Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
now or never


__ADS_3

kyra duduk diam sambil mengaduk ice coffee miliknya, kyra sedang memikirkan langkah apa yang seharusnya dia ambil kedepannya, tidak mungkin selamanya menghindari alby, bukan, alasan sebenarnya adalah kyra tak lagi bisa menghindari alby.


seminggu ini kyra berperang dengan batinnya sendiri, sebagian ingin menjauhi alby karena fakta bahwa waktu mereka bersama tinggal sebentar lagi, dan sebagian perasaannya ingin terus bersama alby, seminggu tanpa alby sungguh sangat menyiksa batinnya, tersiksa karena rindu, rindu akan segala kebiasaan yang selalu mereka lakukan.


semua kenangannya bersama alby berputar-putar dalam pikirannya, semakin memberatkan hatinya, haruskah kyra kembali menjalani hari seperti biasa sambil melapangkan hatinya dengan apa yang akan terjadi nanti?.


kyra masih belum berani untuk memutuskan itu semua, jika kyra kembali menjalani hari seperti biasa, dia takut, takut mencintai alby semakin dalam, takut sulit melepaskan alby, takut terlalu bergantung kepada alby.


di tengah lamunannya musik mulai mengalun, melodi indah mulai menenangkan hatinya yang ganduh.


saat kyra sedang menikmati indahnya lagu yang mengalun tiba-tiba pendengarannya menjadi terganggu, itu semua karena pasangan yang sedang berdebat di depan kyra.


"kamu bilang kamu mau di jodohin, jadi buat apa kita bertahan? " ucap si cowok.


"tapi kita masih punya waktu, buat menunjukkan bahwa kita akan selalu bersama apapun rintangannya, bertahan sama aku dan aku akan berusaha untuk membuat kamu pantas menjadi pendamping aku di mata orang tua aku" pinta si cewek yang sekarang hampir menangis.


"kamu gak mau berjuang?, kamu terima kalah gitu aja? " tanya si cewek.


"it's now or never" final si cewek kemudian berdiri dari duduknya karena tak melihat tanda si cowok akan menjawab.


"okay let's do it, ayo kita berjuang, apapun hasilnya, menghabiskan bersama kamu lebih menyenangkan daripada harus patah hati dari sekarang" si cowok menjawab membuat si cewek kembali dan memeluk si cowok dengan erat.


now or never... batin kyra.


Merasa terinspirasi kyra segera berdiri dari duduknya, hendak pergi menemui alby, dia telah memutuskan.


keputusannya adalah menjalani hari seperti biasanya, menikmati setiap sisa waktu yang dia miliki dengan alby, selagi alby tidak memiliki orang lain di hatinya artinya kyra masih memiliki kesempatan untuk menempatinya.

__ADS_1


apapun hasilnya nanti kyra akan menerimanya dengan lapang dada, tapi jika boleh meminta kyra ingin alby juga jatuh cinta padanya sehingga mereka bisa memiliki akhir yang bahagia.


...****************...


kyra langsung masuk kedalam rumahnya dan alby, langsung mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan alby, dan akhirnya kyra menemukannya, alby sedang berdiri menghirup udara segar dari balkon.


kyra langsung menghampiri alby, memeluknya dari belakang, tentu saja hal itu membuat alby terkejut, tapi rasa terkejutnya hilang setelah menghirup aroma yang sudah alby hafal milik siapa.


"aku kira kamu belum mau pulang" ucap alby mengelus tangan kyra yang melingkar di perutnya.


"kangen" ucap kyra dan alby pun membalikan badannya untuk menghadap ke kyra.


"aku juga sama" alby langsung mendekap kyra erat, ingin memberitahu seberapa berapa besar rasa rindunya.


"kak" panggil kyra.


"kenapa? " tanya alby.


"engap" hanya itu yang kyra ucapkan, padahal sebenarnya kyra masih nyaman berada dalam dekapan alby.


"ah sorry" alby melepaskan pelukannya.


"kamu udah makan? " tanya alby dan kyra pun menggelengkan kepalanya.


"oke, kalau gitu ayo makan di luar" ajak alby dan kyra langsung mengangguk dengan semangat.


...****************...

__ADS_1


kyra kembali berangkat kerja bersama alby, rutinitas pagi seperti biasa mereka lakukan, dan saat kyra keluar dari mobil alby dia langsung di sambut oleh fara.


"jadi lo udah buat keputusan ya? " tanya fara dan di angguki oleh kyra.


"nanti gue ceritain ya" ucap kyra.


"oke, gue selalu dukung apapun keputusan lo, yang penting lo bahagia" ucap fara dia langsung merangkul kyra.


saat waktu makan siang kyra dan fara memilih untuk makan di kantin, dan kyra mulai bercerita tentang dirinya.


"gue bimbang bukan main, di satu sisi gue pengen selalu deket dia, rindu dia, tapi di sisi lain gue gak mau masuk terlalu jauh, takut jatuh terlalu dalam kalau terus sama dia" ucap kyra.


"kalau gue obrolin soal ini, gue takut juga, takut nanti malah perlakuannya jadi beda ke gue, makanya gue mutusin buat diem dan berlaku seolah tidak terjadi apa-apa" jelas kyra.


"mungkin nanti kalau gue ketemu pasangan kemarin gue harus banyak berterima kasih deh, soalnya berkat mereka gue jadi berani mengambil keputusan" kyra tertawa mengingat kejadian kemarin, karena pasangan itu kini kyra bisa merasakan bahagia lagi walaupun tidak sebahagia dulu.


"mungkin kalian memang takdir, makanya tuhan masih memberikan jalan agar lo bisa bareng sama kak alby lagi" ucap fara, karena kata orang kalau sudah takdirnya pasti akan menemukan jalannya.


"lo masih punya waktu kyra, buat dia jatuh cinta sama lo, selagi hatinya kosong lo bisa bebas mengisi ruang di sana" fara menyemangati kyra.


"thank you, sekarang gue jadi lebih semangat lagi" ucap kyra.


kyra tidak akan terlalu memaksakan tapi dia akan berusaha yang terbaik untuk menunjukkan bahwa kyra sudah jatuh cinta kepada alby.


kyra tidak tahu bagaimana cara membuat seseorang jatuh cinta, menurut dari cerita berbagai orang setiap ceritanya berbeda, maka dapat kyra simpulkan, jika jatuh cinta itu tidak direncanakan tetapi hadir secara alami, singgah dalam hati tanpa permisi.


sejak saat itu kyra lebih sering menemui alby di ruangannya, bahkan tanpa di minta oleh Tiffany pun sekarang kyra bisa dengan santai keluar masuk ruangan alby, desas desus tentang kyra dan alby mulai bermunculan.

__ADS_1


ada yang bilang ini ada yang bilang itu, sehingga Tiffany turun tangan dan meluruskan semuanya, dan juga meminta kepada seluruh karyawan untuk menutup mulut dan berlaku seolah tidak tau apa-apa, terlebih lagi terhadap kyra, Tiffany meminta untuk memperlakukan kyra seperti biasanya.


dan begitulah, akhirnya semua orang diam, sekarang melihat kyra yang tak terlihat di mejanya menjadi hal yang sudah biasa, apalagi melihat kyra yang pulang dan pergi menggunakan mobil alby, hal itu sudah seperti angin lalu, mereka terkadang malah gemas ketika melihat kyra seolah tak kenal saat berpapasan dengan alby, atau terkadang saat alby datang dan berpura-pura bertanya tentang ini dan itu padahal semua orang tau niat alby hanyalah untuk melihat kyra.


__ADS_2