Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 79


__ADS_3

"Sudah berapa lama kau mual dan muntah -muntah?"


Sky mengingat-ingat kembali sejak kapan mengalami hal tersebut. "Sejak tinggal di Apartemen Alana. Sekarang bertambah parah karena tidak ada lagi Alana yang membuat reda rasa mual ku." Jelas Sky dengan sendu saat teringat bagaimana Alana yang selalu membantu dan memeluknya disaat-saat seperti ini.


"Sky, apa jangan-jangan istrimu sedang hamil?"


"Hamil? Alana?" tanya Sky dengan bingung.


"Tentu saja Alana, memangnya istrimu siapa lagi." Ucap Sandra dengan menepuk pundak putranya lebih keras karena merasa gemas, hingga Sky mengaduh kesakitan. "Dulu saat Mom mengandung mu, setiap pagi Daddy mu juga mual dan muntah-muntah." Jelasnya sembari mengingat masa kehamilannya.


Sky yang masih bingung dengan ucapan Mom Sandra, memilih membasuh wajahnya lalu kembali berbaring di atas tempat tidur untuk memulihkan tenaganya agar ia bisa berangkat kerja.


"Sky, kau dengar tidak?" Sandra mengikuti langkah putranya dengan kesal, karena tidak dipedulikan sama sekali ketika berbicara tadi.

__ADS_1


"Aku dengar Mom," jawab Sky dengan malas.


"Lalu kenapa kau masih diam disini? Temui Alana dan bawa menantuku itu untuk periksa ke dokter kandungan!"


"Mom...." Sky menghela napasnya dengan lelah. Sungguh ia tak menyangka ibu kandungnya itu masih terobsesi memiliki seorang cucu, sampai berpikir Alana tengah hamil hanya karena dirinya yang muntah-muntah. "Bagaimana bisa aku yang muntah-muntah menandakan Alana hamil."


"Tentu saja bisa, dalam istilah ke dokteran disebut sindrom couvade atau kehamilan simpatik." Jelas Sandra, yang membuat Sky semakin bingung. "Sudah cepat kau pergi dan bawa Alana periksa ke dokter kandungan!" Sandra menarik tangan putranya dengan bersemangat.


Sementara Sky masih diam tidak beranjak sedikitpun dari tempat duduknya meskipun ditarik-tarik oleh Mom Sandra. Jujur sebenarnya ia berharap jika yang dikatakan Mom Sandra itu benar, Alana nya tengah hamil. Namun mengingat bagaimana kondisi Alana, Sky pun pesimis. Lagi pula jika memang Alana tengah hamil pasti wanita itu memberitahunya kabar bahagia tersebut.


"Mom, kau lupa Alana dokter kandungan? Jika dia memang hamil pasti berita kehamilannya sudah kita dengar."


Sandra yang tadinya bersemangat menyuruh Sky ke tempat Alana, kini terduduk lesu. "Tapi Mom yakin yang dialami olehmu itu sindrom couvade." Lirihnya dengan menundukkan kepala.

__ADS_1


"Mom..." Sky menggenggam tangan Mom Sandra.


"Mom berharap Alana benar-benar hamil agar kalian tidak jadi berpisah." Lirih Sandra kembali. Sungguh ia merasa bersalah sudah menyebabkan pernikahan putranya berantakan dan berada diambang perceraian.


Sky masih terdiam dengan menggenggam tangan Mom Sandra, karena hanya itu yang mampu ia berikan untuk penguat Mom Sandra dan tentu saja menguatkan hatinya.


Setelah drama dugaan kehamilan Alana. Sky memutuskan pergi ke rumah sakit tempat dimana Alana bekerja hanya untuk melihat keadaan wanita itu dari kejauhan. Setelah sampai ditempat parkiran, Sky keluar dari mobil dengan menatap bangunan bertingkat berwarna putih dihadapannya. Berharap Alana akan keluar hingga ia bisa melihat wajah wanitanya yang sudah sangat ia rindukan.


Sky terus menatap bangunan itu sampai ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang.


"Sky...?"


Sky pun menatap kebelakang, dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok yang kini berdiri dihadapannya dengan senyuman yang terukir diwajah cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2