
...flashback...
walaupun tak banyak tamu yang datang ke acara ulang tahun kyra, alby tetap ingin memastikan bahwa jamuannya tidak kurang, alby pergi ke dapur saat melihat ada beberapa minuman yang kosong begitu juga dengan camilannya.
saat alby sedang menyiapkan makanan sang ayah datang menghampiri, mereka berbincang tentang hal-hal kecil, dan juga beberapa pertanyaan yang di ajukan sang ayah tentang kyra, tentang magang dan juga kuliah nya, hingga akhirnya keluar sebuah pertanyaan.
"Kyra sebentar lagi wisuda loh" ucap bima, dia mengingatkan putranya, walaupun sebenarnya dia juga enggan untuk membahas hal ini, tapi ini juga demi putranya, dan juga kyra, Bima juga tidak ingin kyra terjebak dalam pernikahan tanpa cinta selamanya.
"Iya aku tau" jawab alby santai tanpa beban.
"Papa menyesal karena dulu membuat perjanjian agar kamu mau menikah dengan kyra, tapi Papa juga tidak bisa memaksakan Jika kamu memang tidak bisa menjalaninya" ucap Bima, walaupun sebenarnya Bima berat hati untuk membicarakan hal ini.
"Papa pengen yang terbaik buat kalian, walaupun jika akhirnya kalian tidak bersama"
"jadi apa keputusan kamu? " tanya Bima yang was was menanti jawaban alby.
"aku akan menceraikan kyra" jawab alby dengan lantang tanpa ragu.
Bima sudah memperkirakan alby mungkin akan menjawab seperti itu, tapi ternyata tetap saja hal itu membuatnya terkejut juga sedih, sedih karena pernikahan putranya harus gagal, dan juga sedih karena dia tidak bisa menjaga kyra sebagai mana janjinya kepada sahabatnya.
"papa ngerti, kalau kamu sudah membuat keputusan seperti itu papa bisa apa?, ini juga janji papa, jadi papa sekarang hanya bisa pasrah" ucap Bima yang sudah pasrah.
"haha aku tau papa bakal kaya gini kalau aku jawab gitu" alby menertawakan Bima.
"kamu ini, segitu senengnya nya sampe ketawa kaya gitu?" bima sedikit kesal akan reaksi putranya, seperti tidak menghargai perasaannya yang sekarang sedang sedih.
__ADS_1
"aku tadi belum selesai jawab" ucap alby.
"aku mungkin akan jawab kaya tadi kalau papa nanya aku pas awal-awal pernikahan, tapi kalau sekarang jawabannya aku akan tetap mempertahankan pernikahan aku" alby menjelaskan membuat bima diam mematung mencerna ucapan putranya.
"singkatnya, aku sudah jatuh cinta sama kyra, aku sayang sama dia, aku mau buat dia bahagia terus, aku mau liat dia tersenyum terus, aku mau kita sama-sama sampai dimana aku menutup mata" alby melanjutkan mengutarakan isi hatinya.
"tunggu,, sejak kapan?, sejak kapan perasaan kamu ini berubah? " bima bingung.
"aku juga gak tau jelas nya kapan, ya mungkin benar kata orang, cinta datang karena terbiasa, dan saat aku sadar aku sudah jatuh cinta" jawab alby, dia sendiri tidak tau kapan cintanya mulai tumbuh tapi yang jelas sekarang dia sangat mencintai kyra.
"kamu ini kenapa tadi gak langsung bilang aja sih, bikin panik papa aja" ucap bima sedangkan alby hanya tersenyum.
"terus kyra bagaimana?, dia tau perasaan kamu yang sebenarnya kaya gimana? " tanya bima.
"nah itu dia masalahnya, aku belum yakin kalau kyra juga memiliki perasaan yang sama, tapi aku sudah memutuskan akan mengungkapkan perasaan saat ulang tahun pernikahan nanti" jawab alby dan bima pun mengangguk mengerti.
