
Seluruh keluarga Dwight dan termasuk Alana tentunya, menunggu jawaban dari Rachel.
"Jadi bagaimana Rachel? Kau bersedia?" Tanya Dwight pada wanita yang mengaku tengah hamil anak Sky.
"Tentu aku bersedia, karena memang janin ini milik Sky." Jawab Rachel dengan penuh keyakinan dan raut wajah yang serius.
"Ah.. aku jadi semakin yakin, janin yang ada di dalam kandungan Rachel adalah keturunan Dwight." Seloroh Sandra dengan tersenyum bahagia.
Melihat bagaimana Mom Sandra bahagia tentu saja membuat Alana merasa sedih. Bukan karena kehamilan Rachel, tapi karena ia mengetahui ibu mertuanya itu begitu menginginkan seorang cucu. Seandainya dia tidak juga bisa hamil meskipun dengan cara bayi tabung, entah seperti apa kecewanya seorang Sandra Dwight.
"Baiklah setelah usia kandunganmu cukup, kita akan melakukan tes DNA nya." Ucap Alana langsung berdiri dari tempat duduknya untuk pergi, karena merasa tidak nyaman berada diruangan bersama orang-orang yang tak mengharapkannya.
"Tunggu Al, masih ada yang ingin aku sampaikan." Rachel menahan langkah Alana.
"Ada apa lagi?" Alana kembali duduk, disamping Sky.
"Aku ingin..." Rachel menatap semua orang yang ada di ruangan lalu menundukkan kepala sambil menautkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Kau ingin apa? Katakan saja! Semua keinginanmu akan aku kabulkan." Sahut Sandra.
"Mom..., sayang..." ucap Sky dan Dwight bersamaan. Tidak suka dengan sikap Sandra yang terlalu dekat dengan Rachel. Karena bagaimana pun yang menantu di keluarga Dwight adalah Alana bukan Rachel.
"Kenapa? Tidak salah bukan, jika kita mengabulkan setiap keinginan wanita yang sedang mengandung? Aku tidak ingin keturunan Dwight kenapa-kenapa karena keinginannya tidak di turuti."
Sky dan Dwight pun menghela napas mereka.
"Cepat katakan apa yang kau inginkan?" Sandra menatap kembali pada Rachel.
"Tidak bisa!" potong Sky dengan cepat dan tegas karena tidak ingin membuat Alana marah. Jangankan untuk tinggal bersama mereka, Rachel datang ke apartemen saja Alana langsung mengusir dirinya. Apalagi tinggal bersama, bisa-bisa dia harus puasa tidak diberi jatah.
"Sky!" Sentak Sandra dengan tak suka.
"Sudah cukup pembicaraan konyol ini." Sky menarik tangan Alana dan membawa wanitanya untuk pulang.
Namun baru tiga langkah kakinya berjalan, Sky mendengar suara tangis Rachel. Dan mau tidak mau ia menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Sky ini anakmu. Apakah salah jika dia menginginkan untuk tinggal bersama Daddy nya." Ucap Rachel dengan terisak. "Aku tahu diri Sky, kau masih tidak percaya pada semua yang kukatakan. Tapi setidaknya sampai menunggu usia kandungan ku cukup, ijinkan aku tinggal bersamamu. Kau tahu bukan aku tinggal sendiri dan aku takut jika terjadi sesuatu pada kandunganku." Jelas Rachel panjang lebar masih dengan terisak.
Membuat Sandra merasa iba, dan kembali memeluk Rachel. "Tentu saja kau boleh tinggal bersama Sky, karena dia harus bertanggung jawab pada kalian."
"Tidak bisa Mom!"
"Harus bisa! Kalau tidak, mom akan benar-benar marah dan tidak mau menganggap mu sebagai anak lagi."
"Terserah!" Sky kembali menarik tangan Alana untuk meninggalkan mansion Dwight. "Kenapa Al?" Langkahnya terhenti karena Alana yang tidak bergerak sedikitpun.
"Ijinkan dia tinggal bersama kita." Alana menatap Rachel dengan tajam.
"Apa? Tapi Al...."
"Aku tidak masalah Sky, lagi pula dia hanya tinggal untuk sementara. Jadi tidak ada salahnya kita menampungnya." Sindir Alana dengan tersenyum penuh arti.
"Sial! Dia kira aku ini tunawisma yang harus di tampung." gerutu Rachel namun dalam hati. "Lihat saja nanti Al, setelah aku tinggal bersama kalian akan aku buat kau terusir." Itulah tujuan Rachel sebenarnya meminta tinggal bersama Sky dan Alana. Selain untuk mengusir Alana, dia juga ingin mengambil hati Sky kembali.
__ADS_1