
setelah lama berkutat di dapur akhirnya kue telah selesai di buat, siap untuk di nikmati, walaupun ada yang bentuknya tidak terlalu cantik, tapi semoga saja rasanya tidak gagal.
"aku boleh cobain yang ini ngga tante? " tanya fara menunjuk kue yang di buat oleh adira.
"boleh dong, kalian mau makan yang mana aja boleh ko" jawab adira, membuat fara dan lily kesenengan.
sedangkan kyra sibuk menata kue yang di buatnya ke dalam tupperware, ingin menunjukkannya kepada alby.
"tante, kita boleh main lagi ke sini ngga? " tanya lily, dia menyukai adira juga menyukai membuat kue sehingga membuatnya ingin kembali lagi kesini.
"boleh dong, tante seneng malah, jadi ada temennya" jawab adira di hadiahi sorak senang dari fara dan lily.
setelah lama berbincang sambil mencicipi berbagai macam camilan yang di buat adira kini fara, lily, dan kyra bersiap untuk pulang, karena hari juga sudah sore.
"tante makasih ya, maaf ngerepotin" ucap fara.
"sama-sama, gak ngerepotin ko, jangan kapok main kesini ya" ucap adira.
"ma, kyra pulang dulu ya" pamit kyra.
"Hati-hati ya sayang" adira memeluk kyra sebentar sebelum kyra pergi.
setelah itu kyra mengantarkan lily dan fara ke rumahnya masing-masing, dan saat di perjalanan pulang, kyra melewati kantor alby.
apa mampir aja ya?, pikir kyra.
dan akhirnya dia memutuskan untuk mampir sebentar, memberikan kue yang tadi dia buat sebagai camilan untuk alby.
saat masuk ke dalam kantor alby kyra melihat beberapa karyawan yang sepertinya sedang lembur juga, suasananya tidak terlalu ramai seperti hari biasanya, ketika berpapasan dengan karyawan mereka langsung melemparkan senyum dan juga menundukkan kepala tanda hormat.
hal itu membuat kyra sedikit canggung, tapi mau bagaimana lagi, dengan cepat kyra masuk ke dalam lift namun saat pintu lift tertutup seseorang menghalanginya membuat pintu kembali terbuka.
seorang perempuan yang cantik ikut masuk ke dalam lift, perempuan itu tersenyum ke arah kyra dan berkata.
"oh kamu mau kesitu juga" ucap perempuan itu, kyra yang tidak suka berinteraksi dengan orang asing hanya mengiyakan tanpa banyak bertanya.
__ADS_1
saat tiba di lantai tujuan perempuan itu keluar lebih dulu, sedangkan kyra berdiri sebentar di depan lift, mengambil ikat rambutnya yang barusan tiba-tiba jatuh.
setelah selesai mengikat rambutnya lagi kyra berjalan menuju ruangan alby, namun saat sampai di depan ruangan alby, di sana tidak ada Tiffany.
loh kak Tiffany kemana?, apa gak ikut lembur?. batin kyra, dan dia pun semakin mendekat ke arah pintu ruangan alby yang tidak tertutup sempurna.
mata kyra membulat sempurna saat mendapati alby dan perempuan yang tadi bersamanya di dalam lift sedang berpelukan, sekali lagi hati kyra terasa hancur, tapi kyra masih berdiri mematung di sana, mendengarkan setiap obrolan mereka.
"kangen banget, akhirnya kita bisa ketemu lagi" ucap si perempuan.
"kenapa gak bilang kalo mau kesini, kalo bilang kan bisa di jemput ke bandara" kini alby yang berbicara, mendengar itu membuat hati kyra semakin sakit.
"sengaja gak bilang biar surprise, dari bandara langsung kesini loh, cape banget" keluh si perempuan tanpa berniat melepaskan pelukan mereka yang erat.
"terus kenapa gak langsung pulang aja kalau cape, kenapa harus kesini dulu, kan besok besok kita masih bisa ketemu" ucap alby.
"ih di bilang mau kasih surprise juga" jawab di perempuan dengan nada merajuk.