...*flashback off*...
kembali ke saat ini, kyra terkejut mendengar semua penjelasan dari alby, ternyata kyra hanya salah paham?, tapi yang lebih membuat kyra terkejut di antara semuanya adalah, alby yang ternyata juga mencintai dirinya.
"awalnya aku mau bilang nanti aja pas anniversary pernikahan kita, tapi karena kamu sekarang sudah tau, maka aku akan bilang sekali lagi" alby mengambil tangan kyra untuk dia genggam dan juga alby menatap dalam mata kyra sebelum akhirnya dia berucap.
"kyra, aku, alby rasya mahendra sudah jatuh hati dan mencintai kamu, aku memang menerima pernikahan ini dengan syarat bisa memutuskan sendiri apakah di lanjutkan atau tidak setelah kamu lulus, tapi semua yang aku lakukan itu tulus dari hatiku, bukan karena orang lain, bukan karena kasihan sama kamu, aku melakukannya karena aku sayang sama kamu kyra" alby menjeda kalimatnya sebentar lalu melanjutkannya.
"aku mencintai kamu kyra, bolehkah aku meminta kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku?, bolehkah aku meminta kesempatan untuk membuat kamu bahagia?" pinta alby dengan pandangan tulusnya.
__ADS_1
kyra tidak menjawab, dia langsung memeluk alby sambil menangis, kyra tidak menyangka jika alby memiliki perasaan yang sama dengan dirinya, kyra sekarang merasa lega ternyata semua hanyalah kesalah pahaman, seharusnya dulu kyra mendengarkan saja sampai akhir.
"aku juga, aku juga cinta sama kak alby, jangan tinggalin aku ya, cuma kakak yang aku punya" ucap kyra.
"iya kyra, aku gak akan pernah tinggalin kamu, ayo tetap bersama kemanapun dan kapan pun" ucap alby.
"maaf ya karena aku gak bilang semuanya dari awal kamu jadi harus salah paham dan menderita sendirian, maaf juga aku waktu itu malah becandain papa, harusnya aku langsung jawab sesuai isi hatiku agar kamu tidak salah paham" alby tidak berhenti meminta maaf karena masih merasa bersalah.
"aku yang harusnya minta maaf, maaf karena gak dengerin kakak sampai selesai waktu itu, maaf karena menghindari kakak beberapa hari ini, seharusnya aku tanya dulu kejadian yang sebenarnya seperti apa, maaf aku memutuskan semuanya sendiri tanpa memikirkan perasaan kakak" kyra juga sama, merasa bersalah karena tidak membicarakan masalahnya dengan alby, coba saja kyra berani berbicara mungkin masalahnya tidak akan menjadi larut.
"gak papa kyra kamu gak salah" ucap alby.
"wajar kita melakukan kesalahan dalam suatu hubungan, apalagi kita sebelumnya tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun jadi wajar saja jika kita tidak tau harus berbuat apa, wajar jika kita menyimpulkan semuanya sendiri" ucap alby.
"dari sini kita sama-sama belajar bahwa kedepannya saat ada masalah atau apapun yang mengganggu pikiran, kita harus sama sama saling terbuka, kita harus komunikasikan secara baik-baik, oke?" setelah alby berkata seperti itu kyra pun mengangguk mengerti.
"sekarang masih ada yang kamu pikirkan?, yang kamu takutkan?, kamu bisa bilang sama aku" ucap alby.
dan kyra teringat sesuatu..
"huaaaaa kakak" kyra kembali menangis.
"kenapa kyra?, kenapa? " tanya alby panik.
"aku udah daftarin surat perceraian, gimana dong, huaaaa maafin aku" kyra akan menerima jika alby marah, namun alby malah melakukan sebaliknya.
__ADS_1
alby tersenyum dan mengelus rambut kyra, membuat kyra merasa tenang hingga dan tangisannya pun berhenti.
"maaf ya kamu sampai melakukan semua itu, gak papa, besok kita kesana buat batalkan semuanya ya? " ucap alby lalu kyra pun mengangguk setuju.