya, kyra memberontak tapi tenaga alby lebih besar sehingga akhirnya diam menikmati dekapan yang sangat kyra rindukan.
"kakak yang bilang sendiri waktu itu" kyra menjawab pertanyaan alby di tengah tangisnya.
"hah?, kapan?, perasaan aku gak pernah ngomong gitu" alby sama sekali tidak mengingatnya.
"lupa ya?, waktu itu kakak sendiri yang bilang ke papa di hari ulang tahun aku" kyra mengingatkan alby.
__ADS_1
di hari ulang tahun?, bilang ke papa?, batin alby, dia masih mencoba untuk mengingat-ingat.
oh astaga,, kesalahpahaman yang lain, batin alby, dia langsung melepaskan pelukannya, menangkup wajah kyra dengan kedua tangannya.
"jadi waktu itu kamu dengar ya?" tanya alby dan kyra pun mengangguk.
"sampai mana yang kamu denger?, biar nanti aku bisa lanjut jelasin" ucap alby.
"setelah kakak bilang akan menceraikan aku setelah aku lulus kuliah aku langsung pergi, aku gak tau setelah itu kakak bilang apa lagi, aku terlalu takut untuk mendengarnya makanya aku pergi" jawab kyra.
alby melepaskan tangan yang tadi menangkup pipi kyra, kini tangannya beralih mengelus kepala kyra dengan penuh kasih sayang.
"jadi ini alasan kamu waktu itu menghindari aku?" tanya alby dan kyra pun mengangguk, kini kyra tak lagi menangis tapi matanya masih menyorot kan kesedihan.
"terus kenapa kamu gak bilang apapun sama aku?, kenapa setelah kamu menghindar kamu bersikap seperti biasanya? " tanya alby, dia ingin tahu apa alasan kyra.
"aku takut, takut mendengar alasan kenapa kakak mau cerai, aku takut hubungan kita malah menjadi canggung dan renggang, jadi aku mutusin untuk menikmati sisa waktu aku bersama kakak seolah aku tidak tahu apapun, sama seperti sebelumnya" jawab kyra.
"kasian kamu jadi harus melewati hal berat itu sendirian, maaf ya, maaf sudah buat kamu salah paham" alby merasa bersalah bukan main, alby merasa gagal menjadi seorang suami.
alby ternyata sudah menyakiti hati kyra walaupun itu semua tidak di sengaja dan salah paham, tapi tetap saja alby kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak peka terhadap perubahan sikap kyra, sehingga membuat kyra merasakan semuanya sendirian.
__ADS_1
"aku jelasin yang waktu itu ya, biar kamu menjadi lebih tenang" ucap alby dan mulai menjelaskan tentang kejadian di hari itu.