Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
kesal


__ADS_3

Hari pernikahan telah tiba, saat ini kyra sudah hampir siap untuk berangkat, begitu juga dengan alby yang sudah terlihat tampan dengan setelan jas nya yang memiliki warna serupa dengan deres milik kyra.


"kamu yakin mau ikut?, gak mau di rumah aja istirahat?, kalo masih lemes gak papa ko aku sendiri aja, atau aku juga di sini aja gak usah pergi?" tanya alby secara beruntun yang sudah kesekian kali, padahal kyra sudah sembuh sejak kemarin.


"kakak aku jawab buat yang terakhir kali ya kalo nanya lagi nanti aku gak mau jawab, aku itu udah sembuh, udah baik baik aja, jadi gak usah khawatir" jawab kyra yang sudah lelah terus terusan menjawab pertanyaan yang sama.


seharian kemarin istirahat sudah cukup bagi kyra untuk mengembalikan semua energi nya, tapi menurut kyra sikap alby sekarang sedikit berlebihan, bahkan alby membukakan pintu mobil agar kyra tidak kesusahan, tak hanya itu saat keluar dari mobil hingga memasuki gedung alby tak pernah melepaskan genggaman tangan kyra, apakah takut kyra berkeliaran? atau takut jika kyra tiba-tiba lemas dan ambruk tapi tentu saja hal itu tidak mungkin, sebenarnya alby sendiri tidak tahu apa alasannya melakukan semua itu, dia hanya spontan melakukan apa yang diinginkan oleh hatinya.


"kyra, alby, sini sayang" panggil adira yang sedang duduk tak jauh dari kyra dan alby berdiri.


keduanya menghampiri adira yang di sampingnya juga ada Bima ayahnya alby, tamu undangan sudah memenuhi ruangan yang luas itu, sedangkan kedua pengantin sedang tersenyum bahagia di kursi pelaminan.


"kamu cantik sekali" puji adira kepada kyra saat kyra sudah duduk di samping nya.


"mama bisa aja" jawab kyra malu malu.


"oh ya alby kamu mau ikut papa?, dari tadi kamu di cariin sama sepupu kamu, sekalian sapa temen temen papa" ajak Bima, dan alby pun mengikutinya.


"kyra jangan kemana-mana ya" ucap alby sebelum pergi, takut jika nanti akan kesusahan mencari satu sama lain.


"oh iya pake juga ini biar kamu gak kedinginan" ucapnya lagi lalu memakaikan jas yang sudah dia lepas kepada kyra.


"loh kakak gimana?" tanya kyra dengan wajah bingungnya karena perlakuan alby yang tiba-tiba.


"aku pake kemeja aja udah cukup keren ko" jawab alby lalu pergi mengikuti sang ayah.

__ADS_1


sedangkan adira yang melihat perlakuan putranya itu tersenyum senang, karena sepertinya dia tidak lagi perlu mengkhawatirkan kehidupan pernikahan putranya.


"mama senang kalian berdua terlihat akur dan baik-baik saja" ucap adira lalu tangannya bergerak mengelus rambut kyra.


"iya kita baik-baik aja dan semoga seterusnya seperti itu" harap kyra, semoga tidak ada lagi luka dalam lembaran hidupnya.


"mama mau ketemu temen mama dulu ya, kamu mau ikut atau mau tunggu di sini?" tanya adira saat dia melihat ada beberapa temannya yang datang.


"disini aja ma, takutnya nanti di cariin" jawab kyra, dia ingat ucapan alby yang memintanya untuk tidak ke mana-mana, lagipula lebih baik sendiri di sana dari pada ikut berbaur tapi dia tidak kenal siapapun.


setelah itu adira pergi dan kini kyra hanya sendirian berharap alby segera datang karena dirinya sudah mulai merasa bosan karena menunggu sendirian.


"kyra" panggil seseorang yang tiba-tiba membuat kyra sedikit terkejut.


