Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
kenapa?


__ADS_3

"kyra" panggil alby dengan wajahnya yang terlihat datar karena kesal.


"kakak?" jawab kyra walaupun sedikit terkejut karena alby yang datang tiba-tiba.


"kamu di cariin tadi, ayo" alby beralasan agar bisa membawa kyra pergi dari sana, pergi dari pria yang membuat hatinya tidak nyaman karena terlihat akrab dengan kyra.


"eh di cariin siapa?" tanya kyra bingung, siapa juga yang akan mencarinya karena kedua mertuanya sedang sibuk mengobrol dengan teman-teman mereka.


"di cariin sama pengantin, ayo!" alby sungguh tidak sabar ingin segera mengajak kyra pergi sehingga dia memberanikan diri untuk mengambil tangan kyra dan menuntunnya untuk pergi.


"maaf ya kak aku harus pergi" ucap kyra kepada danu lalu setelah itu pergi mengikuti alby.


kakak? bukankah kyra anak tunggal?


tapi bisa aja kakak sepupu kan?


iya, semoga saja begitu, semoga kali ini aku punya kesempatan untuk bersama dengan kamu kyra. batin danu saat melihat kyra yang perlahan menghilang tertutup oleh para tamu undangan lain.


sejak kyra datang di hidupnya hatinya telah terkunci oleh kyra, walaupun waktu yang mereka lalui itu singkat namun waktu singkat itu tidak mengurangi perasaannya terhadap kyra walaupun mereka sudah dua tahun tidak bertemu, rasa itu tetap ada, tetap sama, dan dia sekarang kembali, kembali untuk memperjuangkan cintanya sekali lagi.


kyra sendiri tidak mengetahui perasaan danu, kyra hanya menganggap danu senior baik hati yang perhatian terhadap junior nya, salahkan danu yang dulu terlalu penakut sehingga tidak berani untuk mengungkapkan perasaannya, waktu itu danu tidak percaya diri untuk mengajak kyra pacaran karena dia tidak memiliki apa apa selain cintanya, apa yang dia miliki hanyalah milik orang tuanya.


dan juga waktu itu danu sudah merencanakan untuk mengambil s2 di luar negeri, tapi yang paling membuat dia takut untuk menyatakan perasaannya adalah takut di tolak, karena sejauh yang dia tau kyra selalu menolak pria yang mengajaknya berpacaran dengan alasan ingin fokus dalam belajarnya, entah memang itu alasannya atau karena kyra hanya tidak suka kepada para pria itu, danu sendiri tidak tahu pasti, tapi karena hal itu danu memutuskan untuk menyimpan perasaannya dan membiarkan waktu yang menghilangkannya.


namun sayangnya perasaan itu masih dengan nyaman bersemayam di dalam hatinya hingga saat ini, apalagi setelah tadi bertemu kyra, membuat dia semangat untuk berjuang sekali lagi, dengan lebih berani, pendidikannya sudah selesai, sekarang dia sudah bekerja,tidak ada lagi halangan, selagi masih ada kesempatan akan selalu dia coba walaupun hasil terburuknya dia akan di tolak oleh kyra, tapi setidaknya dia ingin berjuang.

__ADS_1


...****************...


"kak pengantinnya di sana" ucap kyra karena alby terus menuntunnya melewati sang pengantin.


"nanti aja pas mau pulang" jawab alby yang terus berjalan mencari meja yang sekitarnya tidak terlalu ramai, dan dia menemukan meja tersebut sedikit di ujung.


"kita makan terus langsung pulang ya" ucap alby dia sudah tidak mood lagi untuk berlama-lama di sana.


"kakak kenapa?, lagi bad mood ya?, karena tadi pas lagi ngobrol-ngobrol itu ya?" rentetan pertanyaan kyra ajukan karena melihat ekspresi wajah alby yang terlihat seperti sedang kesal.


iya bad mood!! karena kamu yang duduk berdua sama cowok gak di kenal terus pegang-pegang kepala lagi!!.. gerutu alby yang hanya bisa di ungkapan dalam hatinya..


"aku gak papa" jawab alby yang membuat suasana menjadi hening di kuping kyra walaupun sebenarnya di ruangan itu sangat berisik.


"oh iya yang tadi itu senior aku, dia tadi nyapa buat nanyain kabar, tadinya aku mau kenalin dia ke kakak cuma tadi buru-buru mungkin lain kali aja" kyra membuka obrolan untuk memecahkan keheningan di antara mereka berdua.


"akrab banget ya sama 'senior' " ucap alby dengan sedikit penekanan pada kata terakhir.


aduh apa aku tadi salah ngomong ya? ko kayanya kakak makin kesel.. kyra menjadi sedikit takut, ini pertama kalinya kyra melihat wajah datar alby yang bahkan lebih menakutkan daripada saat mereka menikah.


"kakak gak suka ya?" tanya kyra pelan bahkan dia ragu hanya untuk sekedar menatap mata alby.


iya gak suka!!!... kata kata yang ingin sekali alby ucapkan dengan tegas namun dia tidak bisa.


"kita makan dulu aja ya" alby tidak menjawab dan mengalihkan perhatian kyra.

__ADS_1


kyra hanya mengikuti apa yang alby katakan, mereka makan malam dan mengucapkan selamat kepada pengantin lalu pulang ke apartemen.


"good night" ucap alby kepada kyra.


"night too" jawab kyra sambil tersenyum manis dan berharap besok alby kembali seperti biasa.


sebelum alby pergi ke kamarnya dia menyempatkan untuk mengelus kepala kyra untuk membersihkan kepala kyra dari tangan 'seniornya' itu.


kyra yang kepalanya di elus tiba-tiba tentu saja menjadi berdebar hingga mukanya sedikit memerah, untung saja alby langsung masuk tak lama setelah selesai mengelus kepalanya.


...****************...


alby berdiri di bawah guyuran air dingin, berharap suhu dingin dari air tersebut dapat membuat pikirannya kembali dingin.


apakah aku terlalu berlebihan? padahal ternyata senior kyra. pikir alby..


setelah beberapa sat akhirnya alby memutuskan untuk tidak memikirkan lagi tentang rasa kesalnya itu, dia harus mengerti tentang sekeliling kyra, harusnya dia tidak merasa kesal hanya karena senior kyra itu.


yang harus dia pikirkan saat ini adalah alasan kenapa rasa kesal itu bisa datang, apakah hanya karena rasa tanggung jawab untuk menjaga kyra atau karena alasan lain seperti, rasa sayang?, entahlah alby masih bingung dan tidak yakin.


alby akan membiarkan waktu yang menjawab semuanya, jika memang dia memiliki perasaan terhadap kyra maka rasa itu akan semakin tumbuh, tapi jika hanya karena tanggung jawab alby harus lebih mengontrol dirinya agar tidak terlalu berlebihan.


di pagi hari mereka melakukan aktivitas seperti biasa, alby juga sudah kembali seperti biasanya, hal itu membuat kyra merasa lega.


"kamu kelas siang ya?" tanya alby kepada kyra.

__ADS_1


"iya" jawab kyra.


"ya sudah nanti jangan lupa makan, aku berangkat kerja dulu" alby kembali dengan senyuman lembutnya lalu pergi untuk berangkat kerja.


__ADS_2