
Beberapa minggu ini hari hari mereka berjalan seperti biasanya, ketika malam keduanya biasanya tertidur dengan posisi miring ke samping, saling memunggungi, terkadang alby menyuruh kyra untuk tidur lebih dahulu saat dia harus kerja lembur, tapi bagaimanapun posisi mereka saat akan tertidur tetap saja saat mereka terbangun posisinya selalu berubah, terkadang alby memeluk kyra, ataupun sebaliknya kyra yang memeluk alby, terkadang mereka terbangun dengan saling berpelukan, karena nyaman keduanya menjadi terbiasa walaupun awalnya sedikit canggung saat mereka membuka mata dengan keadaan saling memeluk.
Kebiasaan pagi pun saat alby mencium kyra sebelum pergi bekerja sudah menjadi rutinitas, tak pernah terlewat, bahkan ada satu hari dimana alby lupa untuk mencium kyra dan dia memutuskan kembali ke rumah untuk mencium kyra, untung saja alby belum pergi terlalu jauh, adira dan Bima tersenyum senang melihat perkembangan alby, berbeda dengan kyra yang masih merasa aneh dan canggung dengan kebiasaan baru mereka, walaupun sebenarnya ada rasa bahagia juga saat alby memutuskan untuk kembali ke rumah, tapi kyra pikir mungkin itu karena mereka masih menginap di rumah orang tua alby.
Mungkin nanti saat kita kembali ke rumah kita, kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi. Pikir kyra, ada rasa sedih di hatinya saat memikirkan hal tersebut namun kyra memilih untuk tidak menghiraukannya.
Tapi sepertinya kyra tak perlu sedih, karena apa yang alby lakukan sekarang berbanding terbalik dengan apa yang kyra khawatirkan.
Cup
alby mengecup kening kyra, seperti hari-hari sebelumnya, bahkan setelah tidak ada orang tua nya yang menyaksikan pun alby tetap menyempatkan untuk mencium kening kyra.
"Aku pergi dulu ya, see you" Ucap alby lalu pergi meninggalkan kyra yang masih diam mematung.
kyra dan alby sudah kembali ke rumahnya kemarin malam setelah menginap beberapa minggu, jika boleh jujur keduanya semalam tidak bisa tidur nyenyak karena merasa ada yang kurang, mungkin karena mereka kembali tidur sendiri di kamar masing-masing.
kyra tidak menduga jika alby masih akan tetap menciumnya sebelum berangkat kerja bahkan setelah tidak ada mertuanya, makanya kyra terkejut sehingga tidak menjawab alby bahkan setelah alby pergi pun kyra masih terdiam sesaat lalu tersadar saat dia mulai tersenyum senang.
Dengan semangat yang membara kyra membereskan piring kotor bekas sarapan tadi, lalu setelah itu dia bergegas untuk pergi kuliah, hari ini kyra mulai berangkat kuliah lagi setelah libur panjang.
...****************...
Sesampainya di kelas kyra langsung di sambut heboh oleh kedua temannya itu, kyra pun langsung menghampiri mereka.
"Kangen banget" Ucap kyra memeluk kedua temannya secara bersamaan dari belakang, lalu setelah itu dia duduk di samping lily.
"Kita juga kangen banget" Balas lily.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong kayanya semangat banget nih, pasti efek liburan di rumah mertua ya? " Kini fara yang berbicara.
kyra memang bercerita kepada fara dan lily tentang dirinya yang menghabiskan waktu liburannya di rumah mertua, bahkan lily dan fara sangat heboh saat kyra menceritakan tentang dia dan alby yang sekamar, dan saat bangun tidur berpelukan.
"Mungkin" Jawab kyra yang tak berhenti tersenyum.
"Senyum-senyum terus nih kaya orang lagi jatuh cinta" Goda fara.
"Eh atau emang bener lo lagi jatuh cinta? " Kini lily ikut berasumsi.
"Ngga lah, mungkin mood gue lagi bagus aja" Elak kyra.
"Lagian gue sama kak alby itu baru beberapa bulan deketnya, masa udah jatuh cinta" Ucap kyra yang mendapat gelengan kepala dari kedua temannya.
"Beberapa bulan lo itu udah lebih dari setengah tahun ya, itu udah lebih dari cukup untuk bisa saling mencintai" Ucap fara yang gemas dengan kyra.
"Bener tuh, lo kayanya kurang memperdulikan perasaan lo ya? " Tanya fara kepada kyra.
"Ya ngga gitu, gue cuma belum tau aja perasaan gue tuh gimana" Jawab kyra.
"Lo pernah berdebar gak kalau deket kak alby, atau karena perkataan dan perlakuannya?" Kini giliran lily yang bertanya.
"Pernah sih, pagi ini juga" Jawab kyra pelan tapi masih dapat terdengar oleh lily dan fara.
"Hah?, pagi?, emang kenapa pas pagi? " Tanya fara penasaran.
"Kak alby cium kening gue sebelum berangkat kerja" Jawab kyra malu malu, bahkan kini wajahnya sudah memerah.
__ADS_1
"Udah fix sih ini, gak perlu di ragukan lagi" Ucap fara dengan semangat menggebu.
"Bener tuh kata fara, udah fix, kalian udah saling suka, saling sayang bahkan mungkin saling cinta" Ucap lily yang tak kalah semangat dari fara.
"Duh kalian ini apa apaan deh, kalau ternyata asumsi kalian salah gimana? " Tanya kyra.
"Percaya sama gue, feeling gue gak bisa di bohongin sama kata-kata kurang percaya diri lo itu, gue yakin banget kalau kalian itu udah terikat rasa satu sama lain" Fara meyakinkan kyra yang masih tidak ingin mengakui perasaannya.
"Kalau lo masih gak yakin ya udah, tapi kalau menurut kita sih kayanya gak ada yang perlu di khawatirkan, kalian udah terlihat seperti sepasang suami-istri yang penuh cinta" Ucap lily.
"Mulai sekarang coba aja untuk lebih peka terhadap perasaan lo, lebih terbuka juga, jangan di pendam karena takut, ini juga kan demi kebaikan hubungan kalian kedepannya" Lily mengingatkan kyra.
Saat kyra hendak menjawab dosen pun masuk sehingga membuat fokus semua orang teralihkan.
Demi masa depan hubungan ya, iya juga, gak mungkin kita terus terusan seperti ini. Pikir kyra
...****************...
alby sedang makan siang bersama temannya, devan, alby sengaja meluangkan waktunya untuk makan bersama dengan devan karena dia ingin bertanya tentang beberapa hal yang sudah pasti di kuasai oleh devan.
"jadi lo mau tanya apa?, sampe bela-belain dateng dan traktir gue di sini?" tanya devan, alby dan devan makan siang di restaurant milik devan, alby sengaja memilih untuk pergi kesana agar menghemat waktu karena jaraknya yang dekat dengan kantor alby.
"lo pernah pacaran berapa kali? " tanya alby, ingin memastikan jika pilihannya meminta saran kepada devan adalah pilihan yang tepat.
"apaan dah pertanyaan lo, gue kira ada hal penting makanya lo sampe kesini dan traktir gue" ucap devan tapi dia tetap menjawab pertanyaan alby.
"seperti yang lo tau, mantan pacar gue gak bisa kehitung pake jari tangan, artinya gue pacaran lebih dari sepuluh kali, belum lagi yang cuma deket" jawab devan.
__ADS_1
" tumben banget lo nanya ginian, kenapa?" tanya devan lalu dia mengambil minuman miliknya dan meminumnya.