Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 93


__ADS_3

Alana begitu terkejut karena Sky mengetahui tentang kehamilannya.


"Ba-bagaimana bisa kau tahu aku hamil?"


"Bagaimana caranya, kau tidak perlu tahu."


"Ta-tapi..." Alana tidak meneruskan perkataannya saat tiba-tiba saja Sky menggendongnya ala-ala bridal style lalu membawanya menuju kamar mereka dulu. "Sky apa yang kau lakukan? Turunkan aku!"


Sky tak mempedulikan teriakan Alana yang memintanya untuk menurunkan wanita itu. Sungguh ia sudah lelah mengalah dan menuruti keegoisan Alana yang memintanya untuk berpisah. Tapi sekarang Sky tidak mau lagi mengalah, ia akan berjuang untuk mendapatkan hati Alana demi keutuhan keluarga mereka.

__ADS_1


"Sky, kau gila ya?" Alana sedikit terkejut saat merasakan tubuhnya berada di atas ranjang, dan lebih terkejut lagi saat Sky mendekat hingga kedua wajah mereka berhadapan tak berjarak. "Mau apa kau?" Alana bergerak menjauh, namun sialnya Sky menahan pinggangnya dan mengurung tubuhnya dengan kedua tangan berotot pria itu.


Cup.


Sky mendaratkan kecupan di kening Alana. "Istirahatlah! Kau pasti lelah," ucapnya sembari mengusap perut wanitanya.


Alana sendiri hanya diam tak menyahut perkataan Sky, apalagi memberontak pada pria itu karena begitu terkejut dengan kecupan dan usapan pada perutnya. Bahkan saat pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu menghilang dari pandangan, Alana masih diam terpaku ditempatnya.


"Sepertinya dia salah minum obat," gumam Alana pada dirinya sendiri masih dengan kebingungan.

__ADS_1


Namun rasa bingung itu berganti dengan kepanikan saat menyadari ia kini seorang diri di dalam kamar pribadi mereka. Dengan segera Alana berjalan menuju pintu untuk keluar dari kamar, tapi sayang pintu dihadapannya itu terkunci dari luar.


"Sky buka!" teriak Alana sembari mengetuk pintu kamar dengan berulangkali, berharap pria itu mau membukanya agar ia bisa keluar lalu pergi dari apartemen tersebut. "Sky buka, atau aku akan meminta Boy untuk menghancurkan semua perusahaan milik keluarga Dwight!" Ancamnya.


Sky yang berdiri tepat di depan pintu kamar, hanya bisa diam tak menggubris sama sekali ancaman Alana. Karena bagi Sky lebih baik dirinya hancur dari pada kehilangan Alana dan anak yang ada di dalam kandungan wanitanya. Lagi pula jika ia hancur, masih ada keluarga Abian yang pastinya akan membantu, setelah sebelumnya ia pernah membantu pria itu keluar dari kehancurannya.


Jangan lupakan juga Aluna, adik iparnya itu pasti mau membantunya untuk mengatakan pada Boy Arbeto agar tidak ikut campur dalam urusan rumah tangganya dengan Alana. Kalau Aluna tidak mau membantunya, maka ia pun tidak akan membantu adik iparnya itu untuk mendapatkan Erik.


Karena tak mau mendengar ancaman dan umpatan Alana yang semakin kasar, Sky pun memilih pergi menuju ruang tengah. Ia akan kembali masuk ke kamarnya setelah Alana lebih tenang, agar mereka bisa berbicara baik-baik meskipun itu sesuatu yang mustahil, mengingat betapa keras kepalanya seorang Alana Ricardo.

__ADS_1


Alana sendiri kini melangkah menuju tempat tidur karena kelelahan setelah berteriak tanpa henti, dalam diamnya ia berpikir dari mana Sky mengetahui kalau dirinya tengah hamil. Karena seingatnya Alana tak pernah membocorkan tentang kehamilannya pada siapa pun termasuk kedua orang tuanya.


"Aluna...!" geramnya dengan penuh amarah, saat teringat hanya pada adiknya itu ia mengatakan tentang kehamilannya. "Awas kau, Aluna!"


__ADS_2