Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
surprise


__ADS_3

saat tiba di rumah mama mertuanya kyra langsung berlari, mengetuk pintu namun tak seorangpun datang membukanya.


semua orang pada kemana?, kyra bertanya dalam hatinya.


"kalian coba tolong pencet bel dari depan" ucap kyra tapi saat menoleh ke belakang kedua temannya tidak ada.


"loh, fara?, lily?, kalian kemana? " kyra mencoba mencari keberadaan temannya, bahkan kyra mengecek ke mobil barangkali temannya masuk lagi ke mobil, tapi tidak ada.


kyra melangkahkan kaki nya ke bagian belakang rumah mertuanya, mencari sosok temannya dan juga mencoba untuk mencari seseorang di bagian belakang agar bisa menanyakan keberadaan alby dan juga mertuanya.


satu langkah


dua langkah


tiga langkah dan


"happy birthday" sorak semua orang mengejutkan kyra, kedua temannya pun ikut berkumpul di sana.


alby, kedua mertuanya, temannya, dan ada beberapa orang asing yang mungkin teman alby, dan juga para pekerja di rumah alby membuat sambutannya semakin meriah.


kyra menutup mulut dengan kedua tangannya, tak percaya jika semua orang sekarang sedang berdiri di hadapannya dengan memberikan ucapan selamat dan juga pemandangan indah yang entah di siapkan oleh siapa, yang jelas kyra sekarang sangat bahagia.




"happy birthday kyra, kata fara kamu tadi panik ya?, sorry" ucap alby yang datang mendekat dengan cake di tangannya.


"iya aku panik tadi but thank you for this" ucap kyra.


sekali lagi semua orang mengucapkan selamat ulang tahun dan setelah itu semuanya bernyanyi dengan kompak membuat kyra semakin tersentuh, tepat setelah nyanyian terhenti kyra meniup lilinnya.


semua orang bertepuk tangan, mama mertuanya memberikan pisau untuk memotong cake tersebut, dan potongan pertama tentu saja kyra berikan kepada alby, orang yang berhasil mengambil banyak ruang di hati kyra.

__ADS_1


"thank you for everything" ucap kyra, sekarang pikirannya sedang tak bisa merangkai kata panjang yang berisi ucapan syukur dan terimakasih.


"terlalu banyak doa yang aku pinta kepada tuhan hari ini, saking banyaknya sampai aku tidak bisa memberitahu kamu, tapi semoga kamu selalu bahagia" ucap alby sambil mengelus rambu kyra dengan penuh kasih sayang hingga mendapat sorakan dari semua orang yang ada di sana.


potongan selanjutnya kyra berikan kepada kedua mertuanya, kyra juga mendapatkan banyak doa dan kasih sayang dari kedua mertuanya itu.


selanjutnya kyra memberikannya kepada teman-temannya, saling berpelukan dan mengucapkan semua permohonan baik sedangkan kyra hanya bisa membalasnya dengan terimakasih.


kyra memotong seluruh cake ulang tahunnya dan membiarkan semua orang yang ada di sana mengambil sepuasnya sendiri.


"nah kyra, kenalin ini temen-temen aku" ucap alby, mengenalkan beberapa temannya termasuk devan yang banyak membantu alby.


"oh hallo namaku kyra" balas kyra, mereka saling memperkenalkan diri dengan menjabat tangan.


mereka berbincang saling melontarkan pertanyaan santai, seperti kuliah dan kerja dimana dan lain sebagainya.


"kamu mau makan apa, biar aku ambilin?" tanya alby kepada kyra.


"eh gak usah kak, nanti aku ambil sendiri aja, aku juga belum laper" ucap kyra.


"aku ke sana dulu ya" kyra menunjuk lily dan fara yang sedang asik memakan berbagai macam camilan.


"oke nanti aku nyusul" jawab alby lalu kyra pun pergi.


"Hai, thank you ya kalian juga jadi ikut sibuk karena gue" ucap kyra saat sudah duduk di tengah-tengah antara lily dan fara.


"gak usah gak enak gitu, kayak sama siapa aja, lagian kita seneng ko bisa bantuin" ucap fara dengan mulutnya yang penuh.


"kyra" panggil lily.


"ya?" kyra menoleh ke arah lily.


"udah kayak gini masa lo masih ragu, apa lo masih gak ada niatan untuk ngungkapin perasaan lo? " tanya lily, jika menurut pandangan lily alby sudah sama jatuhnya dengan kyra, jatuh ke dalam lubang cinta.

__ADS_1


"suami lo bahkan mikirin bikin acara ini dari jauh jauh hari, bahkan sampe nanyain apa yang lo suka sama gue, bikin dekorasi kayak gini itu gak gampang, butuh effort, kalau bukan karena cinta karena apa coba" fara memberikan alasan untuk memupuk keberanian kyra.


"kalau mau ngungkapin perasaan lo sekarang waktunya pas, di hari spesial lo" ucap lily membuat kyra berpikir sejenak, menimbang-nimbang perkataan temannya.


"oke, gue bakal bilang sekarang, thank you udah yakinin gue" ucap kyra setelah dia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya.


"goodluck" fara dan lily mengucapkannya secara bersamaan, lalu kyra pun pergi mencari alby.


"dimana ya? " kyra mencari keberadaan alby, menengok ke kanan dan kiri namun tidak menemukan sosok alby.


lalu kyra memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, barangkali alby sedang ke toilet, dan juga berbicara di dalam rumah sepertinya lebih baik karena suasananya yang tenang.


setelah masuk ke dalam kyra langsung tersenyum senang saat melihat sosok yang di carinya, alby sedang berdiri di dapur sedang menyiapkan minuman untuk dia bawa ke taman belakang.


namun saat kyra mendekat ternyata di sana tak cuma ada alby, tapi juga ada Bima, papa mertuanya, Bima dan alby tidak menyadari kehadiran kyra, karena kyra berada di belakang mereka.


"kyra sebentar lagi wisuda loh" ucap bima.


mendengar namanya di sebut kyra semakin mendekat, agar lebih mudah mendengar apa yang sedang mereka bicarakan sekaligus dia juga ingin membantu alby.


"iya aku tau" jawab alby.


"Papa menyesal karena dulu membuat perjanjian agar kamu mau menikah dengan kyra, tapi Papa juga tidak bisa memaksakan Jika kamu memang tidak bisa menjalaninya" ucap Bima, walaupun sebenarnya Bima berat hati untuk membicarakan hal ini.


"Papa pengen yang terbaik buat kalian, walaupun jika akhirnya kalian tidak bersama"


"jadi apa keputusan kamu? " tanya Bima yang was was menanti jawaban alby.


"aku akan menceraikan kyra" jawab alby dengan lantang tanpa ragu.


duuuaaaarrr


bagaikan tersambar petir, kyra tak menyangka jika di hari Spesialnya dia harus mendapatkan luka sedalam itu.

__ADS_1


Kyra yang mendengar penuturan Alby langsung tersentak, bibirnya menjadi kelu, hatinya terasa sangat sesak, dan matanya memanas siap mengeluarkan air mata.


kyra melangkah mundur secara perlahan agar tidak menimbulkan suara apapun, dan bergegas masuk ke dalam toilet yang tak jauh dari sana, untuk mengeluarkan tangisan dan segala sesak yang bersarang di hatinya saat ini.


__ADS_2