"kak danu?" tanya kyra memastikan, saat melihat wajah orang yang memanggilnya tadi kyra merasa tidak asing dengan wajahnya.


"hehe mungkin karena sudah lama tidak bertemu, sudah berapa lama ya, 2 tahun?" ucap kyra mencoba mengingat kembali kapan terakhir kali mereka berdua bertemu.


Danu adalah seniornya kyra, dulu hubungan mereka terbilang cukup dekat, namun keduanya terpaksa harus berpisah karena danu harus pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan s2 nya, sejak kepergian danu mereka perlahan jarang berkomunikasi karena perbedaan waktu dan juga kesibukan masing-masing.


"gak kerasa ya ternyata sudah selama itu, boleh duduk di sini?" tanya danu dan tentu saja di perbolehkan oleh kyra.


"lama gak ketemu kamu makin cantik aja" puji danu membuat kyra sedikit salah tingkah.


"ngomong-ngomong gimana kuliah di sana?" tanya kyra mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"di sana lumayan, tapi aku lebih suka di sini, karena kamu adanya di sini" jawab danu membuat kyra sedikit canggung tidak tau harus merespon seperti apa.


"aku juga udah kerja loh, dan aku juga akan menetap di sini, gak akan pergi lagi" ucap danu padahal dia tidak perlu menjelaskan hal itu kepada kyra.


"kalau kamu sendiri gimana kuliahnya?" tanya danu.


"sejauh ini baik-baik aja gak ada masalah" jawab kyra apa adanya.


"kakak temen pengantinnya ya?" tanya kyra dia sedari tadi penasaran kenapa tiba-tiba seniornya itu ada di acara yang sama dengan dirinya.


"bukan, aku cuma di suruh nemenin ibu, soalnya ayah lagi gak bisa dateng ke sini" jawab danu.


"oh iya aku boleh minta nomor kamu?, soalnya waktu itu handphone ku hilang jadi semua kontak juga hilang" ucap danu yang benar adanya, karena keteledoran dirinya membuat dia harus kehilangan handphone miliknya.


"oh boleh" jawab kyra dengan senang hati dia mengetikan nomor handphone miliknya di handphone milik danu.


"aku kangen banget sama kamu, kangen jailin kamu, kangen muka cemberut kamu, kangen tawa kamu, tapi bukan cuma kamu aja, temen kamu juga, aku kangen semuanya" ucap danu, dia takut kyra merasa tidak nyaman jika dia hanya fokus menyatakan perasaannya kepada kyra.


"aku juga, mereka semua juga pasti kangen sama kakak, kangen di traktir jajan hahaha" jawab kyra dan tertawa kecil terlihat sangat senang.


tanpa kyra sadari interaksinya dengan danu yang terlihat akrab dan sering tersenyum senang mendapatkan pandangan tak suka dari seseorang yang sedang berada di kerumunan tak jauh dari tempat kyra berada, siapa lagi jika bukan alby, hal itu membuat dia menjadi resah dan ingin segera pergi namun dirinya merasa tidak sopan jika pergi begitu saja di tengah perbincangan dengan orang lain.


namun berada di sana juga percuma, alby sama sekali tidak bisa fokus dengan apa yang sedang mereka bahas, fokusnya selalu tertuju kepada kyra, memperhatikan setiap gerakan kyra.


alby terkejut saat tangan pria yang dia tidak tau itu siapa menyentuh kepala kyra dan mengelus nya, walaupun hanya terjadi selama dua detik tapi mampu membuat alby merasa kesal?.

__ADS_1


alby segera berdiri dan berpamitan untuk pergi, siapa dia?, kenapa terlihat sangat akrab?, kenapa kyra membiarkan dirinya di sentuh seperti itu?, kenapa? kalau ternyata orang jahat gimana?. pertanyaan demi pertanyaan hinggap di pikirannya menemani setiap langkah saat menuju ke arah kyra.


__ADS_2