
Sky menghela napasnya saat Alana bersikeras meminta untuk berpisah. Padahal sudah beberapa hari ini ia berusaha untuk meluluhkan hati wanita itu, bahkan rela meninggalkan pekerjaan pada asisten pribadinya disaat perusahaannya hampir bangkrut hanya untuk mengikuti kemanapun Alana pergi. Tapi setelah semua usahanya selama ini, Alana ternyata masih tetap ingin berpisah.
"Al, aku rasa permasalahan diantara kita sudah tidak ada. Tadi Mom Sandra menghubungiku dan memberitahu hasil tes DNA kandungan Rachel. Anak itu bukan milikku Al, jadi semua permasalahan kita sudah Clear."
"Oh ya...?" Alana hanya menanggapi santai tanpa minat sedikit pun, karena sebelum Sky mengetahui hasil tes DNA itu Alana sudah mengetahuinya lebih dulu. Dan tebakannya benar, janin yang ada di dalam kandungan Rachel bukan milik Sky. "Tapi sayang kabar itu tidak akan merubah keputusanku."
Sky lagi-lagi menghela napasnya, dan kali ini lebih berat dan panjang. "Apa kesalahan yang aku perbuat sudah sangat fatal sampai kau tidak mau memberikan kesempatan? Padahal aku tidak pernah berselingkuh darimu, Al. Bahkan sekarang sudah terbukti anak yang ada dikandungan Rachel bukan milikku." Sky masih berusaha untuk meluluhkan hati Alana agar wanita keras kepala itu mau mempertimbangkan keputusannya lagi.
"Bagiku sangat fatal. Bukan karena masalah Rachel atau kau berselingkuh atau tidak. Tapi kepercayaan, kau tidak mempercayaiku Sky." Alana menghela napasnya sembari duduk di atas ranjang. "Kalau pun aku memaafkan kesalahanmu, kita tidak mungkin bisa bersama lagi."
"Apa yang membuat kita tidak bisa bersama lagi?" Sky berlutut dihadapan Alana, menggenggam tangan wanita itu dengan menatap intens wajah cantik Alana. Entah mengapa ada yang berbeda dari wajah Alana akhir-akhir ini, seakan ada aura yang membuatnya tidak bisa menjauh sedikit pun dari wanita itu.
__ADS_1
"Nyonya Sandra." Lirih Alana.
"Mom...?" Sky mengerutkan keningnya dengan bingung.
"Ya, Ibumu. Hubungan kita tidak akan pernah bisa kembali karena ibumu. Aku tidak bisa memaafkan apa yang sudah Nyonya Sandra lakukan. Rasanya sakit Sky." Alana memegang dadanya yang terasa sesak. "Ibu mu menghinaku, memusuhiku, dan menamparku dihadapan suamiku sendiri yang diam tidak membelaku sama sekali."
Ya, itulah alasan utama Alana tidak mau kembali bersama Sky. Karena jika ia kembali bersama Sky artinya harus menerima keluarga suaminya itu termasuk Nyonya Sandra tentunya. Dan Alana tidak bisa melakukan itu, karena rasa sakitnya begitu dalam.
"Kedua orang tua yang sudah membesarkan aku saja tidak pernah menamparku. Tapi Nyonya Sandra berani menamparku hanya karena Rachel." Lirih Alana lagi dengan terisak. "Dia membela orang asing dari pada aku menantunya sendiri."
"Al.., aku dan Mom Sandra benar-benar minta maaf sayang." Sky ingin menghapus air mata Alana, tapi tangannya sudah lebih dulu dihempaskan.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah bisa memaafkan Nyonya Sandra, dan itu artinya aku tidak akan pernah bisa kembali padamu." Biarlah Alana dikatakan seorang yang pendendam. Dia tidak peduli karena pada kenyataannya semua yang dilakukan Sandra sangat membekas di ingatannya.
Sky kini terdiam karena tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk membuat hati wanitanya luluh. Dia tahu rasa kecewa yang dirasakan Alana padanya dan Mom Sandra, sudah membuat wanita itu kembali menjadi wanita yang dingin dan tak berperasaan. Wanita yang membuat benteng tinggi dengan menutup hati nuraninya hanya karena tidak ingin terluka lagi.
"Kecuali kau mau melakukan satu hal untukku."
"Apa itu?" Sky yang tadinya sudah hampir menyerah kini kembali bersemangat.
"Putuskan hubunganmu dengan keluarga Dwight selamanya."
"Apa?" pekik Sky dengan sangat terkejut.
__ADS_1