
"Kau terkejut bukan aku mengetahui kondisimu? Oh ya, seandainya Mom Sandra dan Dad Dwight tahu keadaanmu. Kira-kira apa yang akan dilakukan mereka?" Rachel tersenyum penuh kemenangan. "Aku yakin kau akan diusir dari mansion ini, dan aku akan menggantikan posisimu sebagai istri Sky Dwight."
"Ck, sudah selesai omong kosongmu?" Alana mendorong Rachel agar menyingkir dari hadapannya, karena ia tidak mau meladeni wanita itu yang terlihat sengaja mencari masalah dengannya.
"Dasar wanita mandul!" Ejek Rachel dengan sengaja untuk membuat Alana marah.
"Aku tidak mandul, jadi jaga bicaramu!" Balas Alana yang mulai tersulut emosi.
"Benarkah? Tapi kenapa sudah tiga bulan lebih kau belum juga mengandung?"
"Itu bukan urusanmu!" sentak Alana yang semakin emosi.
"Cih, dasar mandul." Ejek Rachel kembali.
"Aku tidak mandul!" Dengan penuh amarah Alana menampar pipi Rachel dengan sangat kuat.
Rachel yang tak terima hendak menampar Alana balik, namun wanita itu dengan cepat menahan tangannya.
"Jangan coba-coba padaku Rachel Wijaya! Kau tidak tahu berhadapan dengan siapa." Dengan kasar Alana menghempaskan tangan Rachel.
__ADS_1
Namun entah bagaimana, tiba-tiba Rachel terjatuh dari tangga membuat Alana terkejut bukan main.
"Rachel..." Sky yang ingin turun dari tangga, langsung berlari saat melihat Rachel terjatuh.
Alana yang sempat terkejut juga ikut berlari kebawah untuk melihat keadaan Rachel.
"Sky perutku sakit." Rachel menangis sembari memegang perutnya.
"Ada apa ini?" Sandra berjalan mendekat setelah mendengar keributan dari arah tangga. "Ya Tuhan, Rachel kau kenapa?" tanyanya dengan panik.
"Biar aku periksa." Alana hendak mendekat.
"Sky biar aku periksa." Alana berusaha untuk memeriksa keadaan Rachel, karena sebenci apa pun dia terhadap wanita itu. Alana tetaplah seorang dokter yang berkewajiban mengobati dan membantu orang sakit.
"Tidak perlu!" Ucap Sky dengan dingin dan tajam, membuat Alana langsung terdiam.
"Kau kenapa sayang? Tanya Sandra pada Rachel.
"Alana mendorongku dari tangga Mom." Jawab Rachel sambil menangis.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mendorongnya. Sky aku—" Alana tidak dapat melanjutkan perkataannya saat sebuah tamparan mendarat di pipinya.
"Kau itu benar-benar wanita jahat! Tidak cukup kau membuat aku jatuh, dan sekarang kau ingin membuat Rachel kehilangan bayinya?" Bentak Sandra dengan penuh amarah.
Alana hanya diam saja, ia tidak mempedulikan kemarahan Mom Sandra. Dia juga tidak mempedulikan rasa panas yang menjalar di pipinya. Yang ia pedulikan hanya Sky yang terlihat diam saja dirinya ditampar oleh Mom Sandra.
"Ayo cepat Sky, bawa Rachel ke rumah sakit." Sandra menarik Sky yang tengah menggendong Rachel, meninggalkan tempat tersebut dengan terburu-buru karena tidak ingin terjadi sesuatu pada kandungan Rachel.
Alana sendiri masih diam berdiri ditempatnya, tersenyum getir dengan air mata yang menetes di kedua pipi melihat kepergian Sky.
"Cinta hanya akan membuatmu sakit Al!" gumamnya pada diri sendiri.
Ia pun memutuskan untuk pergi dari mansion Dwight saat itu juga. Bukan karena kalah oleh Rachel, karena Alana masih bisa melawan wanita ****** itu. Tapi ia memilih pergi karena sudah tidak ada yang mengharapkan keberadaannya di tempat tersebut, karena satu-satunya orang yang selalu membuatnya bertahan justru melukainya.
"Pernikahan sembilan puluh sembilan hari tamat sudah." Ucapnya sebelum meninggalkan mansion Dwight.
Ya, pernikahan mereka hari ini tepat berjalan sembilan puluh sembilan hari. Dan sesuai kontrak yang telah disepakati, tenyata perpisahan itu datang juga. Alana sudah memutuskan bukan hanya pergi dari mansion Dwight, tapi juga memutuskan untuk bercerai dengan Sky. Karena ia melihat sudah tidak ada kepercayaan di mata Sky padanya, jadi untuk apa ia mempertahankan hubungan jika suaminya tidak mempercayainya. Tapi sebelum itu, Alana akan meminta bantuan pada seseorang untuk membongkar kebohongan Rachel karena ia sudah memutuskan untuk pergi.
"B tolong aku..." Lirih Alana dengan menangis saat menghubungi sepupunya. Sepupu yang selalu bisa diandalkan oleh seluruh keluarga besar mereka.
__ADS_1