"ya udah iya"
merasa tak lagi kuat melihat semuanya kyra memutuskan untuk pergi, sebelum pergi dia taruh tupperware yang di bawanya di atas meja Tiffany.
kyra tak peduli jika orang-orang melihatnya dengan pandangan aneh karena berjalan dengan terburu-buru sambil menangis, tujuannya sekarang cuma satu, mobilnya.
sesampainya di mobil kyra langsung menangis, sejadi-jadinya, beruntunglah parkiran sepi jadi tidak ada orang mendengar tangisan kyra.
kenapa?, kenapa kamu memperlakukan aku dengan begitu baik dan membuat aku jatuh cinta, kenapa?, kenapa gak bilang kalau ternyata udah punya seseorang di hati kamu?. kyra meraung dalam hatinya, tak mampu dia keluarkan lewat kata.
Aku sudah gak punya kesempatan lagi, hatiku sakit, tapi siapa yang bisa aku salahkan atas rasa sakit ini?, tuhan kenapa aku harus melalui semua ini?
aku marah, karena aku merasa selama ini di bohongi, kenapa dia gak bilang kalau ternyata sudah memiliki tambatan hati, tapi aku bahkan tidak tau, apakah aku berhak marah?.
setelah ini semua tidak ada lagi yang bisa aku harapkan, haruskah aku segera mengakhiri pernikahan ini?.
kyra menangis cukup lama bahkan rasanya semua tenaganya terkuras habis, kyra merasa ter khianati karena kyra pikir alby tak memiliki hubungan dengan orang lain, tapi kyra juga tidak tau apakah dia berhak untuk merasa ter khianati.
__ADS_1
setelah di rasa dirinya cukup tenang, kyra mulai menjalankan mobilnya, pergi menuju rumah lamanya, rumah yang mungkin akan selamanya kyra tempati mulai dari sekarang.
...****************...
alby pulang ke rumah saat jam makan malam, namun rumahnya terasa sepi, alby mencari keberadaan kyra namun tak dapat dia temukan dimana pun itu.
"apa masih di rumah mama? " gumam alby.
setelah itu alby mencoba menelpon mamanya, dan saat mamanya berkata bahwa kyra sudah pulang sejak sore tadi alby mulai panik.
kemana kyra pergi?, kenapa gak ada kabar sama sekali?. batin alby yang khawatir apalagi sekarang sudah malam.
alby mencoba menanyakan kepada fara dan juga lily, namun mereka juga tidak tau, mereka juga belum mendapatkan kabar terbaru dari kyra.
alby semakin panik, apalagi nomor kyra tidak aktif, alby yang bahkan belum duduk langsung kembali keluar, berniat untuk mencari kyra.
alby mencari ke tempat yang mungkin kyra singgahi, namun nihil, alby tak dapat menemukannya, satu harapan dia sekarang.
"semoga kyra ada di rumahnya" gumam alby.
alby langsung memutar balik mobilnya, mengendarainya dengan kecepatan di atas rata-rata, dan setelah lima belas menit akhirnya alby sampai di rumah kyra.
tanpa tunggu lama alby langsung memencet bel dengan tidak sabaran, alby juga mengetuk pintu berganti lagi memencet bel, hingga akhirnya seseorang datang, dan tentu saja itu bukan kyra..
"bu, kyra nya ada? " tanya alby langsung tanpa basa-basi.
"mba kyra ada di sini, tadi tiba-tiba dateng dengan penampilan yang kurang baik, sepertinya sedang ada sesuatu, tapi mba kyra lagi mode diam dan susah di tanya" jawab seorang perempuan paruh baya yang bekerja mengurus rumah kyra.
"tadi mba kyra cuma berpesan untuk tidak boleh membiarkan mas nya masuk, sepertinya mba kyra lagi ingin sendiri, jadi lebih baik sekarang mas nya pulang saja dulu" ucapnya lagi.
mendengar penuturan ibu tersebut alby bukannya merasa tenang malah semakin merasa resah dan khawatir.
"ketemu sebentar aja bu, boleh gak?, saya mau lihat dengan mata kepala saya sendiri kalau kyra baik-baik saja" kekeh alby mencoba berusaha membujuk.
"maaf mas, nanti akan saya kabari kalau mba kyra sudah mau di temui" ucap Ibu itu lalu menutup pintunya.
__ADS_1
sedangkan alby masih berdiri diam memandangi pintu yang tertutup rapat, mulai memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, ada apa dengan kyra?, tidak biasanya kyra seperti ini, apakah alby melakukan kesalahan?, alby bingung, tapi dia tidak bisa memaksa jika kyra tak ingin bertemu dengannya.