Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
pesan papa


__ADS_3

alby keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang dia lilitkan di pinggangnya, alby pun berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju namun perhatiannya teralihkan oleh sesuatu di atas tempat tidur.


Eh, baju?, kyra yang siapin ya?. Batin alby, bibirnya terangkat hingga membentuk senyuman, lagi lagi perutnya terasa tergelitik.


Waktu sekolah dulu memang ada beberapa yang sempat membuatnya tertarik, namun itu hanyalah perasaan remaja yang labil biasa, yang sekarang alby rasakan ini adalah pertama kalinya dan alby tidak bisa menjelaskan kenapa dia merasakan itu.


......................


"Pagi" Sapa alby lalu dia duduk di samping kyra.


"Pagi, malem kamu pulang jam berapa? " Tanya adira.


"Jam 10" Jawab alby.


"Kamu ini ko pulangnya malem banget sih, gak kasian apa kyra nungguin kamu di rumah" Suasana sarapan kali ini di meriahkan oleh omelan adira.


"Kemarin itu ada acara, sebelumnya aku selalu nolak untuk gabung karena kyra sendirian di rumah, tapi kemarin itu aku di paksa ikut dan lagi aku pikir kan kalo di sini kyra gak sendirian jadi aku ikut" Jawab alby menghentikan adira yang akan kembali mengomelinya.


"Udah, udah, kita makan dulu" Ucap Bima.


"tapi alby jangan keseringan pulang malam ya, selain kyra nanti kesepian tubuh kamu juga perlu istirahat yang cukup" Bima mengingatkan alby.


"Iya pa" Jawab alby kemudian semuanya kembali melanjutkan sarapan.


"Oh iya pa, anakmu tuh di ajarin cara membahagiakan istri jangan cuma di ajarin soal pekerjaan" Ucap adira saat dia teringat akan percakapannya dengan kyra kemarin.

__ADS_1


Jika alby kemarin tidak lembur mungkin dia sudah mendapatkan ceramah dari mamanya kemarin.


"Loh ko tiba-tiba?, perasaan aku gak berbuat hal yang menyakiti kyra? " Ucap alby yang kebingungan.


"Iya nggak, tapi kamu tuh gak peka" Jawab adira semakin membuat alby kebingungan.


"Masa pa, selama ini alby gak pernah ngajak kyra buat ngedate, paling kalau keluar mereka cuma beli bahan makanan atau kebutuhan sehari-hari" Adira melaporkan kelakuan alby kepada Bima dengan menggebu.


"Haduh papa lupa kalau kamu gak pernah pacaran" Ucap Bima lalu menghela nafasnya.


"Nanti malam kita bicarakan soal ini ya" Ucap Bima terlihat serius.


"Iya pa" alby mau tidak mau harus menurut jika tidak ingin kena omel oleh mama dan papanya.


kyra tidak banyak ikut campur, dia hanya tersenyum menyaksikan interaksi antara alby dan orangtuanya yang jarang dia lihat secara langsung.


......................


Dan di sinilah mereka, duduk berdua di temani dua cangkir teh hangat, pemandangan di sana sangat indah, bunga bunga yang tersorot oleh lampu taman terlihat sangat cantik, tapi yang paling cantik adalah bulan dan bintang yang menghiasi langit malam.


"alby,menikah itu tidaklah mudah, bahkan untuk mereka yang saling mencintai, apalagi kamu dan kyra yang menikah secara terburu-buru" Bima memulai perbincangan diantaranya dengan alby.


"Kalian yang selama ini tidak kenal dan merasa asing tiba-tiba harus hidup dalam atap yang sama, dan pastinya tidak mudah bagi kalian untuk menyesuaikan" Bima masih terus melanjutkan ucapannya dan alby hanya mendengarkan tanpa berniat untuk memotong ucapan ayahnya.


"Papa tidak akan meminta banyak, juga tidak mau membebankan kamu dengan pernikahan ini, tapi sesuai perjanjian kita waktu itu, papa harap kamu melakukan yang terbaik untuk hubungan kalian, seperti apa yang dulu kamu harapkan, papa juga berharap kalau pernikahan kamu tidak gagal, satu untuk selamanya" Ucap Bima, jika kyra dan alby tidak pernah pergi berkencan bukankah artinya mereka tidak terlalu dekat?, begitulah pikir Bima.

__ADS_1


"Aku akan coba yang terbaik" Ucap alby.


"Papa tau kamu belum punya pengalaman tentang sebuah hubungan dan tentang perempuan, tapi mulai sekarang kamu harus belajar, belajar untuk memahami berapa uniknya perempuan"


"Mereka itu sering mengatakan sesuatu yang mana sebenarnya yang di inginkannya adalah sebaliknya, seperti gak mau padahal mau, gak perlu padahal perlu, jadi kita sebagai suami harus bisa peka dan lebih inisiatif untuk mengajak mereka pergi keluar, cari hiburan, atau kalau yang masih muda itu kencan, membelikan sesuatu sebagai hadiah walaupun tidak sedang merayakan sesuatu, intinya kita jangan banyak bertanya, jika kita ingin melakukan sesuatu ajak aja, kalau ingin membelikan sesuatu beli langsung gak perlu tanya tanya, hal itu bisa menjadi kebahagiaan dari yang kecil hingga berarti bagi seorang istri "


"Hubungan kalian kan ibaratnya karena terpaksa, kyra juga setau papa belum pernah pacaran, jadi pasti dia itu merasa sungkan sama kamu, tak enak hati, jadi mulai sekarang perbanyak waktu berdua, dan jangan cuma di rumah aja, ajak di pergi menghilangkan stress nya soal kuliah, jalan berdua juga bisa membuat kalian lebih dekat " Bima berhenti sejenak untuk mendengarkan jawaban dari alby atas ucapannya yang sudah sepanjang jalan tol itu.


"Makasih ya pa, sudah mengingatkan aku, setelah papa bilang gitu aku jadi ingat kalau selama ini kyra itu sangat baik dan penurut, gak pernah minta ini itu, bahkan kyra jarang mengeluh, aku pikir kita hanya perlu menjalaninya seperti itu setiap hari, selama kyra tidak mengeluh dan mempermasalahkan aku pikir semuanya oke aja, ternyata masih ada hal-hal lain yang perlu di lakukan, salah satunya memberinya kebahagiaan " Ucap alby yang mulai mengerti bahwa menikah bukan hanya memberikan kenyamanan dan uang, tapi juga kebahagiaan, karena kyra tidak pernah mengeluh tentang hari-harinya dan terlihat nyaman alby kyra mereka sudah cukup seperti itu, alby kyra seperti itu saja mereka sudah bahagia.


"Yang penting sekarang kamu sudah tau, kalau kamu butuh pencerahan lagi kamu bisa dateng ke papa, atau kamu juga bisa tanya tanya ke mama, supaya kamu juga tau bagaimana sebenarnya isi hati seorang istri" Ucap bima kemudian dia meminum teh di cangkirnya yang sudah menjadi dingin.


"Iya Pa nanti aku akan lebih sering lagi nanya pendapat kalian" Ucap alby yang juga ikut meminum minumannya.


"Segitu aja buat hari ini, pesan papa sebisa mungkin kamu pertahankan pernikahan ini, perbanyak waktu kalian untuk saling mendekatkan diri, kamu tau kan kyra cuma punya kita, jadi papa harap kalian bisa terus bersama selamanya" Pesan Bima kepada alby.


"Aku akan ingat terus pesan papa, dan juga akan mencoba melakukan yang terbaik untuk kedepannya" Balas alby.


"Kamu mau tau gak satu hal lagi yang bisa mempererat hubungan antara suami dan istri?" Tanya Bima dengan wajah yang sangat serius membuat alby penasaran.


"Apa itu? " Tanya alby.


"Buatin cucu buat mama sama papa" Jawab Bima dengan wajah puas dan kekehan kecil karena berhasil menjahili putra semata wayangnya itu.


"Papa nih, aku ke atas aja lah, males papa bahasanya udah kemana mana" alby berdiri hendak meninggalkan bima.

__ADS_1


"Tapi papa serius loh, di jamin berhasil, kalau gak percaya coba aja" Ucap Bima yang masih belum puas menggoda alby, sebenarnya bukan hanya menggoda tapi dia juga menginginkan kehadiran cucu.


"Iya iya" Jawab alby dengan nada malas, lebih baik di iyakan saja dari pada beralasan nanti bahasannya jadi lebih panjang, bisa-bisa alby juga di ajarin caranya membuat bayi dengan baik dan benar.


__ADS_2