Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
rencana liburan


__ADS_3

Keesokan harinya, Alby berdiskusi dengan para donatur lain yang sudah dia hubungi kemarin malam. Setelah kurang lebih satu jam, akhirnya sebuah keputusan disetujui oleh semua pihak. Waktu menunjukkan jam makan siang, Alby langsung mengambil handphone miliknya untuk mengabari Kyra.


Setelah beberapa nada panggilan tersambung, akhirnya Alby mendengar suara lucu yang sangat familiar di telinganya, dan tentu saja itu adalah suara Kyra.


"Hallo."


"Kyra, kamu sudah makan?"


"Belum, ini baru mau ke kantin sama yang lain."


"Kamu ada waktu nggak kalau pergi makan di luar? Aku mau bilang sesuatu sama kamu."


"Kalau gitu di dekat sini aja ya, soalnya nanti aku masih ada kelas."


"Oke, lima belas menit lagi aku sampe di sana, kamu kirim alamat tempatnya."


"Oke. Hati-hati, Kak."


Setelah itu, panggilan terputus, dan sebuah pesan masuk dari Kyra yang mengirimkan nama tempat dan alamat lengkapnya.


Lima belas menit lebih sedikit, Alby sampai di sana. Alby masuk ke tempat tersebut yang tidak terlalu besar dan ramai, namun tempatnya nyaman. Alby dapat melihat Kyra yang sedang melambaikan tangan kepadanya.


"Hai, maaf lama ya tadi ada macet sedikit," ucap Alby lalu duduk di hadapan Kyra.


"Gak lama ko, kakak mau makan apa?" tanya Kyra.


"Aku ikut kamu aja," jawab Alby.


Kyra pun memesan 2 menu makanan dan minuman yang sama.


"Kyra, keputusan tentang masalah kemarin adalah kita semua sepakat untuk meminta rektor turun dari jabatannya. Lagi pula masa jabatannya juga tidak lama lagi. Dan, untuk anaknya, akan tetap seperti biasa namun tentu saja diberi teguran dan dia sudah tidak lagi bisa menyuruh orang lain seenaknya apalagi sampai tidak mengerjakan tugasnya sendiri," Alby menjelaskan hasil rapatnya bersama donatur lain kepada Kyra.


Hal tersebut membuat Kyra merasa lega karena kebaikan ini bukan hanya untuk dirinya melainkan juga orang lain dan untuk Celine sendiri. Namun, Kyra juga merasa tidak enak hati karena rektornya harus turun dari jabatannya bahkan sebelum waktunya.

__ADS_1


"Makasih ya, Kak. Tapi, apa ngga papa maksudnya kalau sudah tidak jadi rektor nanti penghasilannya gimana? Kerjanya gimana?" tanya Kyra yang masih memikirkan dari mana nanti penghasilan rektornya setelah tidak lagi menjabat.


"Kamu gak usah khawatir soal itu. Biar itu menjadi tanggung jawab mereka atas apa yang telah diperbuat. Tapi kalau kamu memang masih khawatir, nanti biar aku pantau keadaan kedepannya ya," jawab Alby yang seketika mampu menenangkan hati Kyra.


Keesokan harinya, satu universitas ribut karena berita terbaru, yaitu berita tentang penurunan jabatan rektor secara paksa karena menggunakan kekuasaan untuk urusan pribadi.


"Rasain tuh, makanya jadi orang jangan sok."


"Duh, si Celine apa kabar haha."


"Eh, tapi ini gimana ceritanya ya ko bisa tiba-tiba ketauan?"


"Huh, akhirnya kita gak perlu takut lagi sama si Celine."


Bisikan para mahasiswa yang sedang membicarakan Celine dan ayahnya itu mulai terdengar di mana-mana, sepertinya topik pembicaraan semua orang hari ini sama.


"Kyra," panggil seseorang membuat Kyra yang sedang berjalan sendirian sedikit terkejut. Dia adalah Elliot.


"Lo kaget gak denger berita ini? Kira-kira siapa ya yang bisa bikin rektor diturunkan dari jabatannya?" ucap Elliot.


Ingin Kyra menjawab bahwa itu semua karena suaminya, tapi Kyra tahu ini semua terjadi bukan sepenuhnya karena Alby, jadi dia memilih diam.


"Oh iya, tadi Celine kabarin dan minta tugas bagian dia. Pertemuan selanjutnya juga dia bilang bakal ikut gabung," ucap Elliot.


"Oh waw, secepat itu berubahnya," Kyra tidak menyangka Celine akan berubah secepat itu.


"Dia pasti dapet semacam teguran atas perilaku dia selama ini makanya mau gak mau dia harus berubah kalo emang masih mau lanjut kuliah dan lulus cepet," Elliot menjelaskan sebuah kemungkinan yang terpikirkan olehnya.


"Yah, semoga mulai sekarang dia akan lebih serius dan mulai menghargai orang lain," ucap Kyra.


"Habis ini lo mau kemana?" tanya Elliot.


"Ke kantin mau ketemu temen gue. Kalo lo sendiri mau kemana?" tanya Kyra.

__ADS_1


"Ke kantin juga, kita bareng aja yuk sekalian," jawab Elliot, dan Kyra pun setuju.


Saat tiba di kantin, Lily dan Fara sudah duduk manis menunggu Kyra. Pada akhirnya, Elliot pun ikut bergabung bersama Kyra.


"Eh, bentar lagi udah mau liburan kan ya? Kita pergi yuk kemana gitu buat healing," celetuk Fara. Sudah lama sekali sejak terakhir kali mereka liburan bersama.


"Gue sih ayo aja, kalo lo Kyra, gimana? Bisa gak?" jawab Lily.


"Gue pengen banget ikut, udah lama juga kita gak liburan, tapi libur kali ini gue udah ada janji. Tapi kalo perginya gak lama boleh deh nanti gue coba buat ijin," jawab Kyra, walaupun sebenarnya dia tidak enak hati untuk meminta ijin kepada Alby.


"Liburan asik tuh, cuma berlaku buat kalian bertiga ya? Kalo gue ikut juga boleh gak?" timpal Elliot ditengah-tengah percakapan mereka bertiga.


Ketiganya pun saling pandang menunggu salah satu dari mereka untuk menjawab Elliot, karena merasa tidak enak jika harus berkata tidak. Namun, mereka juga tidak mau rencana liburan bersama sahabat menjadi terganggu karena orang lain.


Elliot yang melihat semuanya tiba-tiba terdiam, dan pun mengerti dan berkata, "Gue cuma becanda kok, santai aja. Oh iya, liburan di Bali enak tuh. Kalo kalian mau, nanti gue kenalin sama saudara gue yang punya resort di sana, lumayan nanti dapet diskon."


Mendengar kata diskon, tentu saja membuat Kyra dan yang lain terlihat sangat senang dan bersemangat.


"Beneran nih? Serius?" tanya Kyra.


"Iyalah, serius masa bohong," jawab Elliot.


"Ooh, boleh tuh boleh, mau nginep berapa lama kita?" tanya Fara yang sudah sangat bersemangat.


"Jangan terlalu lama, kalo gue jadi ikut, 3 atau 4 hari aja gimana?" Kyra memberikan pendapat.


"Yaah, gak seminggu aja?" Lily tampak sedikit kecewa dengan waktu yang diberikan Kyra.


"Gue gak tau deh nanti gue kabarin kalo udah dapet ijin," jawab Kyra.


"Ya udah, nanti buat kelanjutannya lo bisa kabarin gue ya," ucap Elliot kepada Kyra.


"Oke," jawab Kyra.

__ADS_1


__ADS_2