Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
sekarang harus apa?


__ADS_3

kyra menangis tak bersuara di dalam kamar mandi, sungguh hatinya terasa sakit saat ini, hatinya hancur berkeping-keping, rasa bahagia yang baru saja di rasakannya digantikan oleh rasa sakit yang sangat menusuk ke hatinya.


Tak bisa kyra percaya pernikahan yang direncanakan secara terburu-buru, kini harus berpisah juga dengan direncanakan dan terburu-buru.


Kira masih sulit untuk mengakui bahwa kebaikan dan perhatian yang alby berikan selama ini ternyata karena tuntutan orang tuanya dan mungkin karena Alby kasihan.


Seharusnya sejak awal kyra memang tidak boleh berharap banyak tentang pernikahan ini, seharusnya sejak awal kyra menjaga hatinya agar tidak jatuh cinta.


Semakin kyra memikirkan tentang itu, semakin dia menyalahkan dirinya sendiri, semakin sakit pula hatinya.


Kini tak ada lagi rumah baginya, lebih tepatnya tidak ada lagi tempat untuk kyra pulang, mulai hari ini kyra benar-benar sendirian.


sementara di taman belakang mertuanya dan teman-teman kyra sedang mencari dirinya, karena kyra sudah menghilang hampir setengah jam.


"duh kyra kemana ya? " lily bergerak resah karena tidak dapat menemukan kyra.


dan tak lama kemudian kyra datang dengan rambutnya yang basah, dan bajunya yang sudah diganti hanya menggunakan celana dan kaos biasa.


"loh kyra sayang ko basah gini? " tanya adira bingung.


"hehe iya ma, tadi aku kepeleset deket kolam, terus nyebur deh, jadi aku tadi terpaksa mandi dulu" kira berbohong, sebenarnya dia memang sengaja membasahi kepalanya untuk membuat sebuah alibi.


"duh tapi kamu gak papa kan?, lain kali hati-hati ya" ucap adira.


"kyra are you okay?, ada yang luka gak? " tanya alby yang baru saja datang menghampiri kyra, tadi alby sempat mendengar alasan kyra menghilang.


alby memegang kedua bahu kyra, memastikan bahwa tidak ada luka di badan kyra, namun kyra melepaskan tangan alby yang masih menempel di bahunya.

__ADS_1


"aku gak papa ko" jawab kyra tapi pandangannya menunduk ke bawah, jujur kyra masih tak sanggup untuk menatap wajah alby.


"baguslah kalau gitu, aku jadi lega" ucap alby.


"al gue balik duluan ya" pamit devan.


"kyra ini kadonya, happy birthday ya, sorry pulang duluan soalnya ada kerjaan dadakan" ucap devan kepada kyra.


"iya gak papa, makasih udah dateng, makasih juga kadonya" balas kyra, menerima kado untuknya dengan senang hati.


"gue anter ke depan" ucap alby lalu dia pergi mengantarkan devan ke depan.


sedangkan adira pamit untuk mencari Bima, dan juga memeriksa makanan dan lainnya, kini tinggallah kyra dan teman-temannya.


"kyra, lo kenapa? " tanya lily dia dan fara tau kalau kyra tidak mungkin terpeleset dan tercebur ke dalam kolam.


"gue bohong kalau bilang gak papa, tapi gue juga gak bisa cerita sekarang" jawab kyra dan kedua temannya pun mengerti.


"makasih ya, karena kalian gue jadi lebih kuat" ucap kyra.


"gue mau minta tolong, nanti bilang ke kak alby kalau gue nginep di tempat fara ya, tapi kalian anterin gue ke rumah lama gue aja, gue butuh waktu sendiri" pinta kyra dan kedua temannya pun langsung mengiyakan tanpa banyak bertanya.


yang ada di pikiran lily dan fara saat ini adalah mungkin kyra sedang patah hati, mungkin cintanya di tolak makanya kyra butuh waktu untuk sendiri.


"kabarin kita kapanpun lo perlu sesuatu ya" ucap fara dan lily.


kyra pun tersenyum, setidaknya kyra ternyata tidak sendirian, masih ada teman yang peduli kepadanya.

__ADS_1


...****************...


"kak kita mau minta ijin buat bawa kyra pergi nginep ya, semalem aja ko" ucap fara kepada alby saat hendak pulang.


kini di sana sudah sangat sepi, semua orang sudah pulang, selain mereka hanya tinggal penghuni rumah alby yang sekarang sedang membersihkan semua peralatan makan yang kotor.


"ah gitu ya, kyra kamu mau nginep? " tanya alby, itu karena sebenarnya alby tidak ingin mengijinkan kyra untuk pergi bersama temannya, apalagi hari ini waktunya berinteraksi dengan kyra sangatlah sedikit.


"iya, udah lama soalnya kita gak ngumpul dan ngobrol sampai pagi" ucap kyra.


mendengar penuturan kyra mau tidak mau alby mengijinkannya walaupun dengan berat hati, kyra pun pergi bersama dengan teman-temannya, sedangkan alby kembali ke taman belakang setelah memastikan mobil yang kyra tumpangi sudah tak lagi terjangkau oleh penglihatannya.


sesuai permintaan kyra, fara menurunkan kyra di rumah lama kyra, rumah yang dulu menjadi tempat paling nyaman, tempat yang masih memiliki kehangatan karena memorinya, walaupun sumber kehangatannya sudah tidak lagi ada di dunia ini.


"kamarnya masih sama, wanginya juga, semua yang ada di kamar ini masih sama, yang berbeda cuma satu, yaitu papa yang sudah tidak lagi berbaring di tempat tidur ini" ucap kyra sambil mengelus tempat tidur yang dulu ditiduri oleh sang ayah.


"kyra rindu papa, ijinin kyra tidur di sini ya malam ini, besok kyra jenguk papa" ucapnya lalu merebahkan dirinya, air matanya kembali lolos saat teringat perkataan alby tadi.


sekarang aku harus gimana?, batin kyra.


kenapa setiap dia jatuh cinta akhirnya selalu menyakitkan, apakah kyra tidak boleh jatuh cinta?, kenapa kyra di tinggalkan sendirian?, setelah wisuda nanti alby juga akan meninggalkannya.


pikiran kyra melayang jauh, menciptakan beribu pertanyaan yang semakin membuat hatinya terluka, pertanyaan yang tidak dia ketahui jawabannya.


andai saja kyra tidak jatuh cinta, mungkin rasanya tidak akan sesakit sekarang.


kyra ingin marah kepada alby tapi tak bisa, kyra pun tau hati, cinta, itu tidak bisa di paksa, seharusnya kyra bersyukur dalam pernikahan yang terpaksa ini kyra masih di perlakuan dengan baik.

__ADS_1


jika sudah seperti ini siapa yang bisa bertanggung jawab atas perasaannya?, siapa yang bertanggung jawab atas lukanya?, siapa yang bertanggung jawab atas kecewanya?, tidak ada, tidak ada seorangpun yang bisa mempertanggung jawabkan selain dirinya sendiri.


kyra menangis, meratapi kekecewaan dan kesakitan hatinya hingga tak sadar bahwa dirinya sudah terlelap, tertidur karena lelah, lelah dengan segala yang terjadi hari ini.


__ADS_2