Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
belajar masak


__ADS_3

ternyata papanya sesayang itu ya, wajar kalau kyra merasa sangat kehilangan.. batin alby.


"aku juga bisa ko" ucap alby tiba-tiba membuat kyra kebingungan.


"hah?, bisa apa?" tanya kyra yang sedang bingung.


"bisa jagain kamu, bisa marahin orang yang jahatin kamu, bisa berantem sama orang yang berani sakitin kamu, aku bisa, aku bisa lakukan apapun itu buat kamu, jadi kamu bisa cerita apapun itu, karena aku ada di sini, di samping kamu, aku siap bantu kamu apapun dan kapanpun" jelas alby panjang lebar mengutarakan apa yang ada di benaknya.


entah kenapa namun tiba-tiba saja alby ingin melakukan itu, alby ingin menjadi pengganti ayahnya kyra, ingin menjadi tempat bagi kyra untuk bergantung, ingin menjadi tempat paling nyaman untuk kyra, ingin menjadi rumah untuk kyra.


ini beneran kak alby?, maksudnya, aku tau dia pria sebaik apa, tapi kenapa tiba-tiba dia mengatakan semua itu, tapi terlepas dari apa yang menjadi alasannya ucapannya barusan membuat hatiku menghangat. batin kyra setelah kepergian sang ayah semuanya dia simpan sendirian tapi setelah ini dia akan memiliki alby yang siap mendengarkan segala keluh kesahnya.


"terimakasih kak, untuk semuanya, mungkin mulai sekarang aku bakal banyak nyusahin kakak" ucap kyra dengan senyuman manis yang terukir di wajahnya.


papa juga, terimakasih sudah mengirimkan dia, dia yang selalu baik dan perhatian, dia yang selalu bilang masakan aku enak walaupun itu keasinan atau tidak layak makan, dia yang selalu mendukungku untuk terus mencoba jika gagal, dia yang selalu sabar saat sedang mengajariku memasak, sekarang dia juga menawarkan untuk menjadi tempat aku bergantung, mungkin ini adalah hadiah dari tuhan karena telah mengambil papa, tapi papa tenang aja aku udah ikhlas ko walaupun kadang masih sedih atau kangen juga hehe.. ucap kyra dalam hatinya.


"papa kita pulang dulu ya, nanti kita lebih sering lagi kesini, kyra janji" ucap kyra kemudian dia berdiri bersiap untuk pergi.


"papa gak usah khawatir di sana, kyra pasti aman disini, aku pasti akan menjaga dia, kita pulang dulu ya pa" ucap alby sebelum keduanya berlalu pergi.


butuh waktu selama tiga puluh menit untuk mereka sampai di rumah orang tua alby, setibanya di sana keduanya di sambut hangat oleh asisten rumah tangga yang membukakan pintu untuk mereka berdua, adira langsung datang menyambut menantunya di ikuti oleh suaminya, Bima, dari belakang.


"Hai sayang, apa kabar" sapa adira lalu memeluk kyra.


"aku baik ma" jawab kyra.


"Hai kyra, alby baik kan sama kamu?" tanya Bima yang sudah kesekian kalinya, dia hanya ingin memastikan jika putranya memperlakukan kyra dengan baik.

__ADS_1


"baik ko pa, baik banget malah" jawab kyra membuat alby tersenyum.


"memang sudah seharusnya begitu, tapi kalau dia berbuat macam-macam jangan sungkan untuk memberitahu papa ya, kamu jangan menutup-nutupi kalau misalnya alby menyakiti atau bertindak kasar sama kamu" ucap Bima yang masih mengkhawatirkan keduanya, bahkan entah ke berapa kalinya bisa berkata seperti ini.


jika Bima bertanya kepada alby tentang kehidupan pernikahannya, alby hanya akan menjawab, " kita baik-baik aja pa" tidak lebih dari itu, makanya Bima sedikit khawatir jika seandainya alby benar-benar tidak bisa mencintai kyra dan nantinya memilih meninggalkan kyra.


"ko papa gak percaya sama anaknya sendiri sih, lagian gak ada pertanyaan lain apa?, kayanya setiap ketemu itu terus yang di tanyain" timpal alby yang merasa sedikit kesal.


"padahal aku gak ada tampang jahat dan suka bersikap kasar" ucap alby yang masih tidak terima


karena merasa harga dirinya di jelekan di hadapan kyra.


"papa bukannya gak percaya, papa sengaja selalu bertanya seperti itu biar kamu gak berani untuk nyakitin kyra" ucap Bima.


kyra tersenyum melihat perdebatan kecil antara ayah dan anak itu, jarang sekali kyra melihat alby yang sedang kesal seperti sekarang ini, tapi alby tidak marah dia hanya sedikit merajuk hal itu lah yang membuat kyra tersenyum.


"udah-udah gak usah di lanjut, mama tau ko alby pasti baik, buktinya kyra baik-baik aja dan terlihat senang, ya kan sayang?" adira menghentikan argumen kecil antara ayah dan anak itu, membuat alby tersenyum senang karena merasa dirinya di bela.


"iya ma, kalo kak alby jahat aku pasti langsung bilang dan minta pulang" jawab kyra, senyum kemenangan kembali terbit di wajah alby.


"nah udah kan? mending sekarang kita masuk ke dalam dulu" ajak adira, kemudian mereka semua pergi ke dalam.


"kyra kamu mau makan siang apa?, biar mama masakin" tanya adira kepada kyra.


"apa aja ma" jawab kyra, dia sendiri tidak memiliki ide apapun untuk apa yang akan dia makan siang ini.


"kalau chicken teriyaki kamu suka?" tanya adira.

__ADS_1


"suka ma" jawab kyra.


"ya udah kalau gitu mama masakin ya" adira berdiri hendak pergi ke dalam untuk masak makan siang.


"ma kyra boleh bantu gak?" tanya kyra yang sudah terlihat bersemangat karena dia yakin jawabannya pasti boleh.


"boleh dong, ayo sini" ucap adira yang tentu saja membuat kyra langsung mengekori mama mertuanya itu.


"ma boleh sekalian ajarin kyra masak gak?" pinta kyra, dia ingin sekali bisa memasak makanan untuk makan siang dan makan malam bukan hanya untuk sarapan.


"boleh dong, tapi pertama kamu harus tau bumbu dulu ya, biar nanti gak salah masukin bumbu" adira berjalan menuju lemari dan membuka pintunya hingga menampilkan banyak sekali bumbu-bumbu untuk memasak.


"wah ini apa aja ma?, banyak banget?, mama hafal semuanya? " tanya kyra dengan pandangan takjub nya.


"yang ini kita gak perlu hafalin kan sudah ada nama-namanya di setiap botol, kamu cuma perlu baca aja yang teliti biar gak salah ambil" jawab adira lalu dia berjalan ke arah kulkas dan mengeluarkan rempah-rempah.


"nah kalau ini baru sedikit sulit buat hafalin nya, kalau kamu lupa nanti searching aja ya" ucap adira.


kyra sendiri terkejut melihat banyaknya rempah dan juga ada yang terlihat sama.


"ada juga rempah instan kaya gini" adira menunjukkan satu bungkus kunyit bubuk.


"nah kalo ini namanya lengkuas, ini jahe, ini kemiri, ini lada" adira menunjuk dan mengucapkan nama rempahnya satu persatu.


kyra langsung memotret dan memberi nama dalam foto tersebut, karena jika tidak seperti itu kyra yakin dia pasti akan lupa.


adira juga memberitahu kyra tentang bedanya rempah-rempah tersebut, dari warna, tekstur, dan wanginya, agar kyra tidak kebingungan dan lebih mudah mengingat jenis rempah.

__ADS_1


__ADS_2