
"happy birt......day" kyra yang awalnya mengucapkan selamat dengan semangat tiba-tiba melemah saat ternyata yang membuka pintu bukanlah alby, melainkan seorang perempuan yang tidak kyra kenali.
"kamu siapa? " tanya kyra pelan, jujur saja saat ini kyra sangat takut untuk mendengar jawaban dari perempuan tersebut.
"Tiffany sudah kamu ambil semua berkasnya?" tanya alby yang baru saja muncul dari balik pintu.
"loh kyra?, kok kamu bisa di sini? " tanya alby yang terkejut sekaligus senang akan kehadiran kyra, saking senangnya sampai alby tidak menyadari bahwa kyra sedang memegang cake di tangannya.
"aku mau kasih surprise, tapi gagal karena timingnya gak pas, kenapa kakak masuknya telat?" tanya kyra, wajahnya sekarang terlihat sangat kecewa, bagaimana tidak?, sekarang situasinya sama sekali bukan seperti yang kyra bayangkan, terlebih lagi siapa perempuan cantik yang seenaknya main masuk ke dalam kamar alby!.
"ah itu sorry, tadi aku ada telpon, tapi thank you kamu udah kasih aku surprise, i'm so happy" ucap alby.
"ahahaha sepertinya saya harus kembali, selamat malam" Tiffany tertawa canggung dan berpamitan pergi.
"can i blow the candle now? " tanya alby namun kyra menggelengkan kepalanya.
"loh, kenapa? " alby bingung.
"yang tadi itu siapa?, kenapa bisa masuk kamar kakak? " tanya kyra to the point.
"ah dia Tiffany, sekertaris aku, tadi dia mau ambil berkas dan aku harus angkat telpon makanya aku suruh dia masuk duluan" jelas alby dan itu membuat kyra merasa lega.
"lain kali suruh tunggu aja, jangan biarin semua orang masuk dengan gampang kaya tadi, aku gak suka" ucap kyra, mungkin karena kyra sudah menyadari perasaannya dia menjadi berani mengutarakan isi hatinya.
"oke lain kali gak aku ulangi lagi maaf ya" ucap alby.
"okay, now make a wish and blow the candle" ucap kyra dan alby pun menuruti.
setelah membuat permohonan alby meniup lilinnya sampai padam, keduanya tersenyum bahagia, kyra kembali mengucapkan selamat ulang tahun kepada alby.
"sini kak" kyra mengajak alby untuk melihat area sofa yang sudah dia hiasi dengan balon dan bunga mawar tadi.
__ADS_1
"waw, kamu buat ini semua sendiri?" tanya alby dengan pandangan takjub, cake yang sudah kyra taruh di tengah meja menjadi pelengkap.
"makasih banyak kyra, aku sendiri bahkan lupa kalau ternyata hari ini aku ulang tahun, terimakasih sudah dateng kesini, dan membuat ini semua" rasanya seribu kali alby mengucapkan kata terimakasih itu tak akan pernah cukup, terharu dan bahagia bercampur menjadi satu.
padahal alby pernah di buatkan pesta lebih meriah dan lebih mewah dari pada ini, tapi entah kenapa hari ini alby sangat bahagia, kedatangan kyra dan di beri kejutkan dengan kamarnya yang sudah di hiasi dengan balon dan bunga, walaupun terlihat simple, tapi bagi alby terlihat sangat mewah, alby sampai tidak tau lagi harus berkata apa untuk mendeskripsikan perasaannya sekarang, tidak tau seberapa banyak lagi alby harus berterimakasih agar kyra tau seberapa bahagia alby saat ini.
"maaf ya kak cuma kayak gini, soalnya aku taunya mendadak, jadi cuma bisa siapin ini" ucap kyra takut jika alby tidak menyukai yang dia siapkan, namun alby langsung membawa kyra dalam pelukannya, mendekapnya erat.
"hei jangan minta maaf, aku seneng banget dapet kejutan ini, segini aja cukup ko, aku gak tau harus bilang apa supaya kamu tau apa yang sebenarnya aku rasain sekarang, aku gak tau harus bilang berapa banyak kata terimakasih agar kamu tau betapa bahagianya aku saat ini" alby mengutarakan isi hatinya agar kyra tak lagi perlu meminta maaf, dan merasa apa yang dia siapkan kurang, padahal bagi alby sudah lebih dari cukup.
"aku seneng banget kalo ternyata kakak suka" ucap kyra, dia memundurkan sedikit kepalanya agar dapat menatap alby.
seketika jantung keduanya berdebar, mungkin karena jarak di antara mereka yang terlampau dekat, bahkan alby sepertinya tidak berniat untuk melepaskan pelukannya, cahaya yang remang-remang membuat keduanya semakin gugup, momen yang pas untuk sebuah ciuman bukan?.
entah keberanian dari mana tapi kini alby semakin mengikis jarak antara dirinya dan kyra, jantung mereka berdebar saling bersahutan, kyra memejamkan matanya siap menerima apapun yang akan alby lakukan, toh mereka sudah sah menjadi suami istri.
hanya tinggal sedikit lagi dan mereka akan berhasil saling menempelkan benda kenyal itu, namun sepertinya semesta belum mengijinkan mereka untuk berlaku sejauh itu.
suara pintu terbuka menampilkan Tiffany dengan ekspresi yang sangat terkejut, kyra dan alby pun sama terkejutnya sehingga mereka melepaskan pelukan secara tiba-tiba, rasa canggung menghampiri ketiganya.
"ma-maaf pak mengganggu waktunya, saya cuma mau kembalikan kunci kamar sama mau ambil berkas, saya telpon tadi nomor bapak gak aktif, ketuk pintu juga gak ada jawaban" Tiffany merasa bersalah bukan main, jika bukan karena berkas yang harus dia ambil dia juga tidak mau kembali ke kamar alby.
Tiffany rasanya ingin menghilang saja, bisa-bisanya dia datang dan menghancurkan momen bos nya, Tiffany hanya berharap bahwa alby tidak akan memarahinya, walaupun Tiffany sadar dia pantas untuk di marahi.
"ah, iya, itu, batre saya lowbat, kamu ambil aja berkas nya, kuncinya taruh di situ aja" ucap alby, dia tidak bisa menyalahkan Tiffany karena alby tau Tiffany butuh berkas tersebut malam ini, dan juga salah alby yang terlalu fokus kepada kyra sampai tidak mendengar ketukan pintu.
"ba-baik pak, sekali lagi saya minta maaf, selamat malam" pamit Tiffany kemudian dia segera bergegas pergi.
"mmmm haha gimana kalau kita makan kuenya? " ucap alby, karena tak mungkin melanjutkan hal tadi, sekarang saja rasanya sangat canggung.
__ADS_1
"ah iya kita makan aja" kyra menyetujui, karena jujur saja jika tidak melakukan hal lain kyra pasti akan terus terbayang akan kejadian tadi dan mungkin malah membuatnya tidak fokus.
alby duduk di sofa sebelahan dengan kyra sambil menikmati kue ulang tahunnya, namun saat alby melihat ke seluruh ruangan dia sama sekali tidak melihat barang kyra dan itu membuatnya bertanya-tanya.
"kyra, kamu gak bawa koper? " tanya alby.
"bawa ko" jawab kyra.
"mana ko gak ada? oh kamu masukin lemari ya? " tanya alby.
"nggak, kopernya ada di kamar sebelah, aku booking kamar tepat di sebelah kamu" jawab kyra dan entah kenapa timbul sedikit rasa kecewa di hati alby, dia pikir kyra akan tidur bersama dirinya.
mungkin kyra masih belum nyaman dan belum terbiasa untuk tidur bersama, batin alby.
"kemarin mama dateng ke rumah bawa hadiah ulang tahun, dan aku baru tau kalau ternyata hari ini kakak ulang tahun, karena aku gak punya persiapan apapun jadi aku mutusin buat dateng kesini" ucap kyra menjawab beberapa pertanyaan di hati alby yang belum alby tanyakan.
"tapi kuliah kamu gimana?, kamu nanti pulang duluan atau bareng aku? " tanya alby.
"aku udah minta tolong lily sama fara buat urus itu, dan aku akan pulang bareng kakak" Jawab kyra membuat alby merasa sangat lega, tapi juga merasa tak enak karena alby masih harus tetap bekerja dan meninggalkan kyra.
"tapi nanti kamu bosen, aku kan masih harus kerja" ucap alby.
"kakak kerja aja gak usah pikirin aku, aku masih bisa pergi jalan-jalan sendiri sekitar sini, dan beli oleh-oleh, jadi gak bakalan bosen" jawab kyra penuh semangat dan sangat meyakinkan.
"oke, tapi kabarin terus ya kalau mau kemana mana, nanti aku kasih nomor Tiffany juga, jadi kamu bisa kabarin dia kalau misalnya aku gak bisa di hubungin, atau kamu ajak aja salah satu staff hotel buat temenin kamu" ucap alby panjang lebar.
"aku pasti kabarin terus, tapi soal staff hotel gak usah lah, gak enak masa kemana mana di ikutin, kasian juga masa ikut aku kemana mana" ucap kyra, yang ada nanti kyra malah merasa tidak bebas karena di ikuti.
"oke, driver aja gimana?, biar kamu gampang pergi perginya? " tawar alby, dia bertanya tapi ekspresi wajahnya mengatakan kyra tak boleh menolak.
"oke" Jawab kyra.
__ADS_1
"oke, aku usahain kerjaannya cepet selesai biar kita bisa pergi jalan-jalan berdua, atau kalau nggak, kita perpanjangan di sininya biar bisa pergi pas kerjaan aku selesai semua" ucap alby membuat kyra mengangguk semangat dengan mulut yang penuh.
lucu, batin alby.