Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 101


__ADS_3

Seperti hari-hari biasanya, Sandra menunggu kedatangan Sky untuk mengambil makanan yang telah dipersiapkannya sejak tadi. Makanan yang dibuatnya khusus untuk sang menantu yang tengah mengandung keturunan Dwight.


"Kenapa belum datang?" Sandra berjalan bolak-balik di ruang makan sembari menatap jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


Tidak biasanya Sky datang terlambat, bahkan sampai setengah jam lamanya. Sandra takut kalau sampai menantu dan calon cucunya itu kelaparan.


"Sayang duduklah! Aku pusing melihatmu seperti itu," protes Dwight yang sejak tadi melihat istrinya seperti sebuah setrika yang berjalan bolak-balik tanpa jeda.


"Coba hubungi Sky, tanya dia ada dimana?" ujar Sandra tanpa mempedulikan ucapan suaminya.


Dwight yang tidak ingin berdebat dengan sang istri, mengambil ponselnya untuk menghubungi Sky. Namun suara langkah seseorang yang memasuki ruangan membuatnya mengurungkan niat tersebut.


"Mom..."

__ADS_1


"Sky, akhirnya kau—" Sandra terdiam, mulutnya mendadak tak dapat bicara saat netranya menatap sosok yang berjalan dibelakang sang putra, sosok yang tidak lain dan tidak bukan menantunya.


"Alana..."


Dwight yang juga terkejut melihat kedatangan sang menantu sampai berdiri dari tempat duduknya. Ia menatap Alana sembari berdoa dalam hati agar tidak ada perdebatan diantara istri dan menantunya, mengingat kondisi Alana yang tengah hamil.


"Mom, Alana ingin —" Sky terdiam saat melihat tangan Mom Sandra yang mengisyaratkan agar ia diam.


Ia tahu kedatangan menantunya itu pasti karena sudah mengetahui kalau putranya sering datang berkunjung, juga mengetahui makanan yang selama ini dibawa Sky adalah masakan yang dibuat olehnya. Karena hanya alasan itu saja yang membuat seorang Alana sampai mau datang ke Mansion Dwight, mengingat wanita itu sangat membencinya.


Sky yang ingin meluruskan maksud kedatangan Alana pada Mom Sandra, tidak jadi melakukannya saat istri nya memberikan isyarat agar ia diam. Ya, kedua wanita yang sangat ia cintai itu menyuruhnya untuk diam.


"Aku tahu itu, Mom."

__ADS_1


"Mom...?" lirih Sandra dengan terkejut dan rasa tak percaya. Alana memanggilnya dengan sebutan Mom, apa itu artinya Alana tidak lagi marah kepadanya. "Tadi kau memanggilku apa?"


"Mom..." Alana mengulang apa yang diucapkannya, berjalan mendekat pada Mom Sandra yang terlihat terkejut.


"Alana..." Sandra yang begitu bahagia karena sang menantu memanggilnya Mom, langsung memeluk dengan perasaan haru, memeluk menantu yang pernah ia sakiti dan lukai sedemikian rupa hanya demi seorang wanita yang mengaku tengah mengandung keturunan Dwight. "Maafkan Mommy sayang," ia menangis tanpa melepaskan pelukannya


"No Mom, seharusnya aku yang meminta maaf." Karena dengan alasan apapun tidak seharusnya Alana memisahkan Sky dengan kedua orang tuanya. Seharusnya sejak awal ia sudah memaafkan ibu mertuanya itu, karena tidak baik memendam kebencian dalam hati.


Sky dan Dwight tersenyum penuh haru saat melihat kedua wanita yang sangat mereka sayangi saling berpelukan. Mereka merasa bahagia karena akhirnya Alana dan Sandra bisa saling memaafkan.


"Tidak sayang, Mommy yang bersalah padamu." Sandra masih memeluk menantunya karena takut semua yang terjadi ini hanyalah mimpi belaka. "Mom janji tidak akan berbuat jahat lagi padamu."


Alana menganggukkan kepalanya dengan air mata yang menetes dikedua pipinya. Sungguh ia merasa sangat menyesal sudah membuat Mom Sandra meminta maaf berulang-ulang kali, dan menyesal sudah mengabaikan ketulusan hati ibu mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2