Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 100


__ADS_3

"Jangan menangis sayang, aku akan mengeluarkan semua isinya agar kau bisa membeli ulang perlengkapan Baby kita."


Bukannya berhenti menangis, Alana justru semakin menangis dengan terisak. "Itu namanya pemborosan." Ketusnya sembari masuk kedalam kamar baby mereka.


Sky yang bingung tak tahu harus berbuat apa lagi, karena apa yang dilakukannya selalu salah dimata Alana.


"Tapi semuanya bagus, aku suka." Alana menghapus air matanya lalu tersenyum bahagia, membuat Sky bertambah bingung.


Sungguh ajaib perubahan mood istrinya yang tengah hamil itu, sebentar menangis lalu didetik berikutnya tersenyum bahagia.


"Benar kau menyukainya?"


"Ya, aku suka. Sekarang kita makan, aku lapar."


Sky pun membawa Alana ke ruang makan, hingga membatalkan niatnya untuk membawa wanita itu ke kamar pribadi mereka, karena tidak ingin Alana dan kandungannya kelaparan.

__ADS_1


Setelah selesai makan barulah Sky membawa Alana melihat keseluruh ruangan mansion, dan dihari itu juga mereka memutuskan untuk tinggal dimansion tersebut. Untuk barang-barang mereka yang ada di apartemen ditinggalkan begitu saja, dan menyuruh pelayan untuk mengambil barang-barang penting saja untuk dipindahkan.


*


*


Beberapa hari kemudian.


Alana yang awalnya sudah tidak curiga pada Sky, merasa aneh kenapa pria itu tetap terlambat pulang dan tetap membeli makanan dari restaurant, sementara kini ada pelayan yang bisa membuat makanan untuk mereka dengan rasa yang lebih enak dari yang biasa Sky beli.


Karena tidak ingin berlarut-larut dengan kecurigaannya, Alana pun menyuruh seseorang untuk mengawasi suaminya itu selama beberapa hari ini. Alangkah terkejutnya Alana setelah mengetahui apa yang sudah membuat Sky terlambat pulang, dan dari mana semua makanan yang dibawa pria itu selama ini.


Alana yang butuh penjelasan dari Sky, memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya itu agar permasalahan tersebut segera terselesaikan. Karena bagaimana pun, Alana ingin menjalani kehamilannya dengan tenang tanpa ada rasa amarah, dendam, dan benci.


"Al, kau kemari?" Sky terkejut saat melihat kedatangan istrinya yang tiba-tiba. Karena tidak biasanya Alana datang ke kantornya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

__ADS_1


Alana hanya diam tidak menjawab pertanyaan Sky, ia mengambil foto-foto yang didapatkannya dari orang suruhannya lalu memperlihatkannya pada Sky.


"Kenapa kau berbohong?" tanya Alana dengan kedua mata berkaca-kaca.


Sky yang terkejut melihat foto-foto tersebut, begitu ketakutan sampai memeluk Alana dengan erat.


"Al, aku tidak bermaksud —"


"Kenapa kau berbohong?" Alana mengulang pertanyaannya sembari menangis.


"Maaf Al..." Sky terus memeluk Alana tanpa ingin melepaskannya. Ia takut Alana pergi lagi setelah mengetahui janji yang dibuatnya telah ia langgar. "Aku hanya ingin—"


"Kalau kau mengatakannya langsung, aku tidak akan marah Sky."


"Apa maksudmu, Al?" Sky mengurai pelukannya sembari menatap Alana dengan intens.

__ADS_1


"Setidaknya kalau kau mengatakannya, aku akan bilang pada Mom Sandra atau siapa pun yang memasak makanan itu untuk membuatnya lebih enak, karena rasanya selama ini kurang dan hambar." Seloroh Alana dengan kesal sembari memukul dada bidang Sky, karena selama ini dia terpaksa memakan semua masakan tersebut karena menghargai suaminya yang sudah susah payah membelikan untuknya.


Ya, tenyata suaminya itu sebelum pulang selalu mampir ke mansion Dwight setiap harinya. Dan pastinya untuk bertemu Mom Sandra juga Dad Dwight, dan setelah itu Sky tidak pergi kemanapun. Otomatis makanan yang setiap hari dibawa oleh suaminya berasal dari mansion Dwight bukan dibeli dari restoran yang selama ini Sky katakan.


__ADS_2