Permintaan Terakhir

Permintaan Terakhir
cemburu?


__ADS_3

satu bulan berlalu, hari-hari magangnya tidak ada yang berubah, kyra merasa hubungannya dengan alby menjadi semakin dekat, mungkin karena sekarang mereka lebih sering bersama, dari pagi hingga malam, bahkan ketika kerja selalu menyempatkan waktu untuk bertemu.


"satu minggu lagi kyra ulang tahun, harus rayain gimana ya? " gumam alby.


alby memikirkan beberapa pilihan seperti merayakan di restaurant, di hotel, atau menyewa beberapa tempat yang biasanya bisa di pakai untuk acara ulang tahun.


"tanya devan kali ya? " ucap alby, lebih baik bertanya kepada ahlinya daripada alby bingung sendirian dan malah berujung salah pilih.


"Tiffany, saya makan siang di restaurant depan situ, sekalian mau bertemu sama teman saya, takutnya nanti kyra nanyain saya" ucap alby saat berpapasan dengan Tiffany.


"iya, pak" jawab Tiffany.


untung saja tadi pagi kyra sudah memberitahu dirinya kalau kyra akan pergi makan siang bersama dengan fara, jadi sekarang alby bebas untuk bertemu dengan devan, semoga saja devan seda tidak sibuk.


karena jaraknya yang dekat alby tidak perlu membuang waktu lama untuk sampai di tujuan, saat masuk yang pertama alby cari adalah devan.


alby beruntung karena sepertinya devan sedang tidak sibuk, buktinya saat ini Devan sedang asik mengobrol dengan penjaga kasir.


"van" panggil alby, devan pun menoleh dan menyambut alby.


"hai al, mau makan apa? " tanya devan.


"yang biasa aja" jawab alby kemudian devan memesankan menu yang biasa alby pesan, kemudian mengikuti alby yang sudah duduk manis.


"kenapa? " tanya devan yang sudah bisa menebak maksud kedatangan alby, pasti alby sedang membutuhkan bantuan atau masukan darinya.


"ko lo tau sih?, dukun ya? " tanya alby merasa ngeri sendiri karena niatnya datang kesana dapat di tebak oleh devan.


"sembarangan" balas devan.


"gimana gue gak tau, lo aja tiap kesini pasti ada apa apa nya, minta saran lah, nanya ini lah, apa lah" jelas devan dan alby hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"oke karena lo udah tau maksud kedatangan gue jadi gue mau tanya sesuatu sama lo" ucap alby.

__ADS_1


"kyra kan sebentar lagi ulang tahun jadi niatnya gue mau kasih surprise, tapi masih bingung surprise nya kaya gimana" alby menjelaskan kebingungannya.


"apa gue rayain di hotel aja, atau sewa restaurant?,


atau lo ada ide lain gak? " tanya alby.


"ya tergantung sih, kyra tipe nya kaya gimana, apa dia suka di rayain yang rame kaya di hotel atau restaurant atau tempat lainnya gitu, atau dia lebih suka yang tertutup kaya bikin acara di rumah gitu cuma sama keluarga dan temen dekat" jawab devan dan itu kembali membuat alby bingung karena alby tidak tau kyra suka tipe yang mana.


"soal itu gue juga gak tau kyra sukanya yang kaya gimana" ucap alby membuat devan menggelengkan kepalanya.


"gimana sih, masa selama ini lo gak tau apa apa tentang istri lo" ucap devan.


"kalau kaya gini mending lo tanya dulu kyra nya dia suka yang gimana, atau kalau nggak lo cari tau lewat temennya" ucap devan, memberi masukan.


"oke kalau gitu gue tanya temennya aja, kebetulan ada satu temennya yang magang juga di kantor gue" ucap alby lalu berdiri hendak pergi.


"eh mau kemana, itu makanan lo udah mau dateng, jangan bikin gue rugi dong, masa udah di kasih solusi lo pergi gitu aja" ucap devan membuat alby kembali duduk dan menunggu makanannya.


"lo kenapa mau di bikin ribet kaya gini cuma karena kyra seminggu lagi ulang tahun? " tanya devan, kalau menurut orang normal sudah dapat di pastikan alasan alby adalah karena cinta dan rasa sayang, tapi itu adalah alby dia tidak mungkin menjawab seperti itu, dan devan ingin mendengar jawaban apa yang akan alby berikan saat ini.


"kasian kyra, ini ulang tahun pertama tanpa ayahnya, jadi gue mau bikin surprise supaya kyra gak sedih di hari ulang tahunnya" jawab alby.


kasian, kasian, padahal tinggal bilang suka dan sayang aja apa susahnya sih. batin devan.


"kalau kyra di ambil orang perasaan lo bakal gimana?" tanya devan, dia sengaja bertanya seperti itu agar pikiran alby terbuka sedikit.


...****************...


selesai makan siang alby langsung kembali ke kantornya, dan saat di perjalanan menuju ruangannya, atensinya tertuju pada sosok familiar yang sudah alby hafal siapa walaupun dari jarak yang jauh, siapa lagi jika bukan kyra.


tapi tiba-tiba seorang pria datang menghampiri kyra, mereka terlihat berbincang dengan akrab bahkan mereka saling tertawa, entah hal lucu apa yang sedang mereka bicarakan.


aneh. batin alby, saat merasakan sesuatu yang tak biasa di hatinya.

__ADS_1


hatinya terasa sakit, juga merasa tak suka kala melihat kyra bercengkrama bersama orang lain, baru kali ini saat alby melihat kyra tertawa dia merasa tidak rela, ingin sekali dia datang menghampiri kyra dan membawanya menjauh dari pria itu.


perasaan apa ini?, apakah ini yang namanya cemburu?, batin alby bertanya-tanya.


"Tiffany, cowok yang ada di tim kyra namanya siapa? " tanya alby saat dia sampai di depan ruangannya.


"riko pa, soalnya cuma dia cowok di tim itu" jawab Tiffany.


"mulai besok kamu pindahin dia ke tim lain" titah alby tegas tanpa ingin di bantah lalu pergi masuk ke dalam ruangannya.


"riko sorry ya" gumam Tiffany.


"bos satu itu kenapa ya, tumben banget pulang-pulang mukanya kusut gitu, hadeh kerjaan nambah lagi aja" keluh Tiffany, tapi dia harus tetap semangat kebutuhan balita jaman sekarang sangat lah mahal.


alby merenungkan perasaannya sambil melihat ke luar menatap gedung-gedung tinggi dan kendaraan yang berlalu lalang seperti semut.


pertanyaan devan terus berputar di pikirannya, di tambah kejadian tadi membuat alby merasa takut, takut jika kyra akan pergi dan meninggalkan alby.


namun alby masih belum yakin, dia masih ragu hanya untuk sekedar mengakui, alby harus bagaimana?, harus bertanya kepada siapa?, dan tiba-tiba alby mendapatkan sebuah ide, alby langsung berjalan keluar dari ruangannya.


"Tiffany" panggil alby.


apalagi kali ini?. batin Tiffany yang was was jika alby akan memberikan pekerjaan lain untuknya.


"iya Pak? " jawab Tiffany sebisa mungkin tersenyum lebar.


"saya mau tanya" ucap alby.


"kalau kita merasa takut kehilangan seseorang itu karena apa? " tanya alby.


"karena cinta?, sayang? " jawab Tiffany tanpa pikir panjang.


"oh, oke" alby pergi begitu saja meninggalkan Tiffany yang sekarang kebingungan, pertanyaan macam apa itu?, pikir nya.

__ADS_1


__ADS